KEHAMILAN
5 Penyebab Hamil di Luar Kandungan dan Cara Mengatasinya, Bunda Perlu Tahu
Melly Febrida | HaiBunda
Jumat, 17 Feb 2023 16:15 WIBBunda tentu pernah mendengar istilah hamil di luar kandungan. Kondisi ini biasanya lebih dikenal dengan kehamilan ektopik. Apa saja penyebab hamil di luar kandungan dan bagaimana cara mengatasinya?
Kehamilan di luar kandungan ini harus segera ditangani karena bisa membahayakan ibu, selain itu janin juga tidak dapat berkembang dengan baik.
Hamil di luar kandungan
Dr. Debra Rose Wilson, seorang profesor, peneliti, dan praktisi kesehatan holistik, menjelaskan bahwa pada kehamilan ektopik ini sel telur yang telah dibuahi tidak menempel pada rahim, melainkan menempel di luarnya seperti tuba fallopi, rongga perut, atau leher rahim.
Dan pada saat tes kehamilan, hasilnya sedang hamil. Namun, sel telur yang dibuahi itu tidak dapat tumbuh dengan baik jika tidak di rahim.
Bunda mungkin juga akan mengalami gejala kehamilan seperti mual dan nyeri payudara. Namun, ada beberapa gejala yang sering terjadi pada kehamilan ektopik dan dapat mengindikasikan keadaan darurat medis:
- Gelombang rasa sakit yang tajam di perut, panggul, bahu, atau leher
- Sakit parah yang terjadi di satu sisi perut
- Bercak atau perdarahan vagina ringan hingga berat
- Pusing atau pingsan
- Tekanan rektal
"Anda harus menghubungi dokter atau mencari perawatan segera jika tahu bahwa sedang hamil dan memiliki gejala-gejala tersebut," kata Wilson berpesan.
Menurut American Academy of Family Physicians (AAFP), kehamilan ektopik terjadi pada sekitar 1 dari setiap 50 kehamilan (20 dari 1.000).
Penyebab hamil di luar kandungan
Wilson mengatakan penyebab kehamilan ektopik ini tidak selalu jelas. Pada beberapa kasus, kondisi di bawah ini dikaitkan dengan kehamilan ektopik:
- Peradangan dan jaringan parut pada saluran tuba dari kondisi medis sebelumnya, infeksi, atau pembedahan
- Faktor hormonal
- Kelainan genetik
- Cacat lahir
- Kondisi medis yang memengaruhi bentuk dan kondisi saluran tuba dan organ reproduksi
Semua wanita yang aktif secara seksual berisiko mengalami kehamilan ektopik. Namun, ada beberapa faktor risiko yang dapat meningkatkan wanita mengalami kehamilan ektopik.
- Usia ibu 35 tahun atau lebih
- Alami kehamilan ektopik sebelumnya
- Riwayat operasi panggul, operasi perut, atau aborsi
- Riwayat penyakit radang panggul (PID), infeksi yang dapat menyebabkan jaringan parut terbentuk di saluran tuba, rahim, ovarium, dan leher rahim
- Perawatan untuk infertilitas dengan fertilisasi in vitro (IVF)
- Riwayat endometritis
- Merokok
- Riwayat kehamilan ektopik
- Riwayat infeksi menular seksual (IMS), seperti gonore atau klamidia
- Memiliki kelainan struktural pada saluran tuba yang membuat sel telur sulit untuk melakukan perjalanan
Jika Bunda memiliki salah satu faktor risiko di atas, bicarakan dengan dokter untuk meminimalkan risiko kehamilan ektopik di masa depan.
Diagnosis kehamilan di luar kandungan
Melansir laman ClevelandClinic, kebanyakan wanita tidak tahu kehamilannya di luar kandungan sampai pemeriksaan ke bidan atau dokter.
Untuk mendiagnosis kehamilan ektopik, dokter akan melakukan beberapa tes, termasuk pemeriksaan panggul dan konfirmasi kehamilan. Tes ini meliputi:
Tes urine: Tes ini melibatkan kencing pada strip tes atau ke dalam cangkir dan kemudian strip tes dicelupkan ke dalam sampel urine.
Tes darah: Dokter dapat menguji darah untuk melihat seberapa banyak hormon human chorionic gonadotropin (HCG) di tubuh wanita. Tubuh hanya membuat HCG selama kehamilan. Jumlah yang rendah dapat mengindikasikan kehamilan ektopik karena kadar HCG meningkat secara dramatis saat sel telur yang telah dibuahi ditanamkan di rahim.
Pemeriksaan USG: USG menggunakan gelombang suara untuk membuat gambar struktur internal tubuh. Dokter akan menggunakan tes ini untuk melihat di mana sel telur yang telah dibuahi ditanamkan.
Setelah dokter mengonfirmasi kehamilan ektopik dan menentukan di mana sel telur yang telah dibuahi ditanamkan, dokter akan mendiskusikan rencana perawatan selanjutnya. Penanganan kehamilan ektopik ini dengan pengobatan atau pembedahan.
