sign up SIGN UP search


kehamilan

Penyebab & Prosedur Kuret, hingga Informasi Biaya Rumah Sakit di Jakarta

Hasna Fadhilah   |   Haibunda Senin, 21 Nov 2022 17:45 WIB
Prosedur Kuret Prosedur Kuret hingga biayanya di rumah sakit Jakarta/ Foto: Getty Images/FatCamera

Kuret bukanlah istilah yang asing bagi para Bunda. Saat mendengar kata kuret, yang langsung terlintas di pikiran Bunda biasanya langsung terbayang mengenai seorang wanita yang mengalami keguguran. 

Meskipun umumnya proses kuret dilakukan pada wanita yang keguguran, namun ternyata ada faktor lain yang menyebabkan seorang wanita harus melakukan prosedur tersebut. 

Simak penjelasan berikut ini ya Bunda, untuk mengetahui lebih dalam mengenai prosedur kuret.


Apa itu kuret?

Kuret adalah prosedur bedah dengan melebarkan serviks lalu dimasukkan sebuah alat yang digunakan untuk mengeluarkan jaringan dari dalam rahim. Proses ini yang disebut sebagai kuretase atau dilatasi. 

Jaringan yang dikeluarkan dari dalam rahim adalah jaringan endometrium. Endometrium merupakan lapisan di dalam rahim dan tempat menempelnya ovum setelah dibuahi. Di dalam jaringan endometrium terdapat pembuluh darah yang akan luruh apabila ovum tidak dibuahi oleh sperma. Hal inilah yang menyebabkan terjadinya menstruasi.

Penyebab dan fungsi prosedur Kuret

Kuret identik dengan wanita yang mengalami keguguran atau aborsi. Namun ternyata, ada faktor-faktor lain lho yang menyebabkan seseorang harus melakukan prosedur kuret, yaitu sebagai berikut:

  1. Kuret digunakan untuk mengangkat jaringan rahim ketika seseorang mengalami keguguran atau tindakan aborsi selama trimester pertama.
  2. Menghilangkan potongan kecil plasenta setelah melahirkan. Hal ini dilakukan guna mencegah terjadinya infeksi atau perdarahan hebat.
  3. Proses kuret membantu dokter mendiagnosis atau mengobati apabila terjadi fibroid, polip, ketidakseimbangan rahim, hingga kanker rahim. Nantinya sampel jaringan rahim akan dilihat dengan mikroskop untuk memeriksa apakah ada atau tidaknya sel-sel abnormal.

Proses kuret

Proses kuret dapat dilakukan baik di klinik kesehatan atau rumah sakit di bawah penanganan tenaga medis profesional. Umumnya prosedur kuret hanya membutuhkan waktu selama 10-15 menit. Bunda dapat menyimak penjelasan berikut ini mengenai prosedur sebelum, selama dan setelah dilakukannya kuret. 

Hal yang dilakukan sebelum kuret

Sebelum melakukan kuret, tim kesehatan akan melakukan pengecekan dan meminta Bunda untuk menandatangani formulir persetujuan. Pastikan juga Bunda memberi tahu dokter apabila:

  1. Terindikasi sedang hamil 
  2. Mempunyai alergi atau sensitif terhadap obat-obatan
  3. Memiliki riwayat pendarahan atau sedang mengonsumsi obat pengencer darah

Setelah itu, Bunda juga dapat mendiskusikan dengan dokter mengenai obat bius yang digunakan selama prosedur kuret dilakukan. Terdapat 3 jenis obat bius yang biasa digunakan, yaitu bius total, bius regional (setengah badan ke bawah), dan bius lokal. 

Selama prosedur kuret

Apabila dinyatakan aman, maka dokter akan mulai melakukan prosedur kuret. Selama melakukan kuret, pasien diminta untuk berbaring terlentang dan meletakkan kakinya di sanggurdi ketika pemeriksaan panggul. Dokter kemudian akan mulai melebarkan serviks dengan spekulum. Proses kuret tidak melibatkan sayatan dan jahitan seperti operasi bedah pada umumnya, namun dokter akan membersihkan bagian rahim dengan larutan antiseptik. 

