KEHAMILAN
Suplemen Zat Besi untuk Ibu Hamil, Dosis hingga Panduan Minum yang Aman
Annisa Karnesyia | HaiBunda
Kamis, 09 Oct 2025 16:40 WIBZat besi merupakan salah satu nutrisi penting yang dibutuhkan selama hamil. Zat besi dibutuhkan untuk memasok nutrisi bagi janin dan plasenta yang sedang tumbuh, serta untuk meningkatkan massa sel darah merah ibu sehingga terhindar dari anemia.
Menurut ulasan di Annual Review of Nutrition tahun 2019, defisiensi zat besi merupakan defisiensi mikronutrien paling umum di dunia dan secara tidak proporsional memengaruhi ibu hamil dan anak-anak. Defisiensi zat besi berdampak negatif pada kehamilan dan fungsi kekebalan tubuh serta perkembangan saraf pada anak-anak.
Sejauh ini, pemberian suplementasi zat besi telah berhasil mengurangi dampak defisiensi zat besi hingga anemia. Menurut Badan Kesehatan Dunia (WHO), penggunaan suplemen zat besi bersama dengan asam folat selama hamil bisa berdampak positif pada kehamilan.
"Bukti menunjukkan bahwa penggunaan suplemen zat besi dan asam folat dikaitkan dengan penurunan risiko defisiensi zat besi dan anemia pada ibu hamil," tulis WHO dalam laman resminya.
Menurut bukti ini, suplementasi zat besi pada ibu hamil juga dapat mengurangi risiko bayi lahir dengan berat badan rendah atau kelahiran prematur, serta meningkatkan berat lahir rata-rata bayi. Meski temuan ini tidak signifikan secara statistik, setidaknya pemberian suplementasi zat besi dapat menurunkan risiko anemia defisiensi besi saat hamil.
Dosis dan panduan minum zat besi yang aman selama hamil
Menurut rekomendasi WHO, dosis suplemen zat besi uang direkomendasikan bagi ibu hamil adalah 30-60 miligram (mg) zat besi elemental per hari. Sementara menurut American College of Obstetricians and Gynecologists (ACOG), ibu hamil membutuhkan 27 mg zat besi per hari untuk memproduksi cukup darah yang dibutuhkan Bunda dan janin selama kehamilan.
Hingga kini masih banyak ibu hamil tidak menyadari pentingnya konsumsi suplemen zat besi. Akibatnya, angka anemia pada ibu hamil masih ditemukan di berbagai belahan dunia, Bunda. Perlu diketahui, anemia terjadi bila kadar hemoglobin (HB) ibu hamil kurang dari 11 gram per desiliter (g/dL).
"Hanya sekitar 20 hingga 30 persen perempuan dengan anemia yang benar-benar menerima perawatan yang tepat. Masalahnya, banyak tenaga kesehatan dan bahkan dokter menganggap kadar hemoglobin 9,5 atau 10 g/dl sebagai 'normal', padahal kadar di bawah 11 g/dl sudah termasuk anemia," ujar ginekolog dan presiden Lucknow Obstetrics & Gynaecology Society (LOGS), Dr. Priti Kumar, dikutip dari Times of India.
Menurut Prof. Seema Mehrotra dari Departemen Ginekologi di KGMU, mengatasi anemia bukan hanya tentang meresepkan zat besi. Paling penting adalah memastikan tablet atau suplemen tersebut dikonsumsi dengan benar, Bunda.
Zat besi sebaiknya dikonsumsi saat perut kosong atau setidaknya dua jam setelah makan. Bunda juga tidak disarankan untuk minum suplemen ini bersamaan dengan minuman, seperti teh atau kopi.
"Banyak perempuan tidak menyadari bahwa zat besi sebaiknya dikonsumsi saat perut kosong atau setidaknya dua jam setelah makan, dan tidak boleh dikonsumsi bersamaan dengan teh, kopi, atau kalsium. Sebaiknya ada jeda setidaknya dua hingga tiga jam antara asupan zat besi dan kalsium, jika tidak, penyerapannya akan menurun drastis," ujar Mehrotra.
