KEHAMILAN
Ingin Hamil Kembali dengan Riwayat Preeklamsia, Apakah Bisa Sembuh?
Annisa Karnesyia | HaiBunda
Rabu, 17 Jul 2024 08:42 WIBPreeklamsia yang terjadi selama kehamilan dapat menimbulkan risiko pada Bunda dan janin. Preeklamsia dapat menyebabkan pembekuan darah yang bisa memengaruhi organ, seperti hati dan ginjal.
Lantas, apakah preeklamsia bisa sembuh? Apa kondisi ini dapat terulang di kehamilan berikutnya ya?
Simak yuk penjelasan dari Bubun berikut ini!
Preeklamsia saat hamil
Preeklamsia adalah kondisi di mana tekanan darah ibu hamil meningkat hingga mencapai 140/90 mmHG. Menurut American College of Obstetricians and Gynecologists (ACOG), preeklamsia biasanya berkembang setelah usia kehamilan 20 minggu atau seringkali terjadi di trimester ketiga.
"Preeklamsia adalah kelainan serius yang dapat mempengaruhi seluruh organ di tubuh ibu hamil. Jika terjadi sebelum usia kehamilan 34 minggu, kondisi ini disebut early-onset preeclampsia. Hal ini juga dapat berkembang dalam beberapa minggu setelah melahirkan," demikian penjelasan ACOG dalam laman resminya.
Sejauh ini, penyebab preeklamsia belum diketahui pasti. Namun, ada beberapa faktor yang bisa menyebabkan ibu hamil masuk kategori risiko tinggi dan sedang. Berikut yang masuk dalam risiko tinggi terkena preeklamsia:
- Kehamilan lebih dari satu janin
- Hipertensi kronis
- Kondisi autoimun, seperti lupus (systemic lupus erythematosus atau SLE)
- Penyakit ginjal
Berikut faktor risiko sedang preeklamsia saat hamil:
- Hamil untuk pertama kalinya
- Hamil dengan jarak 10 tahun dari sebelumnya
- Indeks Massa Tubuh (IMT) lebih dari 30
- Berusia 35 tahun atau lebih
- Pernah mengalami komplikasi kehamilan sebelumnya, seperti melahirkan bayi dengan berat lahir rendah
- Menjalani program bayi tabung
- Ras kulit hitam
Program hamil dengan riwayat preeklamsia
Menurut NHS, preeklamsia bisa sembuh setelah Bunda melahirkan. Tapi, bukan berarti kondisi ini tidak akan terulang di kehamilan berikutnya.
Studi yang dilakukan oleh tim peneliti dari Johns Hopkins Medicine menemukan bahwa seorang perempuan yang mengalami preeklamsia di kehamilan pertama, dapat berisiko mengalaminya kembali di kehamilan kedua. Studi ini diterbitkan di Journal of the American Heart Association tahun 2021.
Hasil studi menemukan bahwa risiko preeklamsia di kehamilan kedua meningkat pada perempuan yang mengalami komplikasi serius di kehamilan pertama, ditandai dengan tekanan darah tinggi dan kemungkinan terjadinya kerusakan organ.
"Seorang perempuan yang mengalami preeklamsia pada kehamilan pertamanya lebih berisiko mengalami kondisi serupa di kehamilan kedua atau seterusnya," ujar ketua tim peneliti dari Division of General Internal Medicine, S. Michelle Ogunwole, M.D.
Tim peneliti menemukan bahwa obesitas, diebetes gestasional, diabetes sebelum hamil, tekanan darah tinggi, dan kelahiran prematur merupakan faktor penyebab preeklamsia terulang di kehamilan kedua.
Menurut ulasan di laman Parents, riwayat keturunan keluarga juga dapat meningkatkan peluang preeklamsia terulang, Bunda. Studi tahun 1998 di International Journal of Gynecology & Obstetrics memaparkan bahwa riwayat keluarga dengan preeklamsia bahkan dikaitkan dengan peningkatan risiko preeklamsia 4 kali lipat pada perempuan yang hamil pertama kali.
Cara mencegah preeklamsia terulang di kehamilan kedua
Sejauh ini, tidak ada cara pasti untuk mencegah preeklamsia. Tetapi, ada beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk meminimalkan risiko.
1. Membekali diri sendiri dengan pengetahuan yang cukup
Sebelum memulai program hamil, ada baiknya Bunda membekali diri sendiri dengan pengetahuan seputar preeklamsia. Tak hanya saat merencanakan anak kedua, tapi sejak awal berencana ingin membangun keluarga.
Perlu diketahui ya, preeklamsia yang parah bisa menyebabkan sindrom HELLP, yakni suatu kondisi yang memengaruhi pemecahan sel darah merah, pembekuan darah, dan fungsi hati. Preeklamsia yang tak diobati juga dapat menimbulkan kejang atau eklamsia. Pada akhirnya, kondisi ini dapat menyebabkan kerusakan organ pada ibu hamil.
Informasi seputar preeklamsia bisa Bunda dapatkan dari dokter atau tenaga kesehatan, seperti bidan atau perawat. Selain itu, Bunda juga mendapatkan informasi dari buku dan media kesehatan.
