KEHAMILAN
5 Gaya Hidup Ibu Hamil untuk Mencegah Bayi Down Syndrome
Melly Febrida | HaiBunda
Sabtu, 20 Apr 2024 21:30 WIBDown syndrome merupakan kelainan genetik yang bisa terjadi pada siap pun. Ibu hamil dapat melakukan beberapa gaya hidup untuk mencegah down syndrome.
Down syndrome ini sering kali tidak diturunkan melainkan berkembang ketika terjadi kesalahan atau kelainan pada pembelahan sel selama perkembangan awal janin yang menyebabkan kelainan salinan kromosom 21
Dilansir Lybrate, kondisi ini dapat memengaruhi pertumbuhan fisik dan kemampuan kognitif seseorang, sehingga menyebabkan masalah perkembangan sedang hingga ringan.
Bayi down syndrome
Satu dari setiap 700 kehamilan menghasilkan kelahiran anak dengan Sindrom Down. Anak yang lahir dengan kondisi ini memiliki ciri khas – kepala kecil, leher pendek, wajah rata, lidah menjulur, dan kelopak mata miring ke atas.
Beth Oller, MD, FAAFP, seorang dokter, mengatakan down syndrome menyebabkan masalah fisik dan cacat intelektual. Dan setiap orang yang terlahir dengan sindrom ini memiliki masalah yang berbeda-beda.
"Beberapa mempunyai masalah kesehatan. Ini bisa termasuk penyakit jantung, masalah pendengaran, gangguan tiroid, obesitas, atau masalah dengan usus. Banyak yang memulai pengobatan untuk masalah medis sejak dini dan menjalani kehidupan yang utuh, sehat, dan produktif," kata Oller dilansir Family Doctor.
Faktor risiko dan tes down syndrome saat hamil
Ada beberapa faktor yang meningkatkan risiko ibu hamil memiliki anak dengan Sindrom Down:
1. Usia ibu lanjut
Semakin tua usia perempuan, semakin tua pula sel telurnya. Sel telur yang lebih tua itu lebih cenderung membelah tidak normal.
Pada usia 35 tahun, risiko Bunda memiliki bayi dengan Sindrom Down sekitar 1 berbanding 350. Pada usia 40 tahun, risikonya adalah 1 berbanding 100. Pada usia 45 tahun, risiko 1 berbanding 30.
2. Sudah mempunyai anak dengan down syndrome
Apabila Bunda memiliki bayi down syndrome, berpeluang 1 dari 100 untuk memiliki bayi dengan kondisi itu lagi.
3. Menjadi pembawa kelainan kromosom
Pria maupun perempuan dapat membawa kelainan translokasi. Jika Bunda seorang karier maka berisiko menurunkan ke anak.
Untuk itu ibu hamil perlu skrining down syndrome. Ini bagian normal dari perawatan prenatal dan telah berkembang seiring berjalannya waktu.
Tes prenatal noninvasif (NIPT) adalah tes darah yang digunakan dalam skrining prenatal. Hal ini dapat menentukan risiko janin terlahir dengan kelainan genetik tertentu.
Menurut National Institutes of Health, tes ini paling sering digunakan untuk mencari kelainan kromosom, seperti kelainan yang menyebabkan down syndrome. NIPT dianggap non-invasif karena hanya memerlukan pengambilan darah dari ibu hamil dan tidak menimbulkan risiko apa pun pada janin.
Ibu hamil juga dapat mendiagnosis kondisi ini sebelum lahir melalui tes diagnostik. Ini melibatkan pemeriksaan jaringan dan cairan di dalam rahim untuk mencari kromosom ekstra. Hal ini dapat dilakukan melalui:
- Pengambilan Chorionic villus sampling (CVS). Ini mengambil sampel plasenta selama minggu ke 10 hingga 14 kehamilan.
- Mengambil sampel cairan ketuban selama minggu ke 14 hingga 18 kehamilan.
- Pengambilan sampel darah pusar perkutan (PUBS). Ini mengambil sampel darah janin di tali pusat selama minggu ke 18 hingga 22 kehamilan. Ini adalah tes yang paling akurat.
Namun, tes ini memiliki risiko dapat menyebabkan keguguran. Jadi, tes ini hanya digunakan jika ada kemungkinan lebih tinggi terjadinya masalah genetik pada bayi.
"Ini dapat terjadi jika ibu berusia 35 tahun ke atas atau jika ibu menerima hasil pemeriksaan yang tidak normal. Setelah lahir, dokter Anda dapat menguji darah bayi untuk mencari kromosom tambahan. Hal ini dilakukan jika bayi memiliki salah satu fisiknya semua tanda atau cacat lahir dari down syndrome," ujar Oller.
