HaiBunda

KEHAMILAN

Proses Bayi Tabung untuk Calon Bunda & Ayah, Ketahui Juga Risiko dan Biaya 2022

Asri Ediyati   |   HaiBunda

Senin, 28 Nov 2022 17:22 WIB
Bayi tabung/ Foto: Getty Images/iStockphoto/Lacheev

Infertilitas terkadang menjadi kendala bagi pasangan suami istri yang memiliki harapan untuk dikaruniai keturunan. Akan tetapi, teknologi semakin maju dengan adanya program bayi tabung atau in vitro fertilization (IVF).

Program bayi tabung juga menjadi solusi pasangan suami istri yang mengalami masalah infertilitas. Tak hanya itu saja, ternyata ada banyak manfaat lain dari bayi tabung yang nantinya Bubun bahas bersama informasi lainnya.

Untuk itu simak selengkapnya tentang program bayi tabung, dari proses untuk ibu dan ayah, risiko, hingga kisaran biaya di 2022.


Pengertian dan manfaat program bayi tabung

Program bayi tabung atau IVF adalah singkatan dari in vitro fertilization (fertilisasi in vitro). Ini adalah salah satu jenis teknologi reproduksi terbantu yang lebih dikenal luas. IVF bekerja dengan menggunakan kombinasi obat-obatan dan prosedur pembedahan untuk membantu sperma membuahi sel telur, dan membantu implan sel telur yang telah dibuahi di dalam rahim.

Satu siklus penuh IVF membutuhkan waktu sekitar tiga minggu. Namun, terkadang langkah-langkah ini dipecah menjadi beberapa bagian dan prosesnya bisa memakan waktu lebih lama.

Baca Juga : Bayi Tabung

Apa saja manfaat dari program bayi tabung? Berikut penjelasannya, dikutip dari laman resmi IVF LA Fertility:

1. Secara signifikan meningkatkan peluang hamil

Manfaat IVF yang paling signifikan adalah kehamilan yang sukses dan melahirkan anak yang sehat. Meskipun hasil yang positif tidak dapat dipastikan, hal itu masih memberikan peluang yang signifikan bagi pasangan yang ingin memiliki anak setelah beberapa upaya alami yang gagal.

2. Membantu masalah di saluran tuba falopi

Masalah pada tuba falopi menyebabkan beberapa kasus infertilitas. Untungnya, IVF memungkinkan spesialis kesuburan untuk menghindari masalah tuba falopi, sehingga menyelesaikan situasi yang mustahil. Secara indikatif, IVF menawarkan solusi bagi terhambatnya pergerakan sel telur hingga ke rahim.

3. Dapat mengonfirmasi kesuburan

IVF dapat memastikan pembuahan dalam siklusnya. Dokter dapat memeriksa masalah apa pun yang dapat menghalangi interaksi normal antara sel telur dan sperma di dalam laboratorium. Jika terjadi kegagalan pembuahan, pasangan tersebut dapat memulai siklus IVF lainnya bersamaan dengan injeksi sperma intracytoplasmic (ICSI).

4. Melihat kelainan pada embrio

Ada penelitian mutakhir yang menunjukkan bagaimana IVF dapat digunakan untuk menguji kelainan pada embrio sebelum dipindahkan ke dalam rahim. Secara khusus, ada diagnosis genetik pra-implantasi yang berhasil untuk kondisi seperti Sindrom Down dan Fibrosis Kistik.

Secara keseluruhan, IVF dapat membantu orang tua  yang rentan terhadap beberapa kondisi untuk mengurangi kejadian yang sama pada anak mereka yang belum lahir. Sehingga menjadi tindakan preventif untuk kesehatan anak di masa datang.

5. Mengatasi masalah sperma

Dalam beberapa kasus, kualitas dan jumlah sperma yang rendah membuat upaya kehamilan gagal. IVF membantu mengatasi masalah sperma ini. Secara khusus, saat sel telur secara fisik memperkenalkan dirinya ke sperma, kedekatan yang lebih baik terjadi di antara keduanya.

Persiapan sebelum menjalani program bayi tabung

Sebelum memulai siklus IVF menggunakan sel telur dan sperma sendiri, Bunda dan pasangan mungkin memerlukan berbagai pemeriksaan, termasuk:

1. Pengujian cadangan ovarium

Untuk menentukan jumlah dan kualitas sel telur, dokter mungkin menguji konsentrasi hormon perangsang folikel (FSH), estradiol (estrogen) dan hormon anti-mullerian dalam darah selama beberapa hari pertama siklus menstruasi. Hasil tes, sering digunakan bersamaan dengan USG ovarium, untuk membantu memprediksi bagaimana ovarium akan merespons obat kesuburan.

2. Analisis air mani

Jika tidak dilakukan sebagai bagian dari evaluasi kesuburan awal, dokter akan melakukan analisis air mani sesaat sebelum dimulainya siklus perawatan IVF.

3. Skrining penyakit menular dan pemeriksaan rahim

Bunda dan pasangan akan diskrining untuk penyakit menular, termasuk HIV. Dokter juga akan memeriksa lapisan dalam rahim sebelum memulai IVF. Ini mungkin melibatkan sonohisterografi dan USG untuk membuat gambar rongga rahim. Atau mungkin termasuk histeroskopi dimasukkan melalui vagina dan leher rahim ke dalam rahim.

Baca kelanjutannya di halaman berikut.

Bunda, yuk download aplikasi digital Allo Bank di sini. Dapatkan diskon 10 persen dan cashback 5 persen.

Simak juga serba-serbi bayi tabung dalam video di bawah ini:



(rap/rap)
PROSES BAYI TABUNG UNTUK CALON IBU DAN AYAH

PROSES BAYI TABUNG UNTUK CALON IBU DAN AYAH

Halaman Selanjutnya

TOPIK TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

TERPOPULER

5 Potret Aulia Putri Cantik Alyssa Soebandono & Dude Harlino, Ekspresinya Selalu Menggemaskan

Parenting Nadhifa Fitrina

Momen Cindy Fatikasari & Tengku Firmansyah Pulang ke Jakarta, Resmi Jadi Nenek-Kakek

Mom's Life Annisa Karnesyia

28 Promo Spesial Hari Kartini dan Payday April 2026: Diskon Makanan hingga Minuman

Mom's Life Natasha Ardiah

Apakah Masih Bisa Hamil setelah Vasektomi?

Kehamilan Dwi Indah Nurcahyani

Bukan Soal Disiplin, Ini Ciri Kepribadian Orang yang Selalu Datang Lebih Awal

Mom's Life Natasha Ardiah

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

5 Potret Aulia Putri Cantik Alyssa Soebandono & Dude Harlino, Ekspresinya Selalu Menggemaskan

7 Rekomendasi Lanyard ID Card Brand Lokal yang Bagus & Awet, Pilih yang Terbaik!

Apakah Masih Bisa Hamil setelah Vasektomi?

Momen Cindy Fatikasari & Tengku Firmansyah Pulang ke Jakarta, Resmi Jadi Nenek-Kakek

Ditemukan 'Sel Misterius' hanya Muncul saat Hamil, Penentu Risiko Preeklamsia

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK