KEHAMILAN
Mengenal Induksi Foley Bulb untuk Membantu Kontraksi Jelang Melahirkan
Annisa Karnesyia | HaiBunda
Minggu, 12 Oct 2025 18:00 WIBKontraksi merupakan salah satu tanda persalinan akan segera dimulai. Saat rahim berkontraksi, Bunda akan merasakan nyeri di punggung atau panggul, yang mirip dengan kram menstruasi.
Pada kasus yang umum, kontraksi persalinan terjadi dalam pola yang teratur dan semakin dekat seiring waktu. Tetapi, ada pula ibu hamil yang mesti mendapatkan induksi untuk memancing kontraksi dan membantu mempercepat proses persalinan.
Nah, salah satu pilihan non-medis untuk menginduksi persalinan adalah Foley bulb, yang istilah lainnya disebut Foley balloon atau Foley catheter. Tindakan Foley bulb ini digunakan untuk mematangkan serviks sehingga siap untuk melahirkan bayi.
Apa itu induksi Foley bulb?
Melansir dari Cleveland Clinic, induksi Foley bulb adalah metode yang digunakan oleh tenaga kesehatan untuk membantu dilatasi (pembukaan) serviks dan mempersiapkannya untuk persalinan. Metode ini juga dikenal sebagai cara untuk menginduksi di tahap awal melahirkan ketika serviks melebar, yakni antara 1 dan 6 sentimeter (cm).
"Foley bulb adalah alat yang dimasukkan ke dalam rahim yang akan menekan serviks untuk membantu mendorong kontraksi dan perubahan pada serviks," kata dokter kandungan dan ginekologi bersertifikat di Chandler, Arizona, Monte Swarup, M.D., FACOG, dikutip dari Parents.
Dokter mungkin perlu menginduksi persalinan karena berbagai alasan, seperti bayi menunjukkan tanda-tanda pertumbuhan yang buruk, atau Bunda memiliki kondisi kesehatan tertentu seperti diabetes gestasional atau preeklamsia. American College of Gynecology (ACOG) menyatakan bahwa induksi persalinan dapat direkomendasikan bila kehamilan mencapai 41 minggu atau seminggu setelah tanggal perkiraan lahir.
"Jika seseorang datang untuk induksi dan serviksnya belum siap, kami dapat melakukan apa yang disebut dengan pematangan serviks untuk mempersiapkan mereka memasuki persalinan aktif," ujar dokter spesialis penyakit ibu dan janin, Cassandra Heiselman, D.O., MPH, FACOG.
"Itu dapat dilakukan dengan obat-obatan seperti misoprostol atau Foley. Penggunaan obat-obatan dapat membuat rahim berkontraksi sangat kuat, dan terkadang dapat menyebabkan detak jantung bayi menurun jika terlalu lama dilakukan," sambungnya.
Tahapan dalam prosedur induksi Foley bulb
Foley bulb merupakan alat seperti kateter yang dimasukkan oleh dokter melalui serviks (lubang rahim di bagian atas vagina) dan masuk ke dalam rahim. Kateter ini memiliki ujung seperti balon, yang diletakkan di bawah kepala bayi, di bagian bawah rahim. Selanjutnya, dokter akan mengisi balon dengan larutan garam untuk menekan serviks dan mendorongnya untuk membuka.
Berikut detail terkait langkah-langkah prosedur Foley bulb:
- Ibu hamil berbaring telentang dengan kaki menggantung
- Dokter lalu akan memantau detak jantung bayi dan memastikan kepala bayi berada di bawah. Dokter juga akan memeriksa kondisi serviks ibu.
- Kateter lalu dimasukkan setelah serviks dibersihkan dengan antiseptik.
- Kemudian, dokter mengisi balon Foley dengan larutan garam.
- Kateter ditempelkan di paha atau dimasukkan ke dalam vagina.
- Balon Foley biasanya akan terlepas dengan sendirinya setelah serviks melebar 3 cm.
Prosedur pemasangan Foley bulb biasanya memakan waktu kurang dari 10 menit. Setelah induksi dimulai, dibutuhkan waktu sekitar 24 jam dari pemasangan hingga persalinan. Namun terkadang bisa lebih lama.
"Balon Foley diletakkan di depan kepala bayi. Ketika rahim berkontraksi, pada dasarnya ia mendorong benda yang lebih kecil dari kepala bayi untuk melebarkannya secara mekanis," ungkap Heiselman.
Risiko Foley bulb
Prosedur Foley bulb tetap bisa menimbulkan komplikasi, Bunda. Selain rasa tidak nyaman, ada beberapa risiko dari tindakan ini, seperti:
- Demam atau infeksi
- Foley bulb terlepas
- Perubahan detak jantung bayi yang dianggap buruk
Seberapa efektif Foley bulp membantu kontraksi jelang persalinan?
