KEHAMILAN
Mengenal Kondisi Phochomelia, Bayi Lahir dengan Ukuran Kaki & Tangan yang Tak Normal
Melly Febrida | HaiBunda
Kamis, 17 Oct 2024 15:54 WIBBayi bisa lahir dengan kondisi langka meski jarang terjadi. Salah satunya dengan kondisi phochomelia, yakni bayi yang lahir dengan ukuran kaki dan tangan yang tidak normal. Bayi dengan phochomelia biasanya memiliki kaki dan tangan yang jauh lebih kecil atau bahkan tidak ada sama sekali.
Amita Shroff, MD, dokter bersertifikat ganda dalam bidang kedokteran anak umum dan kedokteran darurat anak menjelaskan bahwa phocomelia dapat disebabkan sindrom genetik atau paparan obat tertentu selama kehamilan.
"Phocomelia tidak dapat disembuhkan, tetapi ada cara untuk membantu orang mengelola kondisi tersebut," kata Shroff dilansir dari WebMD.
Apa itu phochomelia?
Shroff menjelaskan, phocomelia adalah cacat lahir langka. Penyakit ini dikenal dengan berbagai nama termasuk sindrom pseudo-thalidomide dan sindrom Roberts SC-phocomelia.
"Kondisi langka ini memperpendek tulang dan menyebabkan anggota tubuh dan pelengkap tertekan atau tidak berkembang sama sekali. Dalam beberapa kasus, phocomelia juga menyatukan jari-jari," ujar Shroff.
Penyebab phochomelia
Cacat lahir ini memiliki dua penyebab utama, yakni:
1. Genetik keluarga dengan sifat autosom resesif
Phocomelia dapat bersifat turun-temurun. National Organization for Rare Disorders (NORD) menyatakan jumlah kromosom yang tidak teratur mungkin menjadi penyebabnya. Dengan jumlah kromosom yang tidak seimbang, cacat terbentuk di dalam tubuh. Hal ini terkait dengan anggota tubuh yang pendek atau hilang.
2. Obat-obatan
Penyebab phocomelia yang paling terkenal adalah penggunaan obat yang disebut thalidomide selama kehamilan. Thalidomide pernah dipasarkan sebagai obat yang aman untuk kehamilan. Obat ini digunakan untuk mengatasi kecemasan dan morning sickness.
Thalidomide konon dapat menyembuhkan depresi, gastritis, dan insomnia. Phocomelia ditemukan sebagai efek samping dari penggunaan obat tersebut.
Dalam beberapa kasus, cacat lahir ini menyebabkan kematian saat lahir. Pada 1960-an, thalidomide ditarik dari pasaran untuk perempuan hamil.
Thalidomide banyak digunakan di berbagai negara di seluruh dunia, yang dikaitkan dengan lonjakan kasus phocomelia. Meskipun ada lonjakan kasus, kondisi ini masih sangat langka, secara relatif.
Selain, dua penyebab di atas, mengidap faktor-faktor ini selama kehamilan juga dapat menyebabkan phocomelia:
- Penyalahgunaan zat, seperti alkohol atau kokain.
- Diabetes gestasional.
- Radiasi sinar-X.
- Masalah aliran darah.
Gejala phocomelia
Phocomelia merupakan kondisi akibat cacat lahir, yang menyebabkan anggota badan menjadi pendek atau hilang, mungkin ada gejala lain. Gejala tersebut meliputi:
- Muntah
- Migrain
- Peningkatan tekanan di dalam tengkorak karena kelebihan cairan serebrospinal
- Leher lebih pendek
- Mental deficiencies
- Kelainan bentuk rahim, uretra, ginjal, atau jantung
- Masalah pembekuan darah
"Gejala-gejala ini dapat diobati dengan operasi dan pengobatan. Jika Anda atau seseorang dengan kondisi ini mengalami gejala-gejala ini, Anda dapat berbicara dengan dokter tentang pilihan untuk mengatasinya," kata Shroff.
Pengobatan phocomelia
Phocomelia sebenarnya tidak dapat disembuhkan. Kondisi ini hanya dapat ditangani dengan:
1. Prostetik
Prostetik dapat dibuat untuk menggantikan anggota tubuh yang hilang.
Carissa Stephens, yang merupakan seorang perawat anak, menjelaskan bahwa prostetik adalah anggota tubuh buatan yang dipasang pada tubuh. Prostetik dapat menambah panjang anggota tubuh yang sudah ada atau menggantikan anggota tubuh yang hilang.
"Hal ini memudahkan untuk melakukan aktivitas sehari-hari, yang dapat meningkatkan kualitas hidup secara keseluruhan," kata Stephens seperti dilansir dari Healthline.
