sign up SIGN UP search
Ilustrasi Janin

Bundapedia

IUFD (Intra Uterine Fetal Death)

  |   Haibunda

Kehamilan memang menjadi momen yang menyenangkan, namun dalam beberapa hal dapat sekaligus terasa menyeramkan. Salah satu ketakutan yang menghantui banyak orang adalah Intra Uterine Fetal Death (IUFD).

Intra Uterine Fetal Death atau UFD adalah kematian janin yang terjadi di dalam rahim sebelum kelahiran. Ini bisa terjadi kapan saja selama kehamilan, tapi lebih sering terjadi pada trimester pertama atau kedua.

IUFD dapat menyebabkan kegelisahan dan trauma bagi ibu hamil dan keluarganya. Namun, ada beberapa cara untuk mengurangi risiko IUFD.


Apa saja ciri-ciri IUFD dan bagaimana cara Bunda mencegahnya?

Pengertian IUFD

IUFD (Intra Uterine Fetal Death) adalah kondisi ketika janin dalam kandungan kehilangan nyawa sebelum ibunya melahirkan. IUFD merupakan salah satu kejadian yang paling menyedihkan dan memiliki dampak emosional yang luar biasa bagi ibu hamil.

Penyebab IUFD bisa bervariasi. Beberapa alasan yang umum adalah infeksi, trauma, kelainan genetik, atau kondisi kesehatan ibu seperti diabetes atau hipertensi. IUFD juga bisa terjadi karena komplikasi dari persalinan yang tidak lancar.

IUFD dapat dikonfirmasi dengan pemeriksaan USG. Dokter juga dapat mengevaluasi kondisi janin dan ibu melalui tes laboratorium untuk mencari penyebab IUFD.

Pemberian obat-obatan pada ibu hamil dapat membantu mencegah IUFD. Namun, pengobatan tersebut tidak menjamin bahwa IUFD tidak akan terjadi.

Ketika IUFD terjadi, pengalaman emosional yang dihadapi oleh ibu dan keluarga dapat sangat berat. Ini biasanya disertai dengan rasa duka yang mendalam, bersama dengan kecemasan, kesedihan, kesepian, dan depresi.

IUFD adalah kejadian yang sangat tragis dan berat bagi orang yang terkena dampaknya. Namun, ada banyak sumber daya yang tersedia untuk membantu mengingatkan ibu bahwa mereka tidak seharusnya merasa sendirian dalam situasi ini.

Dilansir dari Healthline, IUFD yang sering disebut sebagai stillbirth ini dibagi menjadi tiga jenis tergantung kapan waktu terjadinya. Ketiga jenis itu adalah:

  1. IUFD pada minggu 20 ke 27, disebut sebagai early stillbirth
  2. IUFD pada minggu 28 ke 36, disebut sebagai late stillbirth
  3. IUFD setelah minggu ke-37 disebut sebagai term stillbirth.

Lalu, apa penyebab dari IUFD?

Penyebab IUFD

Penyebab IUFD bisa bermacam-macam, tapi ada beberapa faktor risiko yang lebih umum ditemui, yaitu:

1. Infeksi

Infeksi bisa menyebabkan IUFD karena dapat menyebabkan kerusakan pada plasenta atau menyebabkan ibu hamil mengalami demam yang tinggi. Infeksi yang paling sering menyebabkan IUFD adalah infeksi saluran kemih, infeksi pada rahim, dan infeksi pada sistem pernapasan.

2. Masalah dengan plasenta atau tali pusar

Plasenta dan tali pusar adalah sistem yang membantu mengalirkan oksigen dan nutrisi ke janin. Jika terjadi masalah dengan plasenta atau tali pusar, janin bisa kekurangan oksigen dan nutrisi, yang bisa menyebabkan IUFD.

3. Kondisi kesehatan ibu

Beberapa kondisi kesehatan ibu, seperti tekanan darah tinggi atau diabetes, bisa meningkatkan risiko IUFD. Penyakit jantung dan kelainan pada rahim juga bisa menjadi faktor risiko IUFD.

4. Usia ibu yang tua

Ibu hamil yang lebih tua cenderung lebih rentan terhadap IUFD dibandingkan ibu hamil yang lebih muda.

5. Konsumsi alkohol atau merokok selama kehamilan

Mengkonsumsi alkohol atau merokok selama kehamilan bisa meningkatkan risiko IUFD. Selama mengandung, ibu hamil memang disarankan untuk mengurangi dan berhenti mengkonsumsi alkohol dan merokok.

