sign up SIGN UP search


kehamilan

Ketahui Jenis Pil KB Sebagai Pilihan Kontrasepsi untuk Mencegah Kehamilan

Annisa Karnesyia   |   Haibunda Kamis, 15 Sep 2022 07:00 WIB
Close up hand contraceptive pill and condom on with colorful pills strips. Contraception reduces childbirth and pregnant concept. caption
Jakarta -

Apakah Bunda sedang memilih alat kontrasepsi untuk mencegah kehamilan? Nah, salah satu kontrasepsi yang cukup efektif digunakan adalah pil KB.

Pil KB merupakan jenis kontrasepsi hormonal atau mengandung hormon. Cara penggunaannya sangat mudah, yakni dengan diminum sesuai jadwal.

Efektivitas pil KB hampir 100 persen mencegah kehamilan lho. Tapi, ada beberapa efek samping atau keterbatasan dari alat kontrasepsi ini.


Banner Cerita Kehamilan Gracia Indri

Jenis pil KB

Berikut 2 jenis pil KB beserta kelebihan dan keterbatasannya, yang perlu Bunda tahu:

1. Pil KB kombinasi

Pil KB kombinasi bisa menjadi pilihan utama untuk mencegah kehamilan. Dikutip dari Mayo Clinic, pil KB ini mengandung dua hormon, yakni estrogen dan progesteron.

Berbagai jenis pil KB kombinasi mengandung dosis hormon yang berbeda. Sebelum menggunakan pil ini, Bunda sebaiknya konsultasikan dulu ke dokter untuk memahami efek sampingnya ya.

Mengutip laman Monitoring Berkualitas (Monika) BKKBN, pil KB kombinasi ini memiliki efektivitas mencapai 92 persen. Cara kerjanya adalah dengan mencegah pelepasan sel telur dari indung telur serta mengentalkan lendir leher, sehingga dapat mengganggu pertemuan sperma dan sel telur.

Kelebihan pil KB kombinasi

  • Dapat mengurangi kram dan pendarahan haid.
  • Dapat mengurangi risiko kehamilan di luar rahim, kista ovarium, kanker endometrium, dan penyakit radang panggul lainnya.
  • Tidak mengganggu saat berhubungan seksual.
  • Mudah didapat di apotek, e-commerce, dan fasilitas kesehatan.

Penggunaan jangka panjang pil KB kombinasi kemungkinan dapat memberikan manfaat, seperti:

  • Mencegah perdarahan berlebihan terkait dengan fibroid di rahim.
  • Dapat mencegah migrain karena haid.
  • Mengurangi pemburukan kondisi terkaitĀ haid, seperti kejang.
  • Mengurangi rasa sakit yang berhubungan dengan endometriosis.

Keterbatasan pil KB kombinasi

  • Dapat mengganggu produksi ASI pada Bunda yang masih menyusui.
  • Perubahan pada siklus haid.
  • Kemungkinan dapat menyebabkan sakit kepala ringan hingga mual.
  • Dapat menyebabkan kenaikan atau penurunan berat badan.

Penggunaan pil KB kombinasi memang efektif mencegah kehamilan. Tapi, penggunaannya tidak menjamin perlindungan terhadap penularan HIV atau Infeksi Menular Seksual (IMS) ya, Bunda.

Kontraindikasi pil KB kombinasi

Pil KB kombinasi ini tidak dapat digunakan pada kondisi sebagai berikut:

  • Bunda sedang hamil, menyusui kurang dari 6 minggu, atau menyusui eksklusif selama 6 bulan.
  • Mengalami perdarahan di vagina tanpa diketahui penyebabnya.
  • Mengidap hipertensi, diabetes, kanker payudara, stroke, penyakit jantung, penyakit hati, dan migrain disertai pandangan kabur.
  • Tidak bisa dikonsumsi perokok berusia lebih dari 35 tahun.
  • Mengonsumsi obat untuk kejang atau TBC.
Pil KBIlustrasi Pil KB/ Foto: iStock

2. Pil KB progestin

Dikutip dari NHS Inggris, pil KB progestin merupakan jenis kontrasepsi yang dapat mencegah kehamilan dengan cara mengentalkan lendir serviks, sehingga sperma tidak bertemu sel telur. Pil ini dapat mencegah pelepasan sel telur dari indung telur.