1. Methotrexate untuk kehamilan ektopik
Dalam beberapa kasus, dokter mungkin menyarankan penggunaan obat yang disebut metotreksat untuk menghentikan pertumbuhan sel telur yang telah dibuahi, mengakhiri kehamilan. Obat tersebut tidak boleh merusak saluran tuba. Namun, Bunda tidak dapat menggunakan obat ini jika saluran tuba sudah pecah.
Dokter memberi metotreksat sebagai suntikan tunggal. Opsi ini kurang invasif dibandingkan pembedahan, tetapi memerlukan janji tindak lanjut sehingga dokter dapat memantau kadar HCG.
Dalam kasus yang jarang terjadi, injeksi metotreksat kedua diperlukan jika kadar HCG tidak cukup menurun dengan satu dosis. Bicaralah dengan dokter tentang kemungkinan efek samping dan risiko metotreksat.
2. Pembedahan untuk kehamilan ektopik
Dokter perlu mengangkat kehamilan ektopik dengan pembedahan jika tuba fallopi pecah atau jika berisiko pecah. Ini adalah operasi darurat dan perawatan yang menyelamatkan jiwa.
Prosedur yang dilakukan biasanya secara laparoskopi (melalui beberapa sayatan kecil di perut ) saat Bunda tertidur dengan anestesi. Dokter bedah dapat mengangkat seluruh tuba falopi dengan telur yang masih berada di dalamnya atau mengeluarkan telur dari tuba.
Pencegahan kehamilan di luar kandungan
Bunda tidak dapat mencegah kehamilan ektopik. Namun, dapat mencoba mengurangi risiko dengan mengikuti kebiasaan gaya hidup yang baik. Ini bisa termasuk tidak merokok, mencapai dan mempertahankan berat badan yang sehat, serta mencegah infeksi menular seksual (IMS).
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
Saksikan video tentang mengenal kehamilan di luar kandungan:
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
Bukan Morning Sickness, Ini Alasan Anggi Marito Putuskan Tak Manggung selama Hamil
Inggris Terbitkan 'Sertifikat Keguguran' untuk Orang Tua yang Berduka, Tujuannya Ternyata..
Mengenal Desiderosmia saat Ibu Hamil Ngidam Beragam Aroma Tak Biasa, Termasuk Bensin
5 Penyebab Paling Umum Flek saat Hamil 2 Bulan, Bedakan dengan Pendarahan ya Bun
TERPOPULER
9 Ciri Kepribadian Orang yang Selalu Bersihkan Rumah di Malam Hari Menurut Psikologi
5 Potret Kiyomi Anak Jennifer Bachdim Curi Perhatian, Suka Latihan Hyrox & Ikut Ajang Lari
7 Public Figure yang Hamil dengan Jarak Berdekatan, Lesti Kejora hingga Istri Rigen
5 Potret Terbaru Ashanty Makin Langsing Usai Sukses Diet IF & Olahraga
Edutrip Ceria! Winner's Squad Menjelajah Hong Kong Bareng Nutrilon Royal & Indomaret
REKOMENDASI PRODUK
11 Rekomendasi Yogurt Rendah Gula Tanpa Tambahan Perasa, Pilih yang Terbaik untuk Si Kecil
KinanREKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Muted Eyeshadow untuk Look Lembut dan Tidak Mencolok
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
10 Lotion Anti Nyamuk untuk Bayi yang Aman dan Melindungi Kulit Si Kecil
Nadhifa FitrinaREKOMENDASI PRODUK
9 Sepatu Karet Perempuan Waterproof yang Nyaman saat Hujan, Cocok untuk Kerja
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
9 Underpad Bayi untuk Perlindungan Maksimal, Pilih yang Aman dan Bagus Bun!
Nadhifa FitrinaTERBARU DARI HAIBUNDA
9 Ciri Kepribadian Orang yang Selalu Bersihkan Rumah di Malam Hari Menurut Psikologi
5 Potret Kiyomi Anak Jennifer Bachdim Curi Perhatian, Suka Latihan Hyrox & Ikut Ajang Lari
7 Public Figure yang Hamil dengan Jarak Berdekatan, Lesti Kejora hingga Istri Rigen
Edutrip Ceria! Winner's Squad Menjelajah Hong Kong Bareng Nutrilon Royal & Indomaret
Berapa Kali Normalnya Bayi Baru Lahir BAB?
FOTO
VIDEO
DETIK NETWORK
-
Insertlive
Ameera Khan Bandingkan Rasanya Pacaran Dengan Pria Indonesia dan Malaysia
-
Beautynesia
4 Manfaat Jalan Kaki Mundur yang Tidak Diketahui Banyak Orang
-
Female Daily
Goodbye Bibir Kering! 3CE Velvet Plush Lip Tint Hadir dengan Tekstur Velvet Super Nyaman
-
CXO
GOT7 Rilis Album Baru, Persiapan Harus Lewat Video Call Karena Hal Ini
-
Wolipop
Pesona Maia Estianty Berkebaya Hitam, Pancarkan Aura Cantik Wanita Indonesia
-
Mommies Daily
Tips Berhubungan Intim saat Puasa, Kapan Waktu yang Tepat?