KEHAMILAN
Ingin Cepat Hamil? Begini Cara Memilih Pelumas yang Tepat untuk Berhubungan Intim
Melly Febrida | HaiBunda
Kamis, 30 Oct 2025 22:10 WIBPasangan suami istri (pasutri) memilih pelumas untuk berhubungan intim tidak hanya untuk kenyamanan. Pelumas ini juga diharapkan efektif membantu pasutri berpeluang untuk kehamilan.
Dalam The Journal of Assisted Reproduction and Genetics dituliskan perempuan memiliki tingkat dispareunia (nyeri di alat kelamin) yang tinggi akibat kekeringan vagina sehingga 25 persen pasangan menggunakan pelumas vagina. Padahal, kurangnya pelumasan vagina dapat menjadi faktor penyebab dispareunia yang telah terbukti menurunkan peluang keberhasilan konsepsi.
Selain itu, beberapa obat yang dimaksudkan untuk meningkatkan kesuburan dapat menyebabkan kekeringan vagina sebagai efek samping. Semua ini dapat menambah stres dan tekanan dalam upaya untuk hamil.
Dalam beberapa tahun terakhir, Badan Pengawas Obat dan Makanan (FDA) telah mulai menandai pelumas tertentu sebagai 'aman untuk kesuburan' atau 'aman untuk sperma'.
Ini bukan berarti semua pelumas biasa tidak ramah kesuburan. Hanya saja, pelumas tersebut mungkin tidak memiliki data. Tanpa data tersebut, FDA tidak dapat menambahkannya ke dalam daftar atau menolaknya.
Kenapa pelumas bisa berpengaruh ke peluang hamil
Beberapa pelumas dapat merugikan fungsi sperma, terutama motilitas (kemampuan berenang) dan vitalitas (kehidupan sperma). Dan ini dapat berdampak negatif pada kesuburan.
Masalah ini mungkin mengkhawatirkan pasangan yang mencoba untuk hamil, baik secara alami maupun melalui teknologi reproduksi buatan (ART).
Perempuan yang sedang mencoba untuk hamil dua kali lebih mungkin menderita dispareunia dibandingkan pasangan yang tidak sedang mencoba untuk hamil. Ini kemungkinan karena stres yang terkait dengan hubungan seksual yang terjadwal.
Melansir ExtendFertility, banyak pasangan yang mencoba untuk hamil berhubungan seks pada jadwal tertentu, biasanya setiap hari atau dua hari sekali selama masa subur (5 hari sebelum dan 1 hari setelah ovulasi).
Pasutri yang berhubungan seks sesuai jadwal serta mungkin merasa cemas atau stres seputar konsepsi dapat membuat salah satu pasangan tidak rileks atau terangsang saat berhubungan seksual.
Mencoba untuk hamil dapat menurunkan suasana hati, yang mengakibatkan kekeringan vagina.
Namun, jika pasangan infertil atau pasangan pria yang sudah mengalami jumlah sperma rendah, motilitas sperma yang buruk, atau masalah lainnya, para ahli menyarankan untuk tidak menggunakan pelumas (atau menggunakan merek yang benar-benar ramah kesuburan) untuk memaksimalkan peluang kehamilan.
Tips memilih pelumas untuk berhubungan intim agar bantu kehamilan
Jika pasutri sedang mencoba hamil dan hendak menggunakan pelumas karