KEHAMILAN
Kenali Penyebab IUFD, Kondisi Bayi Meninggal di Dalam Kandungan
dr. Purnomo Hyaswicaksono, Sp.OG | HaiBunda
Kamis, 09 Jan 2025 08:30 WIBBunda pernah mendengar istilah IUFD? Istilah ini sering kali disamakan dengan stillbirth atau bayi lahir mati. Lantas, apakah keduanya berbeda? Simak penjelasan lengkapnya berikut ini ya!
Intrauterine Fetal Death (IUFD) merupakan kondisi bayi meninggal di dalam kandungan atau tidak ditemukannya tanda kehidupan janin saat usia kehamilan di atas 24 minggu. Usia kehamilan 24 minggu dianggap sebagai batas di mana janin dapat bertahan hidup bila dilahirkan. Sebaliknya, kemungkinan janin bertahan hidup sangatlah kecil pada usia di bawah 24 minggu.
Perlu dicatat juga, istilah IUFD sama dengan stillbirth atau lahir mati. IUFD dan stillbirth tergolong sebagai salah satu komplikasi kehamilan yang jarang terjadi. Persentasenya dapat menurun bila komplikasi dicegah sedini mungkin.
Faktor risiko IUFD
Ada tiga faktor utama terjadinya IUFD, yakni:
1. Faktor maternal (ibu)
Faktor maternal dapat dipicu karena kondisi medis yang diidap ibu, seperti hipertensi pada kehamilan (preeklamsia), penyakit autoimun, diabetes melitus, serta penyakit metabolik dan kronis lainnya.
2. Faktor plasenta
Faktor plasenta dapat terjadi bila ibu hamil mengalami komplikasi, seperti solusio plasenta (ari-ari lepas dari rahim selama kehamilan) atau plasenta previa (plasenta menutupi jalan lahir). Kondisi ketuban pecah juga dapat menjadi salah satu faktor terjadinya IUFD.
3. Faktor janin
Faktor janin penyebab IUFD ini termasuk kelainan khusus pada janin, seperti hidrops fetalis. Kondisi ini terjadi ketika janin mengalami kelebihan cairan di dalam pembuluh darahnya, sehingga terjadi gangguan sirkulasi. Penyebabnya dapat beragam, seperti faktor darah dan infeksi.
Perlu digarisbawahi, jika ditemukan ada kelainan pada janin yang memperberat kehidupan janin itu sendiri, maka lama-kelamaan kondisi tersebut dapat menyebabkan IUFD pada janin.
Baca Juga : IUFD (Intra Uterine Fetal Death) |
Apakah IUFD bisa diturunkan atau disebabkan faktor genetik?
IUFD tidak diturunkan langsung dari keluarga. Tetapi, faktor genetik dapat menjadi faktor risikonya, Bunda. Misalnya, ibu hamil yang memiliki riwayat keluarga diabetes atau hipertensi berpotensi untuk mengidap penyakit yang sama pada kehamilannya, sehingga berpotensi mengalami IUFD saat hamil.
Hal yang sama juga berlaku pada ibu hamil dengan riwayat penyakit autoimun dalam keluarga. Penyakit autoimun yang muncul selama kehamilan sering kali tidak terdeteksi dan tanpa disadari dapat memicu komplikasi pada janin.
Tanda-tanda IUFD
Tanda-tanda IUFD yang perlu Bunda kenali adalah tidak dirasakannya gerakan janin dan tidak ditemukannya detak janin pada pemeriksaan doppler dan USG
Tanda-tanda IUFD dapat diketahui melalui pemeriksaan ultrasonografi (USG). Dokter biasanya melakukan skrining menyeluruh untuk memastikan kondisi janin, termasuk memeriksa detak jantung.
Meski begitu, Bunda juga dapat melakukan tindakan segera setelah tidak merasakan gerakan janin. Segera periksa ke dokter bila tidak merasakan gerakan janin di atas usia kehamilan 20 minggu ya.
Penanganan IUFD
Melahirkan janin memang menjadi pilihan utama dalam penanganan IUFD untuk mencegah komplikasi pada ibu mengandung
Kebanyakan dokter akan menyarankan untuk dilakukan induksi persalinan terlebih dulu, dan melahirkan janin melalui persalinan normal pada kehamilan yang tidak terdapat komplikasi
Namun, bila pasien memiliki riwayat persalinan sesar dan muncul komplikasi, maka dokter biasanya menyarankan tindakan operasi sesar. Jadi, persalinan sesar pada kondisi IUFD umumnya dilakukan apabila ada indikasi khusus.
