
kehamilan
Kisah Perjuangan Bunda Melahirkan Bayi Sehat Usai Jalani Operasi Tumor Ovarium
HaiBunda
Minggu, 31 Aug 2025 17:50 WIB

Daftar Isi
Menjalani kehamilan dengan tumor ovarium termasuk kondisi berbahaya yang mengancam nyawa. Penanganan tumor saat hamil bisa saja memengaruhi janin di dalam kandungan.
Kisah Bunda menjalani kehamilan dengan tumor ovarium pernah dialami seorang perempuan dari Bhiwadi, India. Perempuan berusia 25 tahun yang tidak diungkap identitasnya ini berjuang melahirkan bayi sehat usai menjalani operasi tumor ovarium.
Dilansir Times of India, Bunda ini melahirkan bayi laki-laki yang sehat setelah menjalani operasi pengangkatan tumor ovarium, yang berukuran sebesar bola basket. Tumor tersebut baru ditemukan saat usia kehamilannya 14 minggu.
Tumor terdeteksi saat pemindaian ultrasonografi (USG) rutin, yang menunjukkan massa perut sangat besar. Pemindaian awal menunjukkan potensi kanker ovarium, sehingga mempersulit pendekatan untuk pengobatan.
Tim medis lalu memutuskan untuk melakukan prosedur langka dan berisiko tinggi, yakni operasi pengangkatan tumor. Tindakan ini dilakukan dengan mempertimbangkan penanganan tumor sekaligus melindungi janin, Bunda.
Tindakan operasi saat hamil untuk mengangkat tumor
Tim medis melakukan operasi terbuka untuk mengangkat tumor beserta ovarium dan tuba falopi yang terdampak. Selama prosedur, mereka juga mengevaluasi penyebaran kanker sambil mengambil tindakan pencegahan untuk melindungi kehamilan dengan menghindari ruptur tumor dan stimulasi uterus yang tidak perlu.
"Menemukan tumor selama kehamilan dapat menjadi hal yang sangat berat bagi pasien dan keluarga. Meskipun kasus ini jarang terjadi, tumor ini dapat ditangani dengan aman melalui diagnosis yang tepat waktu, perencanaan yang cermat, dan perawatan terkoordinasi lintas spesialis. Tumor ovarium sebesar ini selama kehamilan sangat jarang terjadi, dan operasi pada tahap ini membutuhkan ketelitian yang tinggi," kata konsultan onkologi bedah ginekologi di Max Super Speciality Hospital, Dwarka, India.
"Kasus ini merupakan contoh yang sangat baik tentang bagaimana intervensi yang tepat waktu, kerja sama tim multi disiplin, dan perawatan medis yang canggih dapat mewujudkan hal yang mustahil," sambungnya.
Setelah operasi, pasien pulih dengan baik dan dipulangkan dalam waktu tiga hari. Ia pun melanjutkan kehamilannya di bawah pengawasan medis ketat. Hasil patologi akhir mengonfirmasi bahwa tumor tersebut merupakan sarkoma terbatas pada ovarium, tanpa adanya penyebaran di area perut.
"Tumor ovarium ganas ditemukan pada 1/10.000 kehamilan dan sarkoma ovarium sangat jarang terjadi, dengan hanya sedikit laporan kasus yang dipublikasikan dalam literatur medis," ungkap kata direktur asosiasi dan kepala unit bedah onkologi, Dr. Sanjeev Kumar.
"Deteksi dini memainkan peran penting, karena diagnosis dan evaluasi yang tepat waktu memungkinkan dokter untuk memilih strategi pengobatan yang paling aman sekaligus memikirkan kesehatan ibu dan kehamilannya."
Apa itu tumor ovarium?
Perlu diketahui, tumor ovarium didefinisikan sebagai pertumbuhan sel abnormal yang terjadi di dalam atau di dekat ovarium, organ reproduksi perempuan yang menghasilkan sel telur. Tumor ovarium dapat bersifat non-kanker (jinak) atau kanker.
Dilansir laman University of Colorado Gynecologic Oncology, tumor ovarium jinak paling sering terjadi pada perempuan usia subur. Tumor ini setidaknya terjadi pada sekitar 50 persen perempuan dengan menstruasi tidak teratur dan sekitar 30 persen yang menstruasinya teratur.
Tumor ovarium jinak dibagi menjadi tiga jenis berdasarkan asal pertumbuhan sel abnormal, yakni:
- Tumor epitel permukaan (surface epithelial tumor): tumor ini bermula di sel-sel yang melapisi permukaan ovarium, dan ini adalah jenis tumor ovarium yang paling umum.
- Tumor stroma: tumor jinak dan ganas ini bermula di bagian ovarium yang memproduksi hormon reproduksi. Tumor ini sangat jarang dan bila bersifat kanker akan dianggap sebagai kanker tingkat rendah.
- Tumor sel germinal: tumor ini bermula di sel-sel yang berkembang menjadi sel telur. Sebagian besar tumor sel germinal bersifat jinak, tetapi terkadang dapat berkembang menjadi kanker.
Gejala tumor ovarium
Tumor ovarium umumnya bersifat asimtomatik, yakni jarang menunjukkan gejala yang nyata. Pada beberapa perempuan, tumor ini sangat sulit dideteksi sehingga akhirnya tumbuh cukup besar hingga menyebabkan ketidaknyamanan panggul atau perut karena menyerang organ-organ di sekitarnya.
Gejala umum dari tumor ovarium dapat meliputi:
- Nyeri perut
- Kesulitan buang air kecil atau sering buang air kecil
- Nyeri punggung bawah
- Nyeri saat berhubungan seksual
- Kram hebat saat menstruasi
- Merasa cepat kenyang setelah makan atau tidak nafsu makan
- Mual atau muntah
Demikian kisah Bunda melahirkan bayi sehat setelah menjalani operasi pengangkatan tumor ovarium, serta penjelasan terkait kondisi medis ini.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(ank/rap)TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT

Kehamilan
Kaki Bengkak Ibu Hamil Normal atau Tanda Preeklamsia, Ini Bedanya

Kehamilan
Studi: Preeklamsia Terkait dengan Penyakit Ginjal

Kehamilan
Bobot Shandy Aulia Naik 3 Kg di Trimester Kedua, Apa Kata Dokter?

Kehamilan
Posisi Seks yang Memuaskan Saat Kehamilan Trimester 2

Kehamilan
Cerita Pippa Middleton Tetap Main Tenis di Trimester 2 Kehamilan


7 Foto
Kehamilan
Intip 7 Potret Baby Moon Siti Badriah di Bali, Seru Bareng Suami Bun
HIGHLIGHT
HAIBUNDA STORIES
REKOMENDASI PRODUK
INFOGRAFIS
KOMIK BUNDA
FOTO
Fase Bunda