Panduan konsumsi suplemen zat besi ini muncul setelah para ahli menyoroti masalah kesehatan perempuan dalam Annual Women's Health Summit - Shakti Sutra yang diselenggarakan oleh LOGS belum lama ini. Dalam acara ini, ada lebih dari 150 dokter dan pakar kesehatan datang untuk meningkatkan kesadaran tentang tindakan pencegahan dalam kehamilan dan kanker payudara.
Sumber makanan kaya zat besi
Selain dari suplemen, sumber zat besi juga bisa didapatkan dari makanan sehari-hari, Bunda. Berikut daftar makanan mengandung zat besi:
- Kacang-kacangan, seperti lentil, kacang polong, buncis, kedelai, almond, dan kacang tanah.
- Ikan salmon dan udang
- Daging sapi tanpa lemak
- Biji-bijian utuh, seperti gandum dan quinoa
- Sayuran hijau
Saat mengonsumsi makanan atau suplemen zat besi, Bunda juga disarankan untuk memenuhi asupan vitamin C untuk membantu penyerapan agar optimal. Beberapa makanan yang dapat menyerap zat besi termasuk jeruk, jeruk bali, stroberi, brokoli, dan paprika.
Demikian dosis dan panduan konsumsi suplemen zat besi saat hamil yang aman. Semoga informasi ini bermanfaat ya.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(ank/rap)Simak video di bawah ini, Bun:
7 Sumber Protein dan Zat Besi Tambahan untuk Bumil yang Enggak Doyan Susu
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
5 Rekomendasi Suplemen Zat Besi untuk Ibu Hamil
15 Makanan Penambah Darah Ibu Hamil, Ada Jus dan Buah-buahan
10 Sayuran Tinggi Zat Besi untuk Ibu Hamil, Bagus untuk Janin di Trimester 1
Amankah Sangobion untuk Ibu Hamil Dikonsumsi Sebagai Suplemen Penambah Darah?
TERPOPULER
9 Ciri Kepribadian Orang yang Gemar Mengaktifkan Mode Silent di HP Menurut Psikologi
Vaksin Bayi Baru Lahir hingga Usia 6 Bulan yang Tak Boleh Terlewatkan
Angka Kesuburan di Singapura Menurun, Ini Penyebab dan Solusinya
Quiet Burnout pada Pekerja, saat Mental Lelah tapi Tetap Tampak Produktif
Potret Evelyn & Juan Sambut Kelahiran Anak Pertama, Nama Bayi Laki-lakinya Unik Bun
REKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Micellar Water untuk Kulit Kering, Bikin Wajah Tetap Lembap
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Snack MPASI Bayi untuk Finger Food & Mudah Dibawa
Nadhifa FitrinaREKOMENDASI PRODUK
5 Ide Menu Siap Saji Lebaran Hemat tapi Tetap "Wah" untuk Keluarga Besar
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Bumbu Dapur Sachet, Bikin Masak Menu Lebaran Lebih Cepat
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
7 Rekomendasi Cushion untuk Kulit Berminyak yang Bikin Make-up Tahan Lama
Amira SalsabilaTERBARU DARI HAIBUNDA
Intip 5 Potret Terbaru Xavier Anak Rini Yulianti Usai Pindah ke Australia
Quiet Burnout pada Pekerja, saat Mental Lelah tapi Tetap Tampak Produktif
Vaksin Bayi Baru Lahir hingga Usia 6 Bulan yang Tak Boleh Terlewatkan
Angka Kesuburan di Singapura Menurun, Ini Penyebab dan Solusinya
9 Ciri Kepribadian Orang yang Gemar Mengaktifkan Mode Silent di HP Menurut Psikologi
FOTO
VIDEO
DETIK NETWORK
-
Insertlive
6 Peristiwa Besar Dalam Islam yang Terjadi di Bulan Syawal
-
Beautynesia
Lagi Trending, Ini 5 Fakta Menarik Drakor Siren's Kiss yang Dibintangi Park Min Young & Wi Ha Joon
-
Female Daily
Kaki Bengkak Setelah Perjalanan Jauh? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya!
-
CXO
GOT7 Rilis Album Baru, Persiapan Harus Lewat Video Call Karena Hal Ini
-
Wolipop
Potret Lucinta Luna Manglingi Dengan Gaya Rambut Baru, Jadi Bak Oppa Korea
-
Mommies Daily
9 Pelajaran Parenting dari Meteor Garden: Privilege, Bullying, dan Empati di Mata Mommies