sign up SIGN UP search


kehamilan

Kontraksi: Pengertian, Jenis, dan Kapan Bumil Perlu Waspada

Humidatun Nisa'   |   Haibunda Jumat, 15 Jul 2022 16:56 WIB
ilustrasi kontraksi ibu hamil caption
Jakarta -

Kontraksi merupakan salah satu tahap yang akan dilalui Bunda menjelang persalinan secara normal. Memang saat kontraksi terjadi, tubuh Bunda akan terasa kurang nyaman bahkan nyeri.

Namun demi Si Kecil agar terlahir sehat ke dunia, Bunda tentu akan rela menahan itu semua. Sungguh hebat ya perjuangan seorang Bunda untuk buah hatinya. 

Nah, untuk mempersiapkan diri jelang persalinan, terdapat beberapa hal mengenai kontraksi yang sepatutnya memperkaya informasi agar Bunda lebih bisa menyiapkan segala hal tentang kehamilan dan persalinan lebih baik. Simak yuk.


Banner 50 Tanda Hamil

Apa itu kontraksi?

Merujuk ulasan Healthdirect Gov AU, kontraksi merupakan pengencangan otot-otot rahim. Menyebabkan rasa sakit, mirip dengan nyeri haid yang kuat. Bisa menjadi tanda seorang wanita sedang dalam proses persalinan dan bersiap-siap untuk memiliki bayi. Selama kontraksi, perut menjadi keras. Namun

pada prosesnya, rahim berelaksasi dan perut menjadi lunak. Sehingga meskipun terasa tidak nyaman, Bunda dapat bersantai di sela-sela kontraksi. Cara kontraksi berbeda-beda untuk setiap wanita, dan mungkin terasa berbeda dari satu kehamilan ke kehamilan berikutnya.

Sementara itu, menurut WebMD, kontraksi persalinan biasanya menyebabkan ketidaknyamanan atau nyeri tumpul di punggung dan perut bagian bawah, bersama dengan tekanan di panggul. Kontraksi bergerak dalam gerakan seperti gelombang dari atas rahim ke bawah.

Kontraksi dimulai ketika kelenjar pituitari melepaskan hormon oksitosin, yang merangsang otot-otot di rahim untuk mulai mengencang dan rileks. 
Kontraksi membuat bagian atas rahim mengencang untuk mendorong bayi ke bawah. Mereka juga melembutkan dan meregangkan bagian bawah rahim dan leher rahim, yang disebut pembukaan rahim sebagai jalan keluar janin. 

Jenis kontraksi

Terdapat beberapa jenis kontraksi yang patut Bunda pahami. Di antaranya:

1. Kontraksi palsu

Kontraksi ini biasa disebut Braxton-Hicks. Kontraksi ini dapat digambarkan sebagai kondisi mengeras di perut yang datang dan pergi. Kontraksi ini tidak semakin dekat, tidak meningkat dengan berjalan, tidak bertambah lama, dan tidak terasa lebih kuat dari waktu ke waktu seperti saat Bunda benar-benar melahirkan.

WebMD membuat detail perbedaannya untuk memudahkan Bunda mengenalinya, sebagai berikut:

  1. Perbedaan dari gerakan

    • Kontraksi palsu
    Kontraksi dapat berhenti saat Bunda berjalan atau beristirahat, atau bahkan berhenti jika Bunda mengubah posisi. 
    • Kontraksi asli
    Kontraksi terus berlanjut meskipun ada gerakan atau perubahan posisi.
  2. Seberapa sering terjadi

    • Kontraksi palsu
    Kontraksi seringkali tidak teratur dan tidak saling mendekat.
    • Kontraksi asli
    Kontraksi datang secara berkala dan berlangsung sekitar 30-70 detik. Seiring berjalannya waktu, mereka semakin dekat.
  3. Seberapa kuat

    • Kontraksi palsu
    Kontraksi biasanya lemah dan tidak menjadi lebih kuat. Atau mereka mungkin kuat pada awalnya dan kemudian menjadi lebih lemah.
    • Kontraksi asli
    Kontraksi terus meningkat dalam kekuatan.
  4. Letak kesakitan

    • Kontraksi palsu
    Kontraksi biasanya hanya dirasakan di bagian depan perut atau daerah panggul.
    • Kontraksi asli
    Kontraksi biasanya dimulai di punggung bawah dan bergerak ke depan perut.

2. Kontraksi persalinan dini 

Kontraksi ini mungkin sedikit tidak nyaman dan terasa seperti kram menstruasi ringan hingga sedang. Biasanya, mereka terputus-putus dan bervariasi. Tujuh sampai sepuluh atau bahkan 20 menit atau lebih. 

Pada kontraksi jenis ini, saat Bunda merasa sedang dalam proses persalinan yang sebenarnya, mulailah mengatur waktu kontraksi. Untuk melakukan ini, disarankan agar Bunda menuliskan waktu setiap kontraksi dimulai dan berhenti atau minta seseorang melakukannya untuk Bunda.

Waktu antara kontraksi termasuk panjang atau durasi kontraksi dan menit di antara kontraksi, ini disebut interval.
 
Kontraksi ringan biasanya dimulai dengan interval 15 hingga 20 menit dan berlangsung selama 60 hingga 90 detik. Kontraksi menjadi lebih teratur sampai jaraknya kurang dari 5 menit.

Pada persalinan aktif, saat Bunda  sudah harus dalam dampingan tenaga medis yang membantu persalinan,   biasanya ditandai dengan kontraksi kuat yang berlangsung selama 45 hingga 60 detik dan terjadi dalam selang waktu 3 hingga 4 menit.

