HaiBunda

KEHAMILAN

Ada yang Hingga 31 Th, Berapa Lama Sebenarnya Embrio Bisa Dibekukan?

Melly Febrida   |   HaiBunda

Sabtu, 30 Aug 2025 16:30 WIB
Ada yang Hingga 31 Th, Berapa Lama Sebenarnya Embrio Bisa Dibekukan?/Foto: Getty Images/Svitlana Hulko
Jakarta -

Sejumlah pasangan suami istri (pasutri) yang menjalani perawatan kesuburan memilih membekukan embrio yang belum ditransfer dalam siklus fertilisasi in vitro (IVF). Namun berapa lama sebenarnya embrio dapat dibekukan? Ternyata ada yang bertahan hingga 31 tahun. Bahkan di Inggris bisa mencapai 55 tahun.

Dilansir dari Science Direct, beberapa peneliti telah menunjukkan bahwa pembekuan embrio telah meningkatkan angka kehamilan yang berkelanjutan dan menurunkan biaya per kelahiran hidup.

Namun, masing-masing indikasi pembekuan ini menimbulkan pertanyaan praktis tentang cara terbaik untuk menyimpan, mengangkut, dan, pada akhirnya, membuang gamet dan embrio asing sambil meminimalkan risiko yang ditimbulkan oleh kriopreservasi pada penyedia layanan kesehatan dan klinik fertilitas.


Mengapa orang membekukan embrio? 

Melansir laman Hfea.Gov.Uk, seringkali dalam perawatan (IVF) atau injeksi sperma intrasitoplasma (ICSI), mungkin menghasilkan beberapa embrio berkualitas baik yang tersisa setelah transfer embrio. Alih-alih membuangnya, pasutri memilih membekukannya untuk digunakan di masa mendatang.

Embrio juga dapat dibekukan untuk menjaga kesuburan sehingga memungkinkan untuk memiliki bayi di kemudian hari.

Pasangan Lindsey dan Tim Pierce menyambut kelahiran bayi pada 26 Juli 2025 di Ohio. Bayi tersebut daru embrio yang dibekukan sejak 1994, 31 tahun yang lalu. dalam penyimpanan. Kelahiran ini memecahkan rekor sebelumnya pada 2022 yakni bayi kembar yang lahir dari embrio 30 tahun.

Usia embrio seharusnya tidak memengaruhi kesehatan anak. Yang lebih penting adalah usia perempuan dan kesehatan sperma pada saat pembuahan.

Berikut beberapa pertimbangan seseorang memilih membekukan embrio:

  • Seseorang yang ingin menggunakan embrio di masa mendatang (alih-alih menjalani siklus IVF atau ICSI baru).
  • Perawatan yang dijalani perlu dibatalkan setelah pengambilan sel telur (misalnya, jika seseorang bereaksi berlebihan terhadap obat kesuburan). Orang tersebut harus ditawari kesempatan untuk membekukan embrio yang sesuai untuk digunakan nanti.
  • Seseorang dengan kondisi kesehatan tertentu, atau sedang menjalani perawatan medis untuk suatu kondisi, yang dapat memengaruhi kesuburan. Kesuburan dapat dipertahankan dengan menyimpan sel telur, embrio, atau kombinasi keduanya. 
  • Orang yang berisiko cedera atau kematian, misalnya menjadi anggota Angkatan Bersenjata yang ditugaskan ke zona perang dan orang tersebut ingin membekukan embrio bersama pasangan.
  • Perempuan yang sedang bertransisi menjadi pria, mungkin ingin mempertahankan kesuburan sebelum memulai terapi hormon atau menjalani operasi rekonstruksi. Kedua perawatan tersebut dapat menyebabkan hilangnya sebagian atau seluruh kesuburan.

Berapa lama sebenarnya embrio bisa dibekukan?

Jika embrio tidak segera digunakan dalam perawatan, pasutri mungkin ingin menyimpannya agar dapat digunakan untuk perawatan di masa mendatang. Embrio yang akan disimpan dibekukan.

Namun pasutri perlu mempertimbangkan seberapa lama akan menggunakan embrio yang disimpan dan potensi biaya penyimpanannya. Hal ini adalah sesuatu yang harus didiskusikan dengan klinik.