Pil KB progestin harus diminum setiap hari untuk mencapai efektivitas yang diinginkan. Namun, berbeda dengan pil kombinasi, efektivitas pil KB progestin ini 97 persen.

Jenis pil KB progestin

Ada dua jenis pil KB progestin, yakni:

  1. Pil progestogen 3 jam yang harus diminum dalam waktu 3 jam pada waktu yang sama setiap hari.
  2. Pil progestogen 12 jam yang harus diminum dalam waktu 12 jam pada waktu yang sama setiap hari.

Kelebihan pil KB progestin

  • Pil KB ini cocok untuk ibu menyusui karena tidak memengaruhi produksi ASI.
  • Konsumsi pil ini tidak akan mengganggu hubungan seksual.
  • Kesuburan cepat kembali setelah berhenti minum pil KB progestin.

Keterbatasan pil KB progestin

  • Dapat menyebabkan kenaikan berat badan.
  • Pola atau siklus haid dapat berubah.
  • Dapat menyebabkan sakit kepala ringan, perubahan suasana hati, dan mual.
  • Penggunaan pil KB tidak memberi perlindungan terhadap penularan HIV atau infeksi menular seksual (IMS).

Kontraindikasi pil KB progestin

  • Hamil atau diduga hamil.
  • Bunda tidak terbiasa teratur atau sering lupa minum pil.
  • Mengalami perdarahan vagina yang tidak diketahui penyebabnya.
  • Mengidap hipertensi, stroke, kanker payudara, penyakit hati.
  • Sedang mengkonsumsi obat untuk kejang-kejang atau TBC.
  • Tidak bisa dikonsumsi perokok berusia lebih dari 35 tahun.

Dimana bisa mendapatkan pil KB?

Woman hand holding a contraceptive panel prevent pregnancyIlustrasi Pil KB/ Foto: iStock

Bunda bisa mendapatkan pil KB dengan mudah di apotek dan e-commerce. Pil KB juga dapat ditemukan di fasilitas kesehatan, seperti Puskesmas, Klinik Pratama, Rumah Sakit. Tempat pelayanan lainnya adalah praktik dokter atau bidan.

Bila Bunda ragu dan khawatir untuk menggunakan pil KB ini, sebaiknya konsultasikan dulu ke dokter atau bidan ya. Jangan lupa tanyakan tentang waktu pemakaian pil KB. Sebab, pil KB baru efektif bila digunakan secara rutin di waktu tertentu.

Pil KB mahal vs pil KB murah

Banyak merek pil KB dijual di pasaran. Beberapa di antaranya dapat digunakan pada kondisi darurat dan bahkan ada yang mengandung zat besi (Fe). Harga jual tiap produk ini juga berbeda, Bunda. Lalu bagaimana efektivitas pil KB sesuai harganya?

Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi di Eka Hospital Cibubur, dr. Alexander Mukti, Sp.OG, mengatakan bahwa semua jenis pil KB memiliki tujuan yang sama, baik yang harganya mahal atau murah. Tapi, masalahnya tak semua wanita cocok menggunakan satu jenis pil KB.

"Perumpamaan nyaman atau tidak itu relatif. Ada yang tidak nyaman menggunakan pil KB yang murah," ujar dokter yang akrab disapa Alex ini saat dihubungi HaiBunda, beberapa waktu lalu.

Meski begitu, harga tetap menentukan kualitas ya, Bunda. Menurut Alex, pil KB yang mahal biasanya memang minim efek samping. Tapi untuk tahu cocok atau tidaknya, mahal atau murahnya harga pil tetap tidak akan menjamin.

"Tapi memang pil KB mahal itu mampu menekan beberapa efek samping, tapi balik lagi kecocokan setiap orang berbeda," ungkapnya.