2. Kontraksi persalinan aktif

Hal-hal meningkat dalam persalinan aktif dengan kontraksi semakin dekat, dari jarak sekitar 4-5 menit dan berlangsung sekitar 30 detik hingga satu menit. Ini biasanya ketika tenaga medis menyarankan bahwa inilah saat yang tepat untuk pergi ke tempat kelahiran yang sudah Bunda tentuka  Kebanyakan orang mengalami jenis kontraksi ini sebagai rasa sakit, baik di bagian depan dan belakang rahim.

3. Kontraksi transisi

Transisi adalah waktu ketika serviks berubah ukuran hingga 8-10 cm. Ini sering kali merupakan bagian tersulit dan tersulit dari persalinan, saat Bunda seolah tidak sanggup melakukannya.

Kontraksi transisi berlangsung lama dan kuat, bisa hingga 2 menit.  Dengan jeda singkat di antaranya. Sering kali, mereka disertai dengan sejumlah besar tekanan di vagina dan rektum. Selama transisi, Bunda mungkin mengalami gemetar, muntah, kedinginan, hingga mungkin berteriak atau mengeluarkan suara. 

4. Kontraksi mendorong 

Pada tahap kontraksi ini, Bunda dalam perasaan yang sangat mirip dengan harus buang air besar. Tidak jarang kontraksi melambat sedikit selama waktu ini, memungkinkan istirahat di antaranya.

Beberapa orang mengatakan rasanya enak atau menghilangkan tekanan untuk mengejan selama kontraksi ini. Mendorong sangat melelahkan secara fisik, jadi mintalah dukungan apa pun yang Bunda butuhkan. 

5. Kontraksi pasca melahirkan

Kontraksi tidak hanya diperlukan untuk mengeluarkan plasenta segera setelah bayi, tetapi rahim akan terus berkontraksi setelah lahir, karena kembali ke ukuran sebelum hamil, yang disebut involusi.

Menyusui juga dapat memicu kontraksi pasca melahirkan. Dikenal sebagai after-pain, mereka paling kuat dua sampai tiga hari setelah lahir. Ini benar-benar normal, Bunda. 

Young pregnant woman behind the steering wheel having contractionsilustrasi kontraksi/ Foto: Getty Images

Gejala kontraksi sebagai proses bersalin

Kontraksi sering dimulai jauh sebelum Bunda melahirkan dan merupakan salah satu indikator terkuat bahwa persalinan sedang dalam perjalanan.

Saat persalinan Bunda berlangsung, kontraksi akan lebih sering dan menjadi lebih lama dan lebih kuat. Tidak semua orang akan mengalami gejala yang sama, namun beberapa tanda umum persalinan yang sebenarnya adalah:

• Kontraksi yang berlangsung sekitar 30 hingga 70 detik
• Kontraksi yang datang secara berkala 
• Kontraksi yang semakin dekat seiring berjalannya waktu
• Bergerak atau istirahat tidak mengubah kontraksi
• Nyeri mulai dari belakang dan bergerak ke depan

Kapan harus mewaspadai kontraksi?

karena kontraksi merupakan gejala kuat akan segera melahirkan, Bunda perlu mewaspadai jika sudah berada dalam kondisi berikut:
• Jika Bunda merasa air ketuban Bunda telah pecah.
• Jika Bunda berdarah atau lebih dari sekadar bercak
• Jika bayi tampak bergerak kurang dari biasanya.
• Saat kontraksi Bunda sangat tidak nyaman dan telah datang setiap 5 menit selama satu jam.
• Jika Bunda memiliki tanda-tanda persalinan, tetapi Bunda belum mencapai minggu ke-37 kehamilan. Bunda mungkin akan melahirkan sebelum bayi Bunda siap dan akan membutuhkan bantuan medis segera.
• Penyedia layanan kesehatan Bunda akan memberi Bunda panduan khusus tentang kapan Bunda harus bersiap-siap untuk datang ke rumah sakit.

Sementara menurut American Pregnancy, kontraksi persalinan memiliki ciri-ciri sebagai berikut :

• Kontraksi teratur
• Mengikuti pola yang dapat diprediksi (seperti setiap delapan menit)
• Menjadi semakin dekat
• Bertahan secara progresif lebih lama
• Terasa semakin kuat
• Setiap kontraksi pertama kali dirasakan di punggung bawah kemudian menjalar ke depan atau sebaliknya
• Perubahan aktivitas atau posisi tubuh tidak akan memperlambat atau menghentikan kontraksi
• Sumbat lendir mungkin muncul
• Membran mungkin pecah

Jika sudah dalam kondisi demikian, Bunda tidak bisa menawar-nawar lagi selain harus segera mendapat pelayanan yang tepat untuk proses bersalin ya. 

Bunda, yuk download aplikasi digital Allo Bank di sini. Dapatkan diskon 10 persen dan cashback 5 persen.

Saksikan juga yuk video tentang cara menikmati kontraksi saat melahirkan.

[Gambas:Video Haibunda]



(pri/pri)
kehamilan
Kehamilan Trimester 3 Ketahui perkembangan kehamilan Trimester 3 setiap minggu. Cek Yuk arrow-right
Share yuk, Bun!
BERSAMA DOKTER & AHLI
Bundapedia
Ensiklopedia A-Z istilah kesehatan terkait Bunda dan Si Kecil
Rekomendasi
Menanti kelahiran Si Kecil dengan arti nama bayi yang pas untuknya nanti hanya di Aplikasi HaiBunda!
ARTIKEL TERBARU
  • Video
detiknetwork

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Ikuti perkembangan kehamilan Bunda setiap minggunya di Aplikasi HaiBunda yuk, Bun!