IUFD merupakan keadaan yang jarang terjadi, tapi bisa terjadi pada siapa saja. Mengikuti perawatan prenatal yang baik, menghindari merokok dan minum alkohol selama kehamilan, dan mengontrol kondisi kesehatan ibu seperti diabetes dan tekanan darah tinggi bisa membantu mengurangi risiko IUFD. 

Jika IUFD terjadi, dokter akan bekerja sama dengan ibu hamil dan keluarganya untuk membantu mereka mengatasi kehilangan dan memutuskan langkah selanjutnya.

Apakah IUFD sama dengan keguguran?

IUFD dan keguguran merupakan dua hal yang berbeda. IUFD terjadi ketika janin meninggal di dalam rahim sebelum kelahiran, sementara keguguran terjadi ketika kehamilan terputus sebelum janin dapat hidup di luar rahim.

IUFD bisa terjadi kapan saja selama kehamilan, tapi lebih sering terjadi pada trimester pertama atau kedua. Penyebab IUFD bisa bermacam-macam, termasuk infeksi, masalah dengan plasenta atau tali pusar, dan kondisi kesehatan ibu seperti tekanan darah tinggi atau diabetes.

Keguguran bisa terjadi pada awal kehamilan atau setelah janin dapat hidup di luar rahim. Penyebab keguguran bisa meliputi masalah dengan rahim atau serviks (jalan lahir), infeksi, dan kondisi kesehatan ibu seperti tekanan darah tinggi atau diabetes. Keguguran juga bisa disebabkan oleh kehamilan ektopik, yaitu kehamilan yang terjadi di luar rahim.

Jadi, IUFD dan keguguran adalah dua hal yang berbeda, meskipun keduanya bisa menyebabkan kehilangan janin sebelum kelahiran.

Cara mencegah IUFD

Meskipun tidak semua kasus IUFD bisa dicegah, ada beberapa langkah yang bisa Bunda diambil untuk mengurangi risiko terjadinya IUFD, yaitu:

1. Melakukan pemeriksaan yang rutin

Melakukan pemeriksaan rutin selama kehamilan bisa membantu mendeteksi dan menangani masalah yang mungkin bisa menyebabkan IUFD. Perawatan ini termasuk memeriksa tekanan darah, melakukan pemeriksaan USG, dan melakukan tes laboratorium lainnya yang diperlukan.

2. Menghindari merokok dan minum alkohol selama kehamilan

Merokok dan minum alkohol selama kehamilan bisa meningkatkan risiko IUFD. Jadi, sangat penting untuk menghindari kebiasaan buruk ini selama kehamilan. 

Bunda bisa mengganti kebiasaan ini dengan mengkonsumsi makanan dan minuman yang lebih sehat untuk Bunda dan janin yang Bunda kandung.

3. Mengontrol kondisi kesehatan Bunda 

Mengontrol kondisi kesehatan Bunda seperti diabetes dan tekanan darah tinggi bisa membantu mengurangi risiko IUFD. Ini termasuk mengikuti diet yang sehat, berolahraga dengan teratur, dan mengkonsumsi obat-obatan yang ditentukan dokter.

4. Menghindari stres berlebihan

Stres berlebihan bisa meningkatkan risiko IUFD, jadi sangat penting untuk menjaga kesehatan mental Bunda dengan cara beristirahat yang cukup, melakukan kegiatan yang menyenangkan, dan berbicara dengan orang terdekat tentang masalah yang dialami.

5. Menghindari kontak dengan orang yang sakit

Menghindari kontak dengan orang yang sakit bisa membantu Bunda mengurangi risiko infeksi yang bisa menyebabkan IUFD. Jadi, jika ibu hamil sedang sakit, penting untuk menjaga jarak dengan orang lain dan mencuci tangan secara teratur.

Sebab kini Bunda tidak hanya bertanggung jawab dengan diri Bunda sendiri, tetapi juga untuk Si Kecil yang sedang ada di kandungan.

IUFD merupakan keadaan yang menyedihkan, tapi dengan perawatan yang tepat dan dukungan, Bunda bisa move on dari kejadian tersebut dan terus maju. Jika ada masalah selama kehamilan, segera berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan bantuan dan saran yang tepat.

Itulah pengertian hingga cara mencegah IUFD yang bisa Bunda lakukan. Semoga bermanfaat ya Bunda!

Simak penyebab kematian janin lainnya dalam video di bawah ini: 

[Gambas:Video Haibunda]



Share yuk, Bun!
Tahukah Bunda
BERSAMA DOKTER & AHLI
Bunda sedang hamil, program hamil, atau memiliki anak? Cerita ke Bubun di Aplikasi HaiBunda, yuk!