sign up SIGN UP search


kehamilan

3 Olahraga yang Aman dilakukan Ibu Hamil #DiRumahAja Saat Trimester Tiga

Annisa Karnesyia Rabu, 22 Apr 2020 07:02 WIB
Beautiful pregnant woman enjoys exercising yoga at her home.Virabhadrasana/Warrior pose caption
Jakarta - Selama melakukan social distancing dengan #DiRumahAja, bukan alasan bagi Bunda untuk tidak bergerak ya. Apalagi saat kehamilan memasuki usia trimester ketiga, harus diimbangi olahraga.

Olahraga memang bagus untuk kesehatan fisik ibu hamil, terutama mempersiapkan persalinan. Sering bergerak dipercaya mampu mengurangi stres.


"Ketika kita banyak pikiran, kita sulit mengatasi stres. Namun dengan bergerak atau melakukan pekerjaan akan menciptakan tubuh yang lebih tangguh dalam menangani kegiatan sehari-hari," kata Carolyn Appel, C.S.C.S., direktur pendidikan di PROnatal Fitness, dikutip dari Shape, Selasa (21/4/2020).


Sayangnya, olahraga menjadi suatu yang berat dilakukan ibu hamil di trimester ketiga. Selain sering mulas, frekuensi buang air kecil ibu hamil juga jadi lebih sering sehingga membuatnya enggan bergerak.

Untuk Bunda yang ingin olahraga di trimester ketiga, sebaiknya lebih memperhatikan kondisi tubuh dan keamanan. Hindari melakukan olahraga dengan gerakan melompat.

Lalu apa saja olahraga yang aman dilakukan di rumah? Dilansir berbagai sumber, berikut 3 jenis olahraga yang dapat ibu hamil di trimester ketiga:

1. Pilates

Pilates merupakan latihan low-impact yang sangat bagus untuk ibu hamil di trimester ketiga. Instruktur pilates dan olahraga Kate Marcin mengatakan, pilates baik untuk membangun inti stabilitas selama hamil.

"Inti (core) melemah ketika perut membesar dan dapat menyebabkan sakit punggung dan nyeri pinggang," kata Marcin, dilansir Healthline.

Gerakan pada pilates yang klasik dapat memperkuat otot perut dalam, transversus abdominis. Tujuan gerakan adalah meningkatkan postur tubuh secara keseluruhan.

Ilustrasi ibu hamil olahragaIlustrasi ibu hamil olahraga/ Foto: Getty Images/iStockphoto/LittleBee80

2. Yoga

Sama halnya dengan pilates, Yoga juga jenis latihan low-impact. Penelitian menunjukkan bahwa yoga dapat meredakan kecemasan dan depresi yang terkadang menyertai kehamilan.

Dalam sebuah penelitian yang diterbitkan Complementary Therapies di Clinical PracticeTrusted Source, sekelompok wanita hamil yang mengalami depresi ikut kelas yoga selama 20 menit di minggu ke-22 hingga 34 kehamilan. Para wanita melaporkan peningkatan suasana hati dan berkurangnya rasa sakit dan insiden kelahiran prematur dan caesar yang lebih rendah, Bun.

3. Bodyweight

Latihan angkat berat tidak dianjurkan dilakukan ibu hamil di trimester ketiga, terutama kalau tak terbiasa melakukannya. Ibu hamil bisa melakukan latihan ringan bodyweight gerakan squat, push ups di dinding, dan plank yang dimodifikasi.

"Hindari crunches dan gerakan otot perut yang membuat ibu telentang. Bagi wanita hamil trimester ketiga, berbaring telentang untuk jangka waktu lama sulit dilakukan," ujar Marcin.

Namun, sebelum berolahraga Bunda juga harus memastikan fisik siap dan sehat ya. Berikut beberapa kondisi yang tak dianjurkan olahraga saat hamil

Mengutip WebMD, jika Bunda memiliki masalah medis, seperti asma, penyakit jantung, atau diabetes, mungkin tak dianjurkan untuk olahraga. Aktivitas fisik dapat berbahaya kalauĀ ibu hamil memiliki kondisi seperti:

1. Berdarah atau muncul bercak
2. Plasenta rendah
3. Pernah mengalamiĀ keguguran berulang
4. Sebelumnya pernah melahirkan prematur
5. Leher rahim lemah

Wanita dengan kondisi tersebut dapat berkonsultasi ke layanan kesehatan sebelum mulai program olahraga.

Semoga membantu ya, Bunda.


Simak juga contoh gerakan yoga untuk ibu hamil, di video berikut:

[Gambas:Video Haibunda]



(ank/rap)
Share yuk, Bun!

Rekomendasi