Proses kuret setidaknya melibatkan dua prosedur utama yaitu:

  1. Pelebaran rahim agar memungkinkan memasukkan alat yang hendak digunakan untuk kuret. Selain itu, dokter juga dapat menggunakan batang ramping (laminaria) ke dalam leher rahim atau menggunakan obat sebelum prosedur untuk melunakkan leher rahim dan membuatnya melebar.
  2. Proses kuret dilakukan dengan mengikis lapisan dan mengeluarkan isi jaringan dari dalam rahim menggunakan alat panjang berbentuk sendok. Dokter juga bisa menggunakan kanula untuk menyedot isi rahim yang masih tersisa. Lalu sampel jaringan akan dibawa ke laboratorium untuk diperiksa. 

Sebelum melakukan prosedur kuret, ada beberapa persiapan yang harus dilakukan, di antaranya adalah: 

  1. Apabila hendak melakukan prosedur kuret, setidaknya pasien harus ditemani oleh pendamping selama proses berlangsung hingga selesai.
  2. Pasien akan diminta untuk melakukan puasa selama 8 jam sebelum prosedur atau sesuai dengan petunjuk dari dokter. 
  3. Pasien akan diminta istirahat total selama dua hari, sehari untuk melakukan kuret dan 1 hari setelahnya untuk masa penyembuhan.. 

Setelah kuret

Setelah melalui prosedur kuret selesai dilakukan, pasien akan mengalami beberapa efek samping seperti:

  • Kram 
  • Bercak atau pendarahan ringan 
  • Apabila mendapatkan bius total, akan merasa pusing dan mual

Prosedur kuret merupakan tindakan bedah medis yang aman. Kendati begitu, meskipun jarang terjadi, ternyata kuret dapat menimbulkan beberapa komplikasi seperti:

  • Kerusakan pada jaringan serviks atau rahim
  • Infeksi
  • Sindrom asherman atau terbentuknya luka di dalam rahim. Sindrom ini dapat menyebabkan kemandulan atau perubahan siklus menstruasi. Sindrom ini dapat diperbaiki dengan melakukan pembedahan. Lakukan pemeriksaan kepada dokter apabila siklus menstruasi tidak kembali 3 bulan setelah menjalani prosedur kuret.

Selain itu, pastikan Bunda untuk menghubungi tim dokter apabila memiliki gejala sebagai berikut setelah dilakukan prosedur kuret:

  • Perdarahan berat atau berkepanjangan 
  • Pembekuan darah 
  • Demam
  • Rasa nyeri hebat 
  • Vagina mengeluarkan cairan berbau busuk atau nanah

Prosedur kuret tidak membutuhkan waktu yang lama dan pasien bisa segera pulang beberapa jam setelahnya. Meski begitu, ada beberapa hal yang harus diperhatikan setelah menjalani prosedur kuret, yaitu:

  1. Apabila telah selesai melakukan kuret, pastikan pulang ke rumah dengan ditemani oleh seorang pendamping. 
  2. Setelah melakukan kuret, dapat kembali beraktivitas secara rutin dalam 1-2 hari kemudian. Namun disarankan untuk menghindari aktivitas yang berat dan padat. 
  3. Seseorang yang telah menjalani kuret akan merasakan nyeri ringan setelahnya. Selain itu kemungkinan akan mengalami bercak atau perdarahan dalam beberapa minggu.
  4. Lapisan baru akan mulai terbentuk di dalam rahim setelah prosedur kuret. Sehingga kemungkinan siklus menstruasi berikutnya akan berubah dari jadwal biasanya. 
  5. Pastikan untuk tidak memasukkan apapun ke dalam vagina setelah kuret sampai serviks kembali normal ke ukurannya. Hal ini dikarenakan apabila lubang serviks belum kembali normal, jika ada bakteri masuk melalui vagina ke dalam rahim dapat menyebabkan terjadinya infeksi. 
  6. Jangan melakukan hubungan seksual dengan pasangan dalam kurun waktu tertentu sesuai dengan anjuran atau saran dari dokter.
  7. Tim dokter akan melakukan pemantauan lebih lanjut apabila dibutuhkan proses perawatan lanjutan jika terjadi kasus setelah melakukan prosedur kuret.

