KEHAMILAN
Studi Sebut Bayi Laki-laki Paling Dirugikan bila Sang Bunda Merokok saat Hamil
Melly Febrida | HaiBunda
Selasa, 18 Mar 2025 16:20 WIBKebiasaan merokok saat hamil bisa membahayakan kesehatan ibu dan janin. Sebuah studi terbaru mengungkapkan jika Bunda merokok saat hamil maka bayi laki-laki yang paling dirugikan.
Melansir BBC, studi tentang kebiasaan merokok selama kehamilan ini dilakukan dengan mengamati data dari 500.000 orang di seluruh Inggris untuk menilai hubungan genetik. Data yang digunakan dari 500.000 individu di 22 pusat di Skotlandia, Inggris, dan Wales digunakan.
Studi dampak merokok pada janin laki-laki
Penelitian yang dilakukan tim peneliti dari University of Aberdeen dengan mengamat hubungan genetik antara ibu dan anak-anak mereka yang sudah dewasa. Tim ini dipimpin Prof Paul Fowler, ketua Ilmu Kedokteran Translasional di Universitas Aberdeen.
Peneliti mengatakan hasil penelitian menunjukkan bahwa pria yang lahir dari perempuan yang merokok selama kehamilan lebih mungkin meninggal lebih muda jika dirinya sendiri yang merokok.
Menurut peneliti, pada setiap tahap, janin laki-laki dan anak laki-laki dewasa lebih terpengaruh dari kebiasaan merokok ibu selama kehamilan daripada anak perempuan. Hal ini ditunjukkan dari perubahan kadar berbagai gen di liver janin laki-laki sejak 17 minggu kehamilan, hingga laki-laki dewasa memiliki harapan hidup yang lebih pendek.
Namun, penulis mengatakan bahwa jika pria dewasa berhenti merokok, atau tidak merokok sama sekali maka dapat menangkal risiko apa pun.
"Kami berharap temuan kami akan membuka jalan menuju penyelidikan efek molekuler dari kebiasaan merokok ibu yang akan memungkinkan komunitas ilmiah untuk mengungkap mekanisme spesifik yang dengannya sifat tersebut mengubah atau memicu penyakit tertentu," kata Fowler.
"Pada akhirnya, kami juga berharap ini membantu komunitas medis untuk mengembangkan strategi konseling dan kampanye yang lebih baik untuk menghentikan kebiasaan merokok."
Kebiasaan merokok selama kehamilan dikaitkan dengan masalah kesehatan pada bayi. Namun, peneliti menyadari terbatasnya pengetahuan mereka tentang proses mana dalam rahim yang dipengaruhi kebiasaan merokok ibu, dan bagaimana hal itu berdampak pada kesehatan yang menurun di kemudian hari.
Pada temuan tersebut terungkap kebiasaan merokok ibu memengaruhi kesehatan bayi, terutama untuk laki-laki, sejak trimester kedua dan ini berlanjut hingga dewasa.
Felix Grassmann, profesor epidemiologi dan biostatistik di Universitas Kesehatan dan Kedokteran di Jerman, ikut memimpin penelitian tersebut.
"Sebagian besar penelitian telah dilakukan dalam kelompok dengan terlalu sedikit individu sehingga tidak memiliki kekuatan statistik untuk mengungkap hubungan yang lebih jarang," katanya.
Grassmann bilang pada penelitian ini menggunakan data genetik, biokimia, dan kuesioner medis pada lebih dari 500.000 individu yang menjadikannya salah satu penelitian terbesar yang dilaporkan tentang dampak kebiasaan merokok ibu selama kehamilan.
"Singkatnya, kami menemukan bahwa ketika seorang ibu merokok selama kehamilan, hati putranya lebih terpengaruh daripada hati putrinya.
"Perbedaan ini dan perbedaan jenis kelamin dalam risiko kematian berlanjut hingga usia paruh baya."
Bahaya rokok untuk ibu hamil
Merokok selama kehamilan tidak hanya berbahaya bagi janin, tetapi juga membahayakan ibu. Merokok dapat meningkatkan risiko komplikasi kehamilan seperti keguguran, persalinan prematur, dan preeklampsia.
Melansir laman Center for Disease Control and Prevention (CDC), merokok sebelum dan selama kehamilan dapat menyebabkan masalah serius
Merokok sebelum atau selama kehamilan dapat menyebabkan masalah serius. Merokok dapat menyebabkan komplikasi kehamilan. Merokok juga dapat membahayakan kesehatan ibu hamil dan bayinya.
Berikut sejumlah risiko komplikasi yang dihadapi ibu hamil yang merokok:
- Komplikasi kehamilan. Merokok menggandakan risiko pendarahan abnormal selama kehamilan dan persalinan. Kondisi ini tentunya berbahaya bagi ibu hamil dan bayinya. Komplikasi lainnya meliputi pecahnya ketuban prematur, plasenta previa, solusio plasenta, dan kehamilan ektopik.