Pentingnya pemeriksaan ke dokter selama hamil
Pemeriksaan ke dokter menjadi sangat penting selama hamil untuk mencegah IUFD, terutama bila Bunda memiliki riwayat hipertensi dan diabetes. Selama pemeriksaan, Bunda dapat melakukan pemeriksaan USG mulai dari usia kehamilan 12-14 minggu untuk melihat ada tidaknya kelainan pada janin
Tindakan pencegahan tersebut akan berbeda pada kasus IUFD berulang. Dokter perlu menelusuri penyebab khusus dengan melakukan pemeriksaan spesifik. Hal tersebut biasanya dilakukan bila tidak ditemukan tanda-tanda kelainan, namun janin tiba-tiba meninggal di dalam kandungan. Pemeriksaan laboratorium pada kasus tersebut hanya dilakukan apabila terdapat indikasi dan sesuai dengan saran dari dokter yang menangani Bunda.
Secara statistik, komplikasi IUFD memang dapat terjadi lagi (berulang) di kehamilan berikutnya. Angka kejadiannya sekitar 20 hingga 30 persen, dan tanpa sebab yang diketahui.
IUFD dan dampaknya pada kondisi rahim
IUFD yang dialami seorang Bunda dapat berdampak pada kondisi rahimnya. Hal ini terjadi bila Bunda terkena infeksi akibat janin meninggal yang tidak segera dilahirkan. Infeksi umumnya berasal dari ketuban pecah.
Kondisi lain yang juga dapat mempengaruhi rahim adalah hipertensi pada kehamilan atau preeklamsia. Hipertensi yang tidak terkontrol dan terus terjadi dapat menyebabkan ari-ari atau plasenta terlepas dari rahim, yang berdampak negatif pada kondisi rahim.
Demikian penjelasan mengenai IUFD atau kematian janin di dalam kandungan. Semoga informasi ini bermanfaat ya, Bunda.
(ank/rap)Simak video di bawah ini, Bun:
Bumil Simak Ya, Ini 10 Manfaat Melakukan USG Kehamilan
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
Pahami Ciri Kehamilan Bermasalah hingga Tips Menjalani Pola Hidup Sehat untuk Bunda & Janin
Tanda IUFD dan Bahayanya untuk Bunda bila Tak Segera Dikeluarkan
Kenali Gejala dan Faktor Risiko IUFD, Kematian Janin setelah 20 Minggu Kehamilan
Posisi Seks yang Memuaskan Saat Kehamilan Trimester 2
TERPOPULER
Terpopuler: Potret Mawar Eva de Jongh Wisuda S1
10 Ciri Kepribadian Orang yang Tidur dengan Hewan Peliharaan, Salah Satunya Kesepian
5 Potret Anak Artis yang Paras Cantiknya Disebut Bak Princess Negeri Dongeng
5 Zodiak Paling Sederhana Meski Punya Banyak Kelebihan
10 Cara Menjadi Content Creator Pemula, dari Hobi Jadi Penghasilan
REKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Highlighter & Contour Stick Terbaik, Mudah Dipakai Cocok untuk Pemula
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
9 Rekomendasi Buku untuk Ibu Hamil yang Berikan Banyak Tips Bermanfaat
Annisa KarnesyiaREKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Kipas Angin Air Cooler Terbaik untuk Cuaca Panas Terik
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
7 Panci Susu Stainless Steel Terbaik Anti Lengket
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
15 Rekomendasi Merek Vitamin Ibu Hamil Trimester 1, Anti Lemas & Bikin Bayi Cerdas
Dwi Indah NurcahyaniTERBARU DARI HAIBUNDA
100 Ucapan Selamat Hari Kenaikan Isa Almasih atau Yesus Kristus 2026 Penuh Makna
Terpopuler: Potret Mawar Eva de Jongh Wisuda S1
10 Ciri Kepribadian Orang yang Tidur dengan Hewan Peliharaan, Salah Satunya Kesepian
5 Potret Anak Artis yang Paras Cantiknya Disebut Bak Princess Negeri Dongeng
10 Cara Menjadi Content Creator Pemula, dari Hobi Jadi Penghasilan
FOTO
VIDEO
DETIK NETWORK
-
Insertlive
Mengenal Pravaginam Metode Lahiran yang Bikin Alyssa Daguise Dihujat Pick Me
-
Beautynesia
5 Cara Mengenali Orang Ber-IQ Tinggi dari Kebiasaan 'Aneh' yang Dilakukannya
-
Female Daily
Mencuri Perhatian, Ini Detail Makeup Gong Seungyeon di ‘Perfect Crown’
-
CXO
GOT7 Rilis Album Baru, Persiapan Harus Lewat Video Call Karena Hal Ini
-
Wolipop
Ramalan Zodiak 14 Mei: Cancer Dihantui Keraguan, Leo Waspada Jebakan
-
Mommies Daily
Tergoda Berselingkuh? Pikirkan 7 Dampak Ini bagi Pernikahan dan Anak!