KEHAMILAN
Kenali Tanda Kontraksi Mau Melahirkan di Trimester Ketiga, Kapan Mulai Terjadi?
Annisa Karnesyia | HaiBunda
Selasa, 19 Aug 2025 12:20 WIBKontraksi di trimester ketiga kehamilan biasanya sering dikaitkan dengan tanda persalinan. Tak sedikit Bunda merasa panik dan khawatir saat mengalami kontraksi di akhir kehamilannya.
Dilansir Parents, kontraksi persalinan (kontraksi asli) sebenarnya tidak akan benar-benar terasa hingga mendekati tanggal perkiraan lahir. Namun, Bunda mungkin merasakan beberapa kontraksi yang muncul dan menghilang selama trimester ketiga. Kontraksi ini disebut kontraksi Braxton Hicks.
Braxton Hicks sering dianggap sebagai kontraksi 'latihan'. Kontraksi ini berbeda dari kontraksi persalinan yang sebenarnya karena tidak menyebabkan serviks terbuka (dilatasi) atau menipis (efface).
Beda kontraksi palsu dan kontraksi asli
Menurut American College of Obstetricians and Gynecologists (ACOG), kontraksi palsu umum terjadi pada trimester ketiga. Meskipun bukan kontraksi persalinan yang sebenarnya, kontraksi ini tetap menimbulkan rasa tidak nyaman, dan sering kali membuat banyak ibu mengira mereka berada di tahap awal persalinan.
"Tidak seperti kontraksi persalinan, kontraksi Braxton Hicks memiliki karakteristik tertentu," kata perawat dan doula Yamel Belen, R.N., IBCLC.
Berikut karakteristik kontraksi palsu atau Braxton Hicks:
- Kontraksi ini cenderung mereda saat Bunda beristirahat, berjalan, mengubah posisi, atau minum air.
- Kontraksi palsu tidak memiliki pola, artinya tidak menjadi tiba-tiba berat.
- Kontraksi ini terasa hampir seluruhnya di perut, sementara kontraksi persalinan sering bergerak dari belakang ke depan.
Beberapa Bunda mengatakan bahwa mereka merasakan kontraksi palsu pada kehamilan berikutnya, tapi tidak selama kehamilan pertama. Kebanyakan dari mereka baru sadar mengalami kontraksi saat tangan menyentuh perut. Namun, ibu hamil lainnya sudah bisa merasakan perut kencang sebagai tanda kontraksi tanpa memegang perut.
"Ibu hamil tidak perlu memperhatikan kontraksi ini kecuali terasa menyakitkan atau terjadi terlalu sering. Ini bisa saja menjadi tanda persalinan prematur," ujar konsultan laktasi dan trainer doula, Robin Elise Weiss, PhD, MPH, dikutip dari Very Well Family.
Perlu dicatat, kontraksi palsu biasanya dapat terjadi tiba-tiba dan berlangsung antara 30 detik hingga dua menit. Bunda tidak perlu pergi ke dokter bila kontraksi yang dialami hanya sesekali terjadi. Pada kebanyakan orang mulai merasakannya setelah 20 minggu kehamilan.
Tanda kontraksi asli
Kontraksi asli atau yang sesungguhnya baru akan dimulai pada usia kehamilan 39 minggu. ACOG mengatakan bahwa kebanyakan perempuan akan mulai bersalin antara usia kehamilan 38 dan 41 minggu. Jadi, kontraksi pada rentang waktu ini bisa jadi merupakan tanda persalinan yang sebenarnya.
Berikut tanda-tanda kontraksi asli menurut ACOG:
- Nyeri yang mungkin terasa di punggung dan panggul.
- Kontraksi yang mungkin terasa seperti kram menstruasi
- Kontraksi yang memiliki pola teratur dan semakin lama, semakin kuat.
- Kontraksi terus berlanjut meski Bunda sudah melakukan aktivitas, seperti berjalan atau mengubah posisi
Tidak seperti kontraksi palsu, kontraksi persalinan yang sesungguhnya bersifat produktif. Artinya, kontraksi ini bekerja keras untuk melunakkan dan membuka serviks atau leher rahim serta mendorong janin untuk lahir.
Meskipun kontraksi persalinan mungkin dimulai secara tidak teratur, ritmenya akan segera teratur. "Jika ini persalinan yang sesungguhnya, secara bertahap kontraksi akan mulai teratur, semakin lama, dan kuat," ungkap dokter spesialis obstetri dan ginekologi dari Texas Children's Pavilion for Women, Bart Putterman, M.D.
Dalam kebanyakan kasus, Bunda disarankan untuk pergi ke rumah sakit bila merasakan kontraksi asli, yang berlangsung setidaknya satu menit dengan jarak 4-5 menit.
Kontraksi karena persalinan prodromal
Persalinan prodromal yang sering juga disebut 'persalinan palsu' atau 'pra-persalinan' berbeda dengan kontraksi Braxton Hicks karena hanya terjadi saat Bunda hampir melahirkan. Kontraksi ini juga sering disalahartikan sebagai persalinan asli, Bunda.
