KEHAMILAN
Studi Temukan Anemia pada Ibu Hamil Berisiko Lahirnya Bayi dengan Penyakit Jantung
Asri Ediyati | HaiBunda
Selasa, 29 Apr 2025 16:50 WIBAnemia adalah kondisi umum di mana jumlah sel darah merah atau jumlah hemoglobin dalam sel darah merah kurang dari normal. Setidaknya, diperkirakan lebih dari sepertiga perempuan di seluruh dunia mengalami anemia, yang sering kali disebabkan oleh kekurangan zat besi.
Data Survei Kesehatan Indonesia (SKI) tahun 2023 menunjukkan bahwa 27,7% ibu hamil di Indonesia mengalami anemia. Sebelumnya dalam data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018, ada sekitar 48,9 persen ibu hamil di Indonesia mengalami anemia.
Hal itu tentu menjadi alarm pengingat bagi ibu hamil untuk menjaga kesehatannya agar tidak kekurangan zat gizi mikro yang menyebabkan anemia. Sebab, anemia dapat berdampak pada kesehatan, seperti membuat bayi yang lahir berisiko memiliki penyakit jantung.
Ya, menurut studi terbaru, penyakit jantung pada anak-anak mungkin lebih mungkin terjadi bila ibu mengalami anemia selama kehamilan. Studi yang dilakukan oleh peneliti University of Oxford ini menganalisis data dari 16.500 ibu sebagai bagian dari studi yang didanai British Heart Foundation.
Hasil studi ini menemukan, jika seorang ibu mengalami anemia dalam 100 hari pertama kehamilan, maka kemungkinan ia memiliki anak dengan penyakit jantung bawaan adalah 47 persen lebih tinggi dari biasanya. Menurut studi, anemia parah pada tahap akhir kehamilan juga dapat menyebabkan masalah seperti berat badan lahir rendah dan kelahiran prematur. Hingga saat ini, hanya sedikit yang diketahui tentang efek anemia pada tahap awal kehamilan.
"Kita sudah tahu bahwa risiko penyakit jantung bawaan dapat meningkat karena berbagai faktor, tetapi hasil ini mengembangkan pemahaman kita tentang anemia secara khusus, dan membawanya dari penelitian laboratorium ke klinik," ungkap pemimpin penelitian, Prof. Duncan Sparrow, dikutip dari BBC.
Sparrow juga menambahkan bahwa kekurangan zat besi masih menjadi penyebab paling banyak anemia pada ibu hamil. Pemberian suplementasi mungkin dibutuhkan sebagai tindakan pencegahan anemia sebelum hamil.
"Karena kekurangan zat besi merupakan akar penyebab banyak kasus anemia, maka suplementasi zat besi (baik saat program hamil atau hamil) dapat membantu mencegah penyakit jantung bawaan pada banyak bayi baru lahir sebelum penyakit tersebut berkembang," ujarnya.
Perlu diketahui, penyakit jantung bawaan adalah jenis cacat lahir yang paling umum dan merupakan penyebab utama kematian pada bayi. Para peneliti sebelumnya menemukan hubungan antara anemia yang secara khusus disebabkan oleh kekurangan zat besi selama kehamilan dan penyakit jantung bawaan pada tikus, dan sekarang ingin mengonfirmasi hubungan tersebut pada manusia.
Cara mencegah anemia pada ibu hamil
Seperti dijelaskan sebelumnya, anemia pada ibu hamil dapat dicegah. Salah satunya dengan mengonsumsi vitamin prenatal, Bunda.
Secara spesifik, mengonsumsi vitamin prenatal yang mengandung zat besi dapat membantu mencegah dan mengobati anemia defisiensi besi selama kehamilan. Dalam beberapa kasus, dokter mungkin merekomendasikan suplemen zat besi secara terpisah.
Dikutip dari Mayo Clinic, ibu hamil setidaknya membutuhkan 27 miligram (mg) zat besi per hari. Selain dari vitamin atau suplemen, sumber zat besi bisa didapatkan dari makanan sehari-hari, seperti daging merah tanpa lemak, unggas, dan ikan. Pilihan lainnya termasuk sereal sarapan yang diperkaya zat besi, sayuran berdaun hijau tua, kacang-kacangan kering, dan kacang polong.
Zat besi dari produk hewani, seperti daging, paling mudah diserap. Untuk meningkatkan penyerapan zat besi berbagai sumber, Bunda dapat memadukannya dengan makanan atau minuman yang kaya vitamin C, seperti jus jeruk, jus tomat, atau stroberi.
Jika mengonsumsi suplemen zat besi dengan jus jeruk, maka Bunda perlu juga menghindari jenis makanan yang diperkaya kalsium. Meskipun kalsium merupakan nutrisi penting selama kehamilan, jenis mineral ini dapat menurunkan penyerapan zat besi.
Demikian studi terbaru yang menjelaskan tentang dampak anemia pada ibu hamil dan risiko penyakit jantung pada anak. Semoga informasi ini bermanfaat ya, Bunda.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(ank/ank)Simak video di bawah ini, Bun:
Anemia pada Ibu Hamil: Gejala, Jenis hingga Risiko
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
Studi Terbaru Sebut Kehamilan Dapat Membangkitkan Virus dalam DNA, Apa Dampaknya?
10 Perubahan Ini Menandakan Kehamilan Berjalan dengan Baik di Trimester Pertama
5 Makanan Penambah Darah untuk Empas Anemia pada Ibu Hamil
3 Jenis Anemia yang Bisa Dialami Bunda Selama Hamil
TERPOPULER
Ciri Kepribadian EQ Tinggi yang Membedakannya dari Kebanyakan Orang Menurut Psikologi
7 Cara Mengenali Atasan dengan EQ Tinggi dari Sikapnya di Tempat Kerja
5 Potret Menggemaskan Arya Anak Anggika Bolsterli yang Baru Ultah Pertama
3 Cara Membuat Tempe Goreng Tepung Renyah dan Tahan Lama Meski Sudah Dingin
Mengenal Apa Itu Gummy Bear Mom, Pola Asuh yang Tidak Batasi Makanan Anak Secara Ketat
REKOMENDASI PRODUK
5 Wajan & Panci untuk Kompor Listrik Induksi, Awet & Anti Lengket
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
7 Rekomendasi Susu UHT untuk Ibu Hamil
Amrikh PalupiREKOMENDASI PRODUK
7 Aksesori Anak untuk Karnaval Kemerdekaan 17 Agustus, Bikin Makin Gemas
Annisa KarnesyiaREKOMENDASI PRODUK
7 Panci MPASI yang Bagus & Aman untuk Bayi
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
7 Antena TV Digital Terbaik untuk Daerah Susah Sinyal, Mulai dari Rp80 Ribuan!
Amira SalsabilaTERBARU DARI HAIBUNDA
Ciri Kepribadian EQ Tinggi yang Membedakannya dari Kebanyakan Orang Menurut Psikologi
Mengenal Apa Itu Gummy Bear Mom, Pola Asuh yang Tidak Batasi Makanan Anak Secara Ketat
5 Potret Menggemaskan Arya Anak Anggika Bolsterli yang Baru Ultah Pertama
7 Cara Mengenali Atasan dengan EQ Tinggi dari Sikapnya di Tempat Kerja
5 Kebiasaan Ini Bisa Melatih Kecerdasan EQ di Tempat Kerja
FOTO
VIDEO
DETIK NETWORK
-
Rekomendit
Bingung Mix and Match Polo dan Rok Pleated? Ini Formula yang Jarang Gagal
-
Beautynesia
4 Tanda Kalau Otak Butuh Istirahat
-
Female Daily
Boleh Nggak Pakai Retinol Saat Sedang Jerawatan? Ini Jawabannya!
-
CXO
Turnamen Voli SBY Cup 2026 di Magelang 13-17 Mei, Ada LavAni-Samator
-
Wolipop
Viral DIY Pakai Cabai untuk Menumbuhkan Rambut, Dokter Ingatkan Risikonya
-
Mommies Daily
10 Kreasi dari Sedotan untuk Anak SD, Murah, Seru, dan Edukatif