Penelitian yang diterbitkan di jurnal Ginekologia Polska tahun 2013 menunjukkan tingkat keberhasilan prosedur ini sekitar 70 persen. Tingkat keberhasilannya dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor, Bunda.
"Faktor-faktor yang menentukan keberhasilan meliputi apakah perempuan pernah melahirkan sebelumnya dan menjalani pemeriksaan serviks saat memulai prosedur," kata Swarup.
Sebelum menggunakan prosedur ini, dokter biasanya akan menilai dengan 'skor Bishop' untuk mengevaluasi peluang keberhasilan persalinan pervaginam dan apakah intervensi lebih lanjut (obat-obatan) diperlukan atau tidak. Skor tersebut adalah sistem penilaian berdasarkan serviks dan posisi kepala janin.
"Seringkali, setelah pemasangan Foley bulb untuk induksi, obat-obatan lain masih diperlukan untuk amniotomi, atau pemecahan kantung ketuban," ungkap Swarup.
Demikian serba-serbi prosedur Foley bulb untuk membantu proses persalinan. Semoga informasi ini bermanfaat ya, Bunda.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(ank/rap)Simak video di bawah ini, Bun:
Bunda, Kenali Gejala Depresi Setelah Keguguran dan Cara Mengatasinya
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
10 Kondisi Ibu Hamil yang Disarankan Menerima Induksi Persalinan, Ketahui Prosedurnya Bun
Kapan Induksi Persalinan Dilakukan pada Ibu Hamil? Prosedur & Waktu hingga Melahirkan
8 Cara Alami Induksi Persalinan, Makan Kurma Bisa Dicoba Bun
Alasan Ibu Hamil Perlu Mendapatkan Induksi Persalinan
TERPOPULER
105 Nama Bayi Elegan yang Terkesan Mewah, Klasik hingga Modern Beserta Artinya
7 Ciri Kepribadian Orang yang Punya Ratusan Chat Belum Dibaca Sampai Menumpuk
11 Ciri Kepribadian Anak yang Dibesarkan oleh Orang Tua Moodyan
Singapura Larang Penggunaan HP di Sekolah, Siswa Kini Lebih Asyik Bermain
Studi Temukan Paparan Bahan Kimia Ini Bisa Tingkatkan Risiko Keguguran Berulang
REKOMENDASI PRODUK
26 Rekomendasi Merek Sepatu Terkenal Branded Asal Indonesia & Luar Negeri, Bagus & Awet
Natasha ArdiahREKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Sikat Gigi Anak 1 Tahun ke Atas, Bisa Jadi Pilihan Bunda
Nadhifa FitrinaREKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Micellar Water untuk Kulit Kering, Bikin Wajah Tetap Lembap
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Snack MPASI Bayi untuk Finger Food & Mudah Dibawa
Nadhifa FitrinaREKOMENDASI PRODUK
5 Ide Menu Siap Saji Lebaran Hemat tapi Tetap "Wah" untuk Keluarga Besar
Amira SalsabilaTERBARU DARI HAIBUNDA
7 Ciri Kepribadian Orang yang Punya Ratusan Chat Belum Dibaca Sampai Menumpuk
11 Ciri Kepribadian Anak yang Dibesarkan oleh Orang Tua Moodyan
105 Nama Bayi Elegan yang Terkesan Mewah, Klasik hingga Modern Beserta Artinya
Singapura Larang Penggunaan HP di Sekolah, Siswa Kini Lebih Asyik Bermain
Tak hanya Menutrisi, Asam Lemak ASI Juga Bantu Bayi Tidur Lebih Nyenyak
FOTO
VIDEO
DETIK NETWORK
-
Insertlive
Video: Aktor Lee Sang-bo Meninggal Dunia, Polisi Masih Selidiki Penyebab
-
Beautynesia
5 Ciri Pasangan yang Terlihat Sangat Penyayang Padahal Sebenarnya Sangat Posesif dan Mengontrol
-
Female Daily
Rawan Spoiler, Ini 5 Alasan Kenapa Film ‘Tunggu Aku Sukses Nanti’ Layak Kamu Tonton!
-
CXO
GOT7 Rilis Album Baru, Persiapan Harus Lewat Video Call Karena Hal Ini
-
Wolipop
Teriakan Pelaku Bisnis Mode, Mulai Khawatir Dampak Perang Iran-AS
-
Mommies Daily
Disney Adventure Berlayar di Singapura! Ini Fasilitas, Kegiatan, dan Daftar Harga Kamar