Tanda-tanda kontraksi persalinan prodromal mirip dengan Braxton Hicks karena melibatkan sensasi mengencang, terutama di perut, dan intensitas atau frekuensinya yang tidak bertambah.
Namun tidak seperti Braxton Hicks, kontraksi ini dapat berlangsung lebih lama (hingga satu menit) dan lebih sering (berjarak sekitar lima menit). Kontraksi ini memiliki lebih banyak pola yang menyerupai kontraksi asli.
Kontraksi karena masalah pada kehamilan
Kontraksi saat hamil juga dapat dimulai lebih awal bila Bunda mengalami persalinan prematur, yang didefinisikan sebagai persalinan sebelum minggu ke-36 kehamilan.
Kontraksi persalinan prematur ditandai dengan pola nyeri atau pengencangan dinding rahim (bukan nyeri sesekali) yang tidak kunjung hilang. "Jika Anda mengalami banyak kontraksi selama beberapa jam berturut-turut, Anda perlu datang dan diperiksa," kata Bart Putterman, M.D., seorang dokter spesialis kandungan dan ginekologi di Texas Children's Pavilion for Women di Houston.
Persalinan prematur dapat menyebabkan kelahiran prematur, yang berkaitan dengan masalah pernapasan janin, berat badan lahir rendah, masalah penglihatan, dan masalah lainnya. Jadi, penting untuk segera memeriksakan gejala-gejala awal persalinan, termasuk kontraksi yang menyakitkan dan pendarahan vagina.
Kontraksi yang terus-menerus juga merupakan tanda adanya masalah. Kontraksi yang tidak berhenti dapat mengindikasikan komplikasi berbahaya, seperti ruptur uteri.
Demikian serba-serbi tentang kontraksi di trimester ketiga kehamilan. Semoga informasi ini bermanfaat ya, Bunda.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(ank/rap)Simak video di bawah ini, Bun:
Kontraksi Setelah Melahirkan: Penyebab, Cara Atasi, dan Kapan Harus ke Dokter
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
Mengenal Metode 411 untuk Ketahui Apakah Bumil Sudah Siap Jalani Persalinan
Kisah Bunda yang Bingung Masih Merasa Mulas dan Kesakitan setelah Melahirkan, Ternyata Kontraksi Rahim
Bunda, Ketahui yuk Apa Saja yang Dialami Bayi sejak Kontraksi hingga Dilahirkan
Bumil, Ini 5 Perbedaan Kontraksi Asli dan Palsu Jelang Melahirkan
TERPOPULER
ASI Bisa Berubah setelah Ibu Makan Bawang Putih, Ternyata...
Cegah Penularan Campak, Kemenkes Imbau Setop Sentuh-sentuh Bayi Balita saat Lebaran
Studi Terbaru Ungkap Bahaya Diabetes saat Hamil, Bisa Tingkatkan Risiko Epilepsi pada Anak
6 Zodiak dengan Kepribadian Paling Punya Banyak Teman, Bisa Jadi Duta Persahabatan
Terpopuler: Potret Ussy Sulistyawati & Andhika Pratama Bareng 5 Anak
REKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Baju Lebaran Kembaran Keluarga Terbaru dan Stylish
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
Mau Beli Bibit Tanaman Buah? Ini 5 Toko Online dengan Rating Tinggi dan Tepercaya
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
9 Perlengkapan Rumah Tangga Praktis untuk Bersihkan Rumah dengan Cepat
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
Bagaimana Memilih Merek Ice Cream yang Tepat untuk Ibu Hamil?
Annisa Aulia RahimREKOMENDASI PRODUK
Keloid Bekas SC: Cara Menghilangkan, Tanda Bahaya & Rekomendasi Obat Salep
Melly FebridaTERBARU DARI HAIBUNDA
7 Artis yang Meninggal karena Kanker seperti Vidi Aldiano, Ada yang Baru Melahirkan
Cegah Penularan Campak, Kemenkes Imbau Setop Sentuh-sentuh Bayi Balita saat Lebaran
ASI Bisa Berubah setelah Ibu Makan Bawang Putih, Ternyata...
Studi Terbaru Ungkap Bahaya Diabetes saat Hamil, Bisa Tingkatkan Risiko Epilepsi pada Anak
5 Drama Korea Paling Sedih yang Bikin Nangis, Ceritanya Dijamin Menguras Air Mata
FOTO
VIDEO
DETIK NETWORK
-
Insertlive
Ramalan Shio Mingguan 9-15 Maret 2026: Siapa yang Paling Beruntung?
-
Beautynesia
4 Kebiasaan di Pagi Hari yang Bisa Bikin Umur Panjang
-
Female Daily
Lebih Playful dan Chic, Ini Dia Koleksi Spring 2026 Terbaru dari Kate Spade New York!
-
CXO
GOT7 Rilis Album Baru, Persiapan Harus Lewat Video Call Karena Hal Ini
-
Wolipop
Gaya Elizabeth Hurley Menolak Tua, Pakai Dress 27 Tahun Lalu di Usia 60
-
Mommies Daily
Checklist Mudik dengan Anak: 17 Barang yang Wajib Dibawa!