2. Memilih tim media yang tepat
Sebelum menjalani kehamilan kedua, Bunda jangan lupa untuk memilih tim medis yang kompeten. Pastikan memberi tahu riwayat preeklamsia Bunda kepada tenaga kesehatan agar mendapatkan pengawasan yang ketat.
Selama kehamilan kedua, dokter mungkin akan menjadwalkan kontrol lebih banyak dari biasanya. Selain melakukan USG untuk memeriksa janin, dokter juga akan memantau tekanan darah, kadar protein dalam urine, serta gejala yang mungkin muncul.
3. Fokus pada kesehatan
Sebelum dan saat hamil, Bunda juga perlu menjaga kondisi kesehatan. Menjalani pola hidup sehat dapat mencegah terjadinya preeklamsia.
Cobalah untuk mengonsumsi makanan bergizi. Penelitian tahun 2022 di BMJ Nutrition, Prevention & Health menunjukkan bahwa asupan buah dan sayuran yang tinggi dapat mengurangi risiko preeklamsia, sementara asupan tinggi daging olahan, camilan asin, dan minuman manis, dapat meningkatkan risiko.
Selain mengonsumsi makanan sehat, jangan lupa untuk rutin berolahraga ya. Studi yang diterbitkan di BMC Public Health tahun 2022 telah membuktikan bahwa olahraga setiap hari dapat mengurangi risiko masalah kehamilan, termasuk preeklamsia.
Demikian serba-serbi perencanaan kehamilan kedua pada Bunda dengan riwayat preeklamsia. Semoga informasi ini bermanfaat ya.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(ank/ank)Simak video di bawah ini, Bun:
Preeklamsia pada Ibu Hamil, Mulai dari Gejala hingga Faktor Risikonya
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
3 Cara Preeklamsia Tak Terulang di Kehamilan Kedua, Hindari Minum Obat Sembarangan Bun
Faktor Risiko & Deteksi Dini Preeklamsia pada Ibu Hamil, Jangan Disepelekan
Kabar Bayi Terkecil di Dunia, Dulu Lahir 212 gr & Diprediksi Sulit Bertahan Hidup
Konsumsi Asam Folat Bisa Cegah Preeklamsia? Ini Kata Dokter Bun
TERPOPULER
Disebut Mirip Bae Suzy, 5 Potret Pesona Eleanor Anak Ussy Sulistiawaty & Andhika Pratama
5 Potret Victoria Anak Laura Theux & Indra Brotolaras Selalu Curi Perhatian, Terbaru Main Bareng Ayah
Mengenal Postcoital Dysphoria, Rasa Sedih setelah Berhubungan Intim
Seperti Aurelie Moeremans, 6 Artis Indonesia Ini Menuangkan Kisah Hidupnya ke dalam Buku
Panduan Cara Menanam Kangkung di Rumah untuk Pemula & Lahan Sempit
REKOMENDASI PRODUK
3 Tips Jaga Pencernaan Anak saat Bepergian
Tim HaiBundaREKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Muted Lip Tint, Pas untuk Makeup Look Lembut
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
10 Rekomedasi Susu Program Hamil untuk Dukung Keberhasilan Promil
Dwi Indah NurcahyaniREKOMENDASI PRODUK
Review Eomma Head to Toe Happiness, Sampo & Sabun Mandi untuk Perawatan Bayi
Firli NabilaREKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Lipstik Warna Muted, Ada Pilihan Bunda?
Amira SalsabilaTERBARU DARI HAIBUNDA
Disebut Mirip Bae Suzy, 5 Potret Pesona Eleanor Anak Ussy Sulistiawaty & Andhika Pratama
5 Potret Victoria Anak Laura Theux & Indra Brotolaras Selalu Curi Perhatian, Terbaru Main Bareng Ayah
Mengenal Postcoital Dysphoria, Rasa Sedih setelah Berhubungan Intim
Panduan Cara Menanam Kangkung di Rumah untuk Pemula & Lahan Sempit
Seperti Aurelie Moeremans, 6 Artis Indonesia Ini Menuangkan Kisah Hidupnya ke dalam Buku
FOTO
VIDEO
DETIK NETWORK
-
Insertlive
Diduga Sewa Buzzer, Roby Tremonti Tawar Harganya karena Kemahalan
-
Beautynesia
Tes Kepribadian: Gambar Pertama yang Dilihat Bisa Ungkap Caramu Hadapi Tekanan Hidup
-
Female Daily
Intip Look Boyfriend Material Jaemin NCT yang Ditunjuk Sebagai New Icon Lee Jeans Asia Pacific!
-
CXO
GOT7 Rilis Album Baru, Persiapan Harus Lewat Video Call Karena Hal Ini
-
Wolipop
Potret Pemain Timnas Eliano Reijnders Melamar Kekasih Setelah Punya 2 Anak
-
Mommies Daily
Baru di Minggu Ini: Wings Food Rilis Ramen YES hingga UT Manga Collection dari UNIQLO