sign up SIGN UP search

kehamilan

10 Ciri-ciri Gerakan Bayi Masuk Panggul dan Bagaimana bila Belum Masuk Panggul?

Melly Febrida   |   Haibunda Rabu, 11 Jan 2023 20:00 WIB
Ilustrasi Ibu Hamil caption
Jakarta -

Semakin tua usia kandungan Bunda, gerak janin akan semakin terbatas. Bagaimana jika janin sudah masuk panggul, seperti apa ciri-ciri gerakan bayi masuk panggul ini? Kalau janin belum masuk panggul, apa penyebabnya?

Gerakan janin memang bervariasi dari orang ke orang dan dari bayi ke bayi. Beberapa janin banyak gerakannya seperti mencari kenyamanan, sedangkan ada juga janin yang bersantai. Apa pun itu, perubahan signifikan dalam gerakan janin selama kehamilan itu normal. Namun, ibu hamil tetap harus memantau gerakan janin.

Ciri-ciri gerakan bayi masuk panggul

Dr. James Greenberg adalah dokter kandungan/ginekolog umum bersertifikat menjelaskan perubahan gerakan janin ketika masuk panggul. Menurutnya, dalam beberapa minggu terakhir kehamilan, bumil mungkin merasakan sedikit penurunan gerakan janin. 


"Begitu bayi Anda 'turun', ia akan menjadi semakin jarang bergerak. Anda mungkin merasakan gulingan yang lebih kuat - bersamaan dengan setiap gerakan kepala bayi di leher rahim, yang mungkin terasa seperti sengatan listrik yang tajam di sana," jelas Greenberg dikutip dari Whattoexpect.

Mulai trimester dua

Greenberg bilang, bumil mulai merasakan gerakan pertama janin itu pada trimester dua. Biasanya sekitar bulan ke-5 atau minggu ke-18 hingga ke-22 kehamilan. Bumil seperti merasakan kepakan kupu-kupu, kedutan, dorongan hingga rasa lapar.

"Begitu Anda bisa merasakannya, gerakannya akan semakin akrobatik dan pukulannya semakin kuat saat ototnya semakin kuat," ujar Greenberg.

Pada saat hamil 6 bulan, gerakan kaki menjadi lebih sering dan terlihat seperti koreografi. Bumil mungkin mulai memperhatikan pola kaki kecil.

Nah, pada trimester ketiga atau bulan ke-7, janin masih memiliki cukup ruang untuk bergerak dan berputar. Gerakan semakin kuat setiap harinya.

Saat bayi bertambah berat di bulan ke-8, ruang di rahim menjadi lebih sempit. Namun bumil kemungkinan masih merasakan janin yang menggeliat dan berputar, dengan beberapa dorongan siku dan lutut.

Pada bulan ke-9, bumil kemungkinan tidak akan merasakan tendangan pukulan cepat karena tidak ada ruang untuk itu. Tetapi gerakan yang lebih besar seperti saat bayi membalikkan badan, pasti akan menarik perhatian.

Mulai sekitar minggu ke-28, dokter atau bidan mungkin menyarankan untuk menghitung tendangan bayi setiap harinya sampai melahirkan. 

"Jika Anda tidak mencapai 10 tendangan dalam satu jam, makanlah camilan dan coba lagi. Dan jika Anda tidak menghitung 10 tendangan dalam dua jam, hubungi dokter Anda. Periksa juga jika Anda berada di bulan 9 dan perhatikan adanya penurunan gerakan janin secara tiba-tiba," jelas Greenberg.

Bayi turun panggul

Saat kehamilan Bunda sudah memasuki minggu terakhir, Bunda mungkin menyadari saat melihat cermin kok perutnya jauh lebih rendah ketimbang sebelumnya. Jika seperti ini, janin kemungkinan sudah masuk panggul.

Biasanya, setelah bayi turun, dokter atau bidan menganggap sebagai tanda secara fisik bumil mampu melahirkan bayi.

Meredith Wallis, bidan-perawat bersertifikat, praktisi perawat, dan konsultan laktasi bersertifikat dewan internasional (IBCLC) mengatakan bumil tidak dapat mengetahui sudah sejauh mana janin masuk panggul. Ini hanya dapat diketahui melalui mesin ultrasound.

Saat bayi masuk panggul, bumil merasa sesak napas. Namun, sebagian besar orang sudah tidak mengalaminya. Bayi turun panggul ini artinya ada banyak ruang untuk bernapas. Namun, bumil lebih sulit berjalan dengan nyaman dalam jangka waktu yang lama.

Bumil juga jadi lebih sering ke kamar mandi, karena tekanan yang meningkat pada kandung kemih.

"Anda mungkin merasa lebih tidak nyaman, tajam atau tumpul, di sekitar leher rahim, atau mengalami sakit punggung," jelas Wallis dikutip dari Healthline.

Untuk janinnya sendiri, apa ada ciri gerakan ketika sudah masuk panggul? Berikut ringkasannya:

  1. Gerakan janin berkurang.
  2. Perut lebih turun.
  3. Bumil lebih sulit untuk berjalan-jalan dengan nyaman atau untuk jangka waktu yang lama.
  4. Sesak napas berkurang.
  5. Nyeri punggung.
  6. Merasakan ada gerakan berguling setiap kepala bayi bergerak di leher rahim.
  7. Terasa seperti ada sengatan listrik yang tajam ketika bayi berguling.
  8. Bumil lebih sering ke kamar mandi, karena tekanan yang meningkat pada kandung kemih.
  9. Bumil mungkin merasa sembelit, kesulitan buang air besar, atau mengalami wasir yang tidak menyenangkan karena tekanan yang meningkat di panggul.
  10. Keluarnya lendir vagina meningkat karena tekanan di sekitar panggul membantu menipiskan serviks.

Penyebab bayi belum turun panggul

Bagaimana dengan janin yang belum turun panggul, apa penyebabnya?

  1. Dagu janin terangkat, membuat ukuran kepala lebih panjang dari depan ke belakang
  2. Kepala bayi Occiput Posterior yakni tumpang tindih dengan tulang kemaluan, dalam medis disebut diameter yang tidak menguntungkan.
  3. Terlalu banyak cairan ketuban sehingga bayi mengapung, terlalu banyak bergerak sebelum kontraksi.
  4. Kepala terlalu besar untuk panggul namun ini jarang terjadi.
  5. Skoliosis parah membuat tulang belakang melengkung di atas pintu panggul menghalangi jalan bayi.
  6. Bayi belum jatuh tempo.
  7. Ibu pernah melahirkan sebelumnya dan bayi akan lahir dengan kontraksi teratur.
  8. Plasenta menghalangi jalan bayi, mencegah bayi turun panggul.
  9. Segmen bawah rahim sedikit memutar yang mengurangi ruang untuk bayi.
  10. Bentuk panggul tidak cukup besar.

Bunda, yuk download aplikasi digital Allo Bank di sini. Dapatkan diskon 10 persen dan cashback 5 persen.

Saksikan juga yuk video tentang 5 cara ampuh percepat pembukaan:

[Gambas:Video Haibunda]



(pri/pri)
Share yuk, Bun!
BERSAMA DOKTER & AHLI
Bundapedia
Ensiklopedia A-Z istilah kesehatan terkait Bunda dan Si Kecil
Rekomendasi
Menanti kelahiran Si Kecil dengan arti nama bayi yang pas untuknya nanti hanya di Aplikasi HaiBunda!
ARTIKEL TERBARU
  • Video
detiknetwork

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Ikuti perkembangan kehamilan Bunda setiap minggunya di Aplikasi HaiBunda yuk, Bun!