Nah, untuk tahu cocok atau tidak cocok, Alex menyarankan para Bunda konsultasi dulu ke dokter sebelum minum pil KB. Beberapa orang mungkin perlu mencoba beberapa jenis pil KB untuk menemukan kecocokan.

"Jadi sebaiknya konsultasi dulu ke dokter karena dokter akan memberikan berbagai pilihan KB untuk si ibu. Bukan memaksakan untuk memakai pil KB jenis tertentu, tapi akan menyesuaikan dengan efek samping, budget, atau takut pasang IUD," ujar Alex.

Pil KB bisa bikin jerawatan?

Ilustrasi flek hitam atau jerawat pada wajahIlustrasi jerawat pada wajah/ Foto: Getty Images/iStockphoto/miya227

Belakangan dikenal juga istilah pil KB generasi lama dan generasi baru. Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan Paruh Waktu di RS Hermina Jatinegara, dr. Adila Rossa Amanda Malik, Sp.OG, Pil KB generasi terbaru tergolong minim efek samping, Bunda.

Sedangkan pil KB generasi lama bisa menimbulkan efek samping, seperti munculnya jerawat di wajah. Tak hanya itu, pil KB generasi lama juga dapat menyebabkan mual dan perdarahan di antara waktu haid.

"Kandungan pil KB generasi lama memang bisa menyebabkan jerawat di wajah. Sedangkan pada pil KB generasi terbaru, hormon turunan progesteron diganti, sehingga reaksi mual, jerawat, dan kembung dapat ditekan," kata Adila kepada HaiBunda, belum lama ini.

"Kandungan pil KB generasi baru malah bisa membuat kulit glowing. Pil KB generasi ini sering digunakan oleh dokter kulit untuk mengobati jerawat," sambungnya.

Tips memilih alat kontrasepsi

Berikut 6 hal yang perlu Bunda tahu tentang memilih kontrasepsi yang sesuai:

  1. Penggunaan kontrasepsi, termasuk pil KB, harus disesuaikan dengan kebutuhan pemakainya
  2. Saat seorang wanita memilih kontrasepsi, dia harus diberikan pilihan oleh tenaga kesehatan. Pilihannya, apakah KB digunakan untuk mengatur jarak kehamilan dengan menunda atau menghentikan kehamilan?
  3. Kemudian, pilihan dapat mengerucut ke waktu pemakaiannya. Untuk menjarangkan kehamilan, Bunda dapat memilih KB yang efeknya tidak lama, seperti bulanan atau setahun. Namun jika tujuannya untuk menghentikan kehamilan, Bunda dapat memilih yang efeknya lebih lama, minimal 3-5 tahun atau sterilisasi.
  4. Bunda perlu memahami pemakaian alat kontrasepsi dengan benar. Misalnya, apakah akan taat minum pil KB atau tidak bila ingin menunda kehamilan?
  5. Pertimbangkan riwayat penyakit dari calon pengguna kontrasepsi, misalnya hipertensi, minum obat-obatan tertentu, atau merokok.
  6. Tenaga kesehatan perlu menjelaskan angka kegagalan setiap alat kontrasepsi, risiko, efek samping yang mungkin terjadi, serta pencegahan dari efek samping.

Bunda, yuk download aplikasi digital Allo Bank di sini. Dapatkan diskon 10 persen dan cashback 5 persen.

Simak juga video rekomendasi kondom yang aman untuk cegah kehamilan:

[Gambas:Video Haibunda]





(ank/pri)
program-kehamilan
Program Hamil Ketahui lebih jauh 30 hari perencanaan kehamilan. Cek Yuk arrow-right
Share yuk, Bun!
BERSAMA DOKTER & AHLI
Bundapedia
Ensiklopedia A-Z istilah kesehatan terkait Bunda dan Si Kecil
Rekomendasi
Menanti kelahiran Si Kecil dengan arti nama bayi yang pas untuknya nanti hanya di Aplikasi HaiBunda!
ARTIKEL TERBARU
  • Video
detiknetwork

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Ikuti perkembangan kehamilan Bunda setiap minggunya di Aplikasi HaiBunda yuk, Bun!