Saat ini, berkat kemajuan medis dan teknologi, tersedia pilihan prostetik untuk anak-anak pada usia enam bulan. Memulai perawatan sejak dini dapat membantu anak menyesuaikan diri dengan cara hidup ini.
2. Terapi
Cara lain untuk menangani kondisi ini adalah melalui terapi fisik, okupasi, dan wicara.
- Terapi okupasi, penderita phocomelia dapat belajar cara melakukan tugas sehari-hari dengan mudah.
- Terapi fisik. Jenis terapi ini dapat meningkatkan gerakan, kekuatan, dan postur tubuh.
- Terapi wicara. Terapi wicara dapat membantu mengatasi masalah bicara.
3. Pembedahan
Jika terdapat kelainan wajah atau tengkorak yang terkait dengan phocomelia, mungkin diperlukan pembedahan untuk meningkatkan kualitas hidup.
Umumnya, hal ini hanya dilakukan jika phocomelia disebabkan mutasi genetik.
Tidak ada satu prosedur khusus yang digunakan. Jika pembedahan direkomendasikan, hal ini dapat melibatkan:
- Memperbaiki masalah struktural di wajah.
- Menstabilkan sendi.
- Memanjangkan tulang yang ada.
- Memperbaiki oposisi ibu jari (kemampuan untuk memutar ibu jari).
"Pilihan terbaik tergantung pada anggota tubuh yang terkena phocomelia," ujar Stephens.
(pri/pri)Simak video di bawah ini, Bun:
5 Tanda yang Bunda Rasakan Jika Janin Tidak Berkembang
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
4 Produk untuk Merawat Luka Sayatan Operasi Caesar agar Cepat Sembuh
Bunda Perlu Tahu, 5 Tanda-tanda Melahirkan Semakin Dekat
Pentingnya Screening Pra Persalinan Saat Pandemi COVID-19
7 Tips agar Bunda Bisa Melahirkan dengan Mudah dan Lancar
TERPOPULER
Terpopuler: Potret Rumah Baru Poppy Sovia
Ciri Kepribadian EQ Tinggi yang Membedakannya dari Kebanyakan Orang Menurut Psikologi
7 Cara Mengenali Atasan dengan EQ Tinggi dari Sikapnya di Tempat Kerja
3 Cara Membuat Tempe Goreng Tepung Renyah dan Tahan Lama Meski Sudah Dingin
5 Potret Menggemaskan Arya Anak Anggika Bolsterli yang Baru Ultah Pertama
REKOMENDASI PRODUK
5 Wajan & Panci untuk Kompor Listrik Induksi, Awet & Anti Lengket
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
7 Rekomendasi Susu UHT untuk Ibu Hamil
Amrikh PalupiREKOMENDASI PRODUK
7 Aksesori Anak untuk Karnaval Kemerdekaan 17 Agustus, Bikin Makin Gemas
Annisa KarnesyiaREKOMENDASI PRODUK
7 Panci MPASI yang Bagus & Aman untuk Bayi
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
7 Antena TV Digital Terbaik untuk Daerah Susah Sinyal, Mulai dari Rp80 Ribuan!
Amira SalsabilaTERBARU DARI HAIBUNDA
Terpopuler: Potret Rumah Baru Poppy Sovia
Ciri Kepribadian EQ Tinggi yang Membedakannya dari Kebanyakan Orang Menurut Psikologi
Mengenal Apa Itu Gummy Bear Mom, Pola Asuh yang Tidak Batasi Makanan Anak Secara Ketat
5 Potret Menggemaskan Arya Anak Anggika Bolsterli yang Baru Ultah Pertama
7 Cara Mengenali Atasan dengan EQ Tinggi dari Sikapnya di Tempat Kerja
FOTO
VIDEO
DETIK NETWORK
-
Rekomendit
Review Tas Crossbody 3 Kompartemen: Beneran Bikin Isi Tas Lebih Rapi?
-
Beautynesia
7 Rekomendasi Lagu K-pop yang Bikin Kamu Semangat di Pagi Hari
-
Female Daily
Boleh Nggak Pakai Retinol Saat Sedang Jerawatan? Ini Jawabannya!
-
CXO
Turnamen Voli SBY Cup 2026 di Magelang 13-17 Mei, Ada LavAni-Samator
-
Wolipop
Potret 3 Menantu Sultan Brunei Hassanal Bolkiah, Ada yang Gelarnya Dicopot
-
Mommies Daily
10 Kreasi dari Sedotan untuk Anak SD, Murah, Seru, dan Edukatif