KEHAMILAN
Kisah Bunda Lahirkan Anak Autis karena Efek Minum Obat Kejang saat Hamil
Annisa Karnesyia | HaiBunda
Sabtu, 30 Aug 2025 08:00 WIBAutis atau autisme pada anak sering dikaitkan dengan kondisi medis yang dialami ibunya saat hamil. Selain karena faktor medis, obat-obatan tertentu yang dikonsumsi saat hamil juga diklaim bisa menyebabkan anak autis.
Kisah Bunda melahirkan anak autis karena konsumsi obat yang 'dilarang' saat hamil pernah dialami perempuan bernama Jo. Perempuan asal Inggris ini melahirkan seorang putra bernama Tomas Cozens yang didiagnosis akibat obat epilepsi yang dikonsumsinya selama hamil. Saat ini, usia Tomas sudah 25 tahun.
Dilansir BBC, Jo diketahui mengonsumsi obat jenis natrium valproat untuk mengendalikan kejangnya selama hamil. Meskipun ada bukti sejak tahun 1970-an bahwa natrium valproat dapat membahayakan janinnya, Jo tidak pernah diberi tahu.
Kisah Jo baru sadar anaknya autis setelah lahir
Jo pertama kali menyadari ada sesuatu yang berbeda dengan Tomas ketika putranya gagal mencapai beberapa tonggak perkembangan. Tomas lalu didiagnosis High functioning autism, serta disabilitas fisik dan neurologis lainnya.
Dikutip dari Web MD, High functioning autism merujuk pada orang-orang dengan gangguan spektrum autisme yang dapat berbicara, membaca, menulis, dan menguasai keterampilan hidup dasar, seperti makan dan mengenakan pakaian.
Pada tahun 2014, Jo melihat sebuah artikel yang dibaca ayahnya tentang bagaimana natrium valproat dapat memengaruhi perkembangan anak. Dari situ, Jo mulai mengaitkan kondisi Tomas dengan natrium valproat yang dikonsumsinya selama hamil. Tak lama kemudian, Tomas didiagnosis dengan masalah perkembangan akibat valproat setelah terpapar zat tersebut di dalam rahim ibunya.
"Rasanya seperti pedang bermata dua. Senang rasanya bisa mengetahui, tetapi kemudian hal itu benar-benar membuat saya sedih. Saya merasa seperti menciut dan tidak pernah berhenti menangis," ungkapnya.
Jo lalu mulai mempelajari tentang keluarga-keluarga lain yang terdampak dan mulai berkampanye agar pemerintah Inggris bertanggung jawab. Menurutnya, ia dan ribuan ibu lainnya berhak mendapatkan jawaban agar mereka terbebas dari rasa bersalah.
"Kamu tahu, kamu takkan pernah bisa memaafkan dirimu sendiri. Karena obat yang kau minum telah membahayakan bayimu," katanya.
Kondisi disabilitas yang dialami Tomas telah berdampak pada kehidupannya. Tomas mesti menjalani berbagai operasi sekaligus membuatnya berjuang secara sosial dan mental.
"Tanggapan publik tidak akan cukup untuk menutupi kerusakan yang telah ditimbulkan. Saya sama sekali tidak menerima bantuan keuangan untuk masalah-masalah yang saya hadapi saat tumbuh dewasa, dan hingga kini pun, sama sekali tidak ada bantuan untuk masa depan saya," ungkap Tomas.
"Saya harus berjuang, saya harus berusaha mencari nafkah, berusaha belajar. Meskipun saya sedikit lebih lambat, mungkin jauh lebih lambat."
Kasus seperti yang dialami Jo juga pernah dirasakan Becci Smart. Ia bahkan mesti kehilangan dua anak saat mengonsumsi obat epilepsi topiramate.
Sementara putranya yang berhasil dilahirkan, Zak, disebut mengidap sepsis. Namun kemudian terungkap bahwa itu adalah efek samping dari valproat, Bunda.
Zak yang saat ini berusia 17 tahun memiliki gangguan spektrum autisme, disertai kecemasan sosial, keterlambatan perkembangan secara umum, serta gangguan sosial dan komunikasi. Ia kesulitan belajar di sekolah dan terkadang memiliki pikiran untuk untuk mengakhiri hidupnya.
Bahaya natrium valproat untuk ibu hamil
Natrium valproat (asam valporat) merupakan obat kejang yang sering diresepkan untuk pengidap epilepsi, Bunda. Obat ini tidak boleh dikonsumsi sembarangan, terutama selama hamil.
Badan kesehatan Dunia (WHO) menjelaskan bahwa natrium valproat tidak boleh diresepkan kepada ibu hamil dan perempuan usia subur karena berisiko tinggi menyebabkan cacat lahir dan gangguan perkembangan pada anak yang terpapar di dalam kandungan.
Menurut departemen Kesehatan Inggris, sekitar 1 dari 9 bayi (11 persen) akan mengalami cacat lahir bila ibunya mengonsumsi natrium valproat saat hamil. Cacat lahir yang mungkin terjadi ketika ibu mengonsumsi valproat selama kehamilan meliputi:
- Spina bifida, yakni tulang belakang tidak berkembang dengan baik
- Malformasi wajah dan tengkorak (termasuk bibir sumbing dan lelangit mulut)
- Malformasi anggota badan, jantung, ginjal, saluran kemih, dan organ seksual
- Malformasi mata yang berkaitan dengan cacat lahir, yang dapat memengaruhi penglihatan
- Masalah pendengaran atau tuli
Pada ibu hamil yang mengonsumsi valproat, sekitar 3 atau 4 dari 10 anak mungkin mengalami masalah perkembangan. Gangguan ini dapat sangat melemahkan dan bersifat permanen. Beberapa dampak ini meliputi:
- Kesulitan belajar berjalan dan berbicara
- Kemampuan intelektual yang lebih rendah dibandingkan anak-anak lain seusianya
- Kemampuan berbicara dan berbahasa yang buruk
- Masalah memori
Anak-anak yang lahir dari ibu yang mengonsumsi valproat selama kehamilan juga berisiko mengalami autisme atau gangguan spektrum autisme, dan memiliki berat badan lebih rendah saat lahir.
Demikian kisah Bunda yang melahirkan anak autis karena efek konsumsi obat epilepsi saat hamil.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(ank/rap)