Biaya kuret ditanggung BPJS

Prosedur kuret memang tidak memerlukan waktu yang lama, meski begitu biaya yang harus dikeluarkan tidaklah sedikit. Namun Bunda kini tidak perlu khawatir, karena biaya kuret sudah ditanggung oleh BPJS Kesehatan apabila memenuhi syarat dan ketentuan dengan mengikuti sistem rujukan dari fasilitas kesehatan. Maka dari itu, ada beberapa dokumen yang harus disiapkan apabila ingin hendak mengklaim BPJS Kesehatan untuk prosedur kuret:

  • KTP peserta BPJS 
  • Kartu BPJS Kesehatan 
  • Surat rujukan dari faskes pertama 
  • Hasil USG kandungan 

Biaya kuret di rumah sakit Jakarta

Banyak rumah sakit di Jakarta yang menyediakan layanan kuret. Haibunda telah merangkum beberapa rumah sakit di Jakarta yang melayani proses kuret beserta dengan estimasi biaya:

1. Rumah Sakit Siloam MRCCC Semanggi

Estimasi biaya melakukan prosedur kuret di rumah sakit di wilayah Jakarta Selatan berkisar mulai dari Rp16.000.000.

2. RSIA Bunda Jakarta 

Estimasi biaya melakukan prosedur kuret di RSIA Bunda Jakarta  mulai dari Rp17.000.000-Rp20.000.000.

3. Mitra Keluarga Kemayoran 

Estimasi biaya melakukan prosedur kuret di Mitra Keluarga Kemayoran mulai dari Rp5.025.000.

4. RSIA Grand Family 

Estimasi biaya melakukan prosedur kuret di RSIA Grand Family Jakarta Utara mulai dari Rp7.906.000.

5. Rumah Sakit Mayapada Kuningan 

Estimasi biaya melakukan prosedur kuret di RS Mayapada Kuningan  mulai dari Rp11.825.000.

6. Rumah Sakit Yadika Kebayoran Lama 

Estimasi biaya melakukan prosedur kuret di rumah sakit ini mulai dari Rp2.827.000 - Rp10.149.000.

7. Rumah Sakit Sumber Waras

Estimasi biaya kuret di RS Sumber Waras mulai dari Rp2.772.000.

8. RSIA Bunda Aliyah Pondok Bambu 

Estimasi biaya melakukan prosedur kuret di RSIA Bunda Aliyah Pondok Bambu mulai dari Rp5.472.000.

9. Rumah Sakit Royal Progress

Estimasi biaya melakukan prosedur kuret di rumah sakit di wilayah Tanjung Priok ini mulai dari Rp4.940.000 - Rp9.870.000.

10. RSU Pekerja 

Estimasi biaya kuret di RSU Pekerja mulai dari Rp3.150.000. 

Semoga informasi mengenai prosedur kuret di atas dapat menambahkan insight ya, Bunda. Selain itu, kini Bunda tidak perlu khawatir karena biaya kuret sudah ditanggung oleh BPJS Kesehatan. 


Bunda, yuk download aplikasi digital Allo Bank di sini. Dapatkan diskon 10 persen dan cashback 5 persen.

Simak hal yang harus dilakukan pasangan suami istri setelah prosedur kuret dilakukan dalam video di bawah ini:

[Gambas:Video Haibunda]



(rap/rap)
Share yuk, Bun!
BERSAMA DOKTER & AHLI
Bundapedia
Ensiklopedia A-Z istilah kesehatan terkait Bunda dan Si Kecil
Rekomendasi
Menanti kelahiran Si Kecil dengan arti nama bayi yang pas untuknya nanti hanya di Aplikasi HaiBunda!
ARTIKEL TERBARU
  • Video
detiknetwork

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Ikuti perkembangan kehamilan Bunda setiap minggunya di Aplikasi HaiBunda yuk, Bun!