Kelahiran mati. Ibu hamil yang merokok berisiko lebih besar mengalami kelahiran mati. Lahir mati adalah kematian bayi setelah minggu ke-20 kehamilan atau saat melahirkan.
Pertumbuhan janin yang buruk dan berat badan lahir rendah. Merokok memperlambat pertumbuhan bayi sebelum lahir. Ibu hamil yang merokok dapat melahirkan bayi yang terlalu kecil, bahkan setelah kehamilan cukup bulan.
- Persalinan prematur atau prematur. Ibu hamil yang merokok dapat melahirkan bayi lebih awal, sebelum usia kehamilan 37 minggu. Bayi prematur sering kali memiliki masalah kesehatan.
Kerusakan pada paru-paru dan otak bayi yang sedang berkembang. Merokok dapat menyebabkan kerusakan yang dapat berlangsung hingga masa kanak-kanak dan remaja.
- Meningkatkan risiko cacat lahir. Cacat lahir meliputi bibir sumbing, langit-langit sumbing, atau keduanya. Sumbing adalah lubang di bibir bayi atau di langit-langit mulut (langit-langit). Bayi dengan bibir sumbing dapat mengalami kesulitan makan. Bayi tersebut kemungkinan memerlukan pembedahan untuk memperbaiki sumbing tersebut.
- Sindrom kematian bayi mendadak (SIDS). Merokok meningkatkan risiko SIDS, kematian bayi yang 'tiba-tiba dan tidak dapat dijelaskan'.
Langkah pencegahan
Masyarakat perlu meningkatkan kesadaran tentang bahaya merokok selama kehamilan untuk mengurangi dampak negatifnya. Karen itu, negara-negara dengan prevalensi merokok yang tinggi perlu meningkatkan program edukasi dan dukungan untuk ibu hamil agar berhenti merokok.
Selain itu, dukungan dari keluarga dan tenaga kesehatan juga sangat penting dalam membantu calon ibu mengatasi kecanduan merokok.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(pri/pri)Simak video di bawah ini, Bun:
Darah Haid kok Hitam? Kenali 7 Penyebabnya Bun
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
Suami Tega Bedah Perut Istri Hamil 7 Bulan, Ingin Pastikan Bayinya Laki-laki
Ini Sebabnya Wanita Merokok Lebih Susah Hamil
Ibu Hamil Terpapar Asap Rokok Akibatkan Cacat Janin, Ini Faktanya
Penyesalan Seorang Ibu yang Nekat Merokok Saat Hamil
TERPOPULER
Ciri Kepribadian EQ Tinggi yang Membedakannya dari Kebanyakan Orang Menurut Psikologi
7 Cara Mengenali Atasan dengan EQ Tinggi dari Sikapnya di Tempat Kerja
5 Potret Menggemaskan Arya Anak Anggika Bolsterli yang Baru Ultah Pertama
3 Cara Membuat Tempe Goreng Tepung Renyah dan Tahan Lama Meski Sudah Dingin
Mengenal Apa Itu Gummy Bear Mom, Pola Asuh yang Tidak Batasi Makanan Anak Secara Ketat
REKOMENDASI PRODUK
5 Wajan & Panci untuk Kompor Listrik Induksi, Awet & Anti Lengket
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
7 Rekomendasi Susu UHT untuk Ibu Hamil
Amrikh PalupiREKOMENDASI PRODUK
7 Aksesori Anak untuk Karnaval Kemerdekaan 17 Agustus, Bikin Makin Gemas
Annisa KarnesyiaREKOMENDASI PRODUK
7 Panci MPASI yang Bagus & Aman untuk Bayi
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
7 Antena TV Digital Terbaik untuk Daerah Susah Sinyal, Mulai dari Rp80 Ribuan!
Amira SalsabilaTERBARU DARI HAIBUNDA
Ciri Kepribadian EQ Tinggi yang Membedakannya dari Kebanyakan Orang Menurut Psikologi
Mengenal Apa Itu Gummy Bear Mom, Pola Asuh yang Tidak Batasi Makanan Anak Secara Ketat
5 Potret Menggemaskan Arya Anak Anggika Bolsterli yang Baru Ultah Pertama
7 Cara Mengenali Atasan dengan EQ Tinggi dari Sikapnya di Tempat Kerja
5 Kebiasaan Ini Bisa Melatih Kecerdasan EQ di Tempat Kerja
FOTO
VIDEO
DETIK NETWORK
-
Rekomendit
Bingung Mix and Match Polo dan Rok Pleated? Ini Formula yang Jarang Gagal
-
Beautynesia
4 Tanda Kalau Otak Butuh Istirahat
-
Female Daily
Boleh Nggak Pakai Retinol Saat Sedang Jerawatan? Ini Jawabannya!
-
CXO
Turnamen Voli SBY Cup 2026 di Magelang 13-17 Mei, Ada LavAni-Samator
-
Wolipop
Viral DIY Pakai Cabai untuk Menumbuhkan Rambut, Dokter Ingatkan Risikonya
-
Mommies Daily
10 Kreasi dari Sedotan untuk Anak SD, Murah, Seru, dan Edukatif