Embrio hanya dapat disimpan jika Bunda dan penyedia sel telur atau sperma telah memberikan persetujuan. 

Secara teori, tidak ada masa kedaluwarsa embrio selama tersimpan stabil pada suhu kriogenik (−196°C). Belum ada bukti yang menunjukkan bahwa embrio terpengaruh oleh lamanya waktu pembekuan. Namun kualitas proses pembekuan dan penyimpanan sangat menentukan. 

Banyak layanan pembekuan embrio menyebut 10 tahun atau lebih aman. Seringnya lamanya penyimpanan mengikuti kebijakan/regulasi lokal, bukan batas biologis. 

Di Inggris pada 1 Juli 2022, aturan tentang berapa lama Anda dapat menyimpan sel telur, sperma, atau embrio telah berubah.

Sebelum 1 Juli 2022, kebanyakan orang biasanya hanya dapat menyimpan embrio mereka hingga 10 tahun. Hanya jika orang mengalami infertilitas dini atau akan menjalani perawatan medis yang dapat memengaruhi kesuburannya maka dapat menyimpannya hingga 55 tahun.

Undang-undang sekarang mengizinkan orang menyimpan embrio untuk digunakan dalam perawatan untuk jangka waktu hingga maksimum 55 tahun sejak tanggal embrio pertama kali disimpan. Namun, yang terpenting agar penyimpanan dapat berlanjut secara sah maka perlu memperbarui persetujuan setiap 10 tahun. 

Jika rencana keluarga sudah jelas, hindari menunda transfer tanpa alasan kuat. Beberapa studi melihat tren penurunan keberhasilan dengan waktu.

Ada beberapa faktor yang menentukan keberhasilan setelah lama dibekukan:

  1. Kualitas embrio dan tahap perkembangan (cleavage vs blastokista).
  2. Usia biologis oosit saat pembuahan. Semakin muda usianya maka potensi semakin baik.
  3. Teknik dan standar lab.
  4. Durasi dan konsistensi suhu simpan.
  5. Faktor klinis ibu penerima pada saat transfer, seperti memiliki komorbid.

Proses pembekuan embrio

Embrio ditempatkan dalam larutan khusus yang mengandung zat (krioprotektan), yang membantu menarik air keluar dari embrio dan memberikan perlindungan di dalam sel. Ini melindungi embrio dari kerusakan yang disebabkan pembentukan kristal es.

Embrio kemudian dibekukan, sebagian besar dengan teknik yang disebut vitrifikasi (pembekuan cepat) dan disimpan dalam tangki nitrogen cair hingga Bunda siap menggunakannya.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(pri/pri)

Simak video di bawah ini, Bun:

Cek Yuk, Bun! Ini 7 Tanda Awal Kehamilan yang Sering Tidak Disadari

TOPIK TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

TERPOPULER

Kemesraan Ario Bayu & Istri Bule Prancis yang Mulai Sering Diperlihatkan, Ini 5 Potretnya

Mom's Life Amira Salsabila

Cuci Pakaian Makin Praktis, Bunda! Ada Diskon Mesin Cuci Front Load 7 Kg

Mom's Life Amira Salsabila

Aneka Sepeda Anak Diskon 60%+20%, Hanya Hari Ini di Transmart

Mom's Life Triyanisya & Sandra Odilifia

6 Film Indonesia Tayang di Busan International Film Festival 2025, Ada yang Dibintangi Dian Sastrowardoyo

Mom's Life Annisa Karnesyia

Hamil Anak Kedua, Beby Prisillia Bertekad Tinggalkan Dua Kebiasaan Buruk Ini

Kehamilan Annisa Aulia Rahim

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

7 Penyebab Munculnya Flek Cokelat Sebelum Haid & Tanda yang Perlu Diwaspadai

Kemesraan Ario Bayu & Istri Bule Prancis yang Mulai Sering Diperlihatkan, Ini 5 Potretnya

Cuci Pakaian Makin Praktis, Bunda! Ada Diskon Mesin Cuci Front Load 7 Kg

Aneka Sepeda Anak Diskon 60%+20%, Hanya Hari Ini di Transmart

5 Film Action Terbaru September 2025 Diprediksi Bagus Raih Rating Tinggi

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK