KEHAMILAN
Ibu Hamil Jarang Masuk Uji Klinis Obat, Ini Dampak yang Perlu Diwaspadai
Annisa Karnesyia | HaiBunda
Jumat, 10 Oct 2025 08:30 WIBIbu hamil menjadi salah satu kelompok rentan yang mudah terpapar sakit dan infeksi. Dalam banyak penelitian, ibu hamil sering tidak dimasukkan dalam kelompok studi karena kerentanan tersebut, Bunda.
Tak hanya itu, uji klinis untuk ibu hamil juga terbilang jarang dilakukan. Sebuah studi baru dari para peneliti di Brown University School of Public Health menemukan bahwa ibu hamil seringkali dikecualikan dari uji klinis obat yang menguji keamanannya, sehingga menimbulkan kekhawatiran akan efikasi obat-obatan ini bagi kesehatan ibu dan anak.
Studi yang dipublikasikan dalam American Journal of Obstetrics and Gynecology ini menganalisis 90.860 uji coba obat yang melibatkan perempuan berusia 18 hingga 45 tahun dalam 15 tahun terakhir. Hasilnya, hanya 0,8 persen uji klinis obat yang mengikutsertakan partisipan hamil. Sekitar 75 persen studi mengecualikan ibu hamil, sehingga berpotensi menyisakan pertanyaan penting terkait keamanan dan efikasi obat tersebut.
"Ketika ibu hamil dikecualikan dari uji coba obat, maka sulit untuk mengetahui apakah obat tersebut aman bagi ibu dan anaknya. Dalam praktiknya, ini berarti beberapa orang mungkin memutuskan untuk mengonsumsi obat meski tanpa bukti yang kuat, yang dapat menyebabkan efek samping berbahaya," kata asisten profesor layanan kesehatan, kebijakan dan praktik, serta biostatistik di Brown's School of Public Health, Alyssa Bilinski.
"Di saat yang sama, ada juga yang menghindari obat yang sebenarnya dapat membantu mereka, namun tidak ada cukup data yang meyakinkan tentang keamanan obat tersebut," sambungnya, dilansir News Medical.
Jenis uji klinis yang meneliti ibu hamil
Sekitar 24 persen studi yang diteliti tidak menyebutkan secara spesifik apakah partisipan ibu hamil diikutsertakan. Namun, penyelidikan lebih lanjut menunjukkan bahwa ibu hamil umumnya dikecualikan dari uji coba tersebut.
Sejauh ini, uji klinis yang melibatkan partisipan ibu hamil berfokus terutama pada kondisi terkait kehamilan, persalinan, dan pencegahan persalinan prematur. Kondisi kronis yang memengaruhi ibu hamil dan anak-anak, seperti diabetes dan asma sebagian besar masih terabaikan.
"Kami hanya menemukan 19 uji coba untuk kondisi kronis non-infeksi, seperti kecemasan, depresi, dan asma yang melibatkan partisipan hamil," ujar Bilinski.
"Meskipun mungkin tampak berisiko untuk melibatkan ibu hamil dalam penelitian, lebih buruk lagi membiarkan mereka menebak-nebak berdasarkan informasi yang tidak lengkap."
Tingkat keterlibatan partisipan ibu hamil dalam uji klinis obat ini tidak berubah dalam 15 tahun terakhir. Padahal, ada seruan untuk keterlibatan yang lebih besar, Bunda.
Perlu diketahui, uji klinis terkontrol acak umumnya mengikuti proses standar dalam mengevaluasi keamanan dan efikasi obat. Uji klinis ini bekerja dengan memberikan pengobatan kepada sekelompok peserta yang dipilih secara acak, sementara yang lain tidak diberikan pengobatan. Uji coba ini telah terbukti menunjukkan efikasi dan potensi efek samping suatu obat secara baik.