Keputusan untuk melakukan tes terserah Bunda. Beberapa ibu hamil merasa lebih baik mengetahui risikonya. Sehingga bisa mempersiapkan diri menghadapi kemungkinan memiliki bayi yang mengidap kondisi ini.
Sindrom ini tidak dapat dicegah, karena down syndrome merupakan kelainan yang disebabkan oleh kelainan jumlah kromosom.
"Tidak ada yang dapat dilakukan untuk mencegah atau menghindari anak Anda menderita sindrom ini. Namun, risikonya lebih rendah jika hamil di usia yang lebih muda," katanya.
Meski tak dapat mencegah, tak ada salahnya Bunda menerapkan pola hidup sehat. Down syndrome dapat terjadi pada siapa pun, namun kebiasaan bergaya hidup sehat kemungkinan dapat membantu mencegah terjadinya kondisi ini pada janin.
Berikut lima gaya hidup yang dapat ibu hamil jalani dilansir dari laman Kemenkes.
- Konsumsi makanan bergizi.
- Mengonsumsi sayuran dan buah-buahan segar.
- Olahraga teratur.
- Hindari kebiasaan minum-minum beralkohol.
- Hindari merokok.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(pri/pri)Simak video di bawah ini, Bun:
5 Makanan Beryodium Tinggi yang Baik untuk Ibu Hamil
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
8 Tanda Hamil Bayi Down Syndrome dan Cara Mencegahnya
8 Ciri Janin Terdeteksi Down Syndrome, Ketahui Pencegahan di Kehamilan Selanjutnya
5 Tes Kehamilan untuk Cek Kelainan Janin, Termasuk NIPT untuk Cek Down Syndrome
4 Tes Ini Mampu Minimalkan Risiko Down Syndrome pada Janin
TERPOPULER
5 Shio Paling Kuat Menurut Astrologi China, Naga Disebut Punya Jiwa Pemimpin
5 Potret Xavier Young Min Ha, Anak Semata Wayang Rini Yulianti yang Keturunan Korea
11 Ciri Kepribadian Karyawan dengan Performa Tinggi di Tempat Kerja, Jarang Dimiliki
Tim Ratoh Jaroe SDIT Citra Az-Zahra Raih Juara 2 Piala Wali Kota Jakpus, Siap Melaju ke Tingkat Nasional
Benarkah Kipas Angin Gantung Bisa "Membunuh" Energi Positif? Ini Kata Feng Shui
REKOMENDASI PRODUK
9 Rekomendasi AC 1/2 PK Inverter Low Watt, Bagus dan Hemat Listrik
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Portable Solar Generator untuk Cadangan Listrik di Rumah
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
9 Stiker Label Nama Buku Tulis & Pelajaran yang Aesthetic hingga Lucu
Annisa KarnesyiaREKOMENDASI PRODUK
7 Teko Pemanas Air Listrik Terbaik dengan Watt Kecil
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
9 Rekomendasi Merek Sabun Mandi untuk Ibu Hamil yang Aman
Annisa KarnesyiaTERBARU DARI HAIBUNDA
5 Shio Paling Kuat Menurut Astrologi China, Naga Disebut Punya Jiwa Pemimpin
5 Potret Xavier Young Min Ha, Anak Semata Wayang Rini Yulianti yang Keturunan Korea
11 Ciri Kepribadian Karyawan dengan Performa Tinggi di Tempat Kerja, Jarang Dimiliki
Al Ghazali Ultah ke-29, Rayakan Bareng Keluarga hingga Dapat Ucapan Manis dari Bunda Maia
Tim Ratoh Jaroe SDIT Citra Az-Zahra Raih Juara 2 Piala Wali Kota Jakpus, Siap Melaju ke Tingkat Nasional
FOTO
VIDEO
DETIK NETWORK
-
Rekomendit
Ciput Model Ini Lagi Rame di Konten Kreator Hijab, Ini Alasan di Baliknya
-
Beautynesia
3 Ciri Kepribadian Orang yang Menolak Teknologi AI dan ChatGPT
-
Female Daily
Intip Gaya Han So Hee dengan Tas Dior, Simple tapi Tetap Elegan!
-
CXO
Turnamen Voli SBY Cup 2026 di Magelang 13-17 Mei, Ada LavAni-Samator
-
Wolipop
Foto: Nicole Kidman Pamer Gaya Gothic-Seksi dalam Gaun Lace Transparan
-
Mommies Daily
Bandung-Malang Naik Apa? Ini Perbandingan Sleeper Bus, Kereta, dan Pesawat: Cek Harga dan Durasi