Bilinski mencatat bahwa pada tahun 1962 Badan Pengawas Obat dan Makanan AS (FDA) baru mewajibkan perusahaan farmasi untuk menunjukkan keamanan dan efikasi obat mereka. Pada tahun 1993, uji coba diwajibkan untuk melibatkan kelompok perempuan.
"Itu sebenarnya belum lama. Harapan kami adalah 30 tahun dari sekarang. Namun, kurangnya bukti berkualitas tentang keamanan obat selama kehamilan akan terasa 'aneh' dan ketinggalan zaman seperti mengecualikan perempuan dari uji coba saat ini," ujar Bilinski.
Demikian studi terbaru yang mengungkap temuan bahwa ibu hamil sering kali dikecualikan dalam uji klinis obat. Semoga informasi ini bermanfaat ya, Bunda.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(ank/pri)Simak video di bawah ini, Bun:
7 Tanda Bumil Kurang Minum Air Putih & Cara Mengatasinya
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
Ibu Hamil Minum Obat NSAID Berisiko Melahirkan Anak dengan Penyakit Ginjal Kronis, Simak Hasil Studi
Bolehkah Ibu Hamil Minum Obat Ciprofloxacin?
Ketahui Efek Samping Obat Pengencer Darah untuk Ibu Hamil
Ketoconazole untuk Ibu Hamil: Aturan Minum, Dosis, Efek Samping & Manfaat
TERPOPULER
Cara Mengenali Orang yang Tidak Suka Jadi Pusat Perhatian dari Kebiasaan Sehari-hari
Terpopuler: Potret Rumah Baru Poppy Sovia
Ternyata Kepribadian Bisa Memengaruhi Pengalaman Melahirkan, Bunda Termasuk yang Mana?
Ciri Kepribadian EQ Tinggi yang Membedakannya dari Kebanyakan Orang Menurut Psikologi
3 Cara Membuat Tempe Goreng Tepung Renyah dan Tahan Lama Meski Sudah Dingin
REKOMENDASI PRODUK
5 Wajan & Panci untuk Kompor Listrik Induksi, Awet & Anti Lengket
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
7 Rekomendasi Susu UHT untuk Ibu Hamil
Amrikh PalupiREKOMENDASI PRODUK
7 Aksesori Anak untuk Karnaval Kemerdekaan 17 Agustus, Bikin Makin Gemas
Annisa KarnesyiaREKOMENDASI PRODUK
7 Panci MPASI yang Bagus & Aman untuk Bayi
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
7 Antena TV Digital Terbaik untuk Daerah Susah Sinyal, Mulai dari Rp80 Ribuan!
Amira SalsabilaTERBARU DARI HAIBUNDA
Ternyata Kepribadian Bisa Memengaruhi Pengalaman Melahirkan, Bunda Termasuk yang Mana?
Cara Mengenali Orang yang Tidak Suka Jadi Pusat Perhatian dari Kebiasaan Sehari-hari
Terpopuler: Potret Rumah Baru Poppy Sovia
Ciri Kepribadian EQ Tinggi yang Membedakannya dari Kebanyakan Orang Menurut Psikologi
Mengenal Apa Itu Gummy Bear Mom, Pola Asuh yang Tidak Batasi Makanan Anak Secara Ketat
FOTO
VIDEO
DETIK NETWORK
-
Rekomendit
Review Sweater Mock Neck Half-Zip: Cukup Hangat Buat AC Kantor?
-
Beautynesia
Tak Selalu Menangis, Ini 4 Tanda Tersembunyi saat Seseorang Sedang Patah Hati
-
Female Daily
Boleh Nggak Pakai Retinol Saat Sedang Jerawatan? Ini Jawabannya!
-
CXO
Turnamen Voli SBY Cup 2026 di Magelang 13-17 Mei, Ada LavAni-Samator
-
Wolipop
Ramalan Zodiak 12 Agustus: Scorpio Boros, Sagitarius Pengeluaran Kedodoran
-
Mommies Daily
10 Kreasi dari Sedotan untuk Anak SD, Murah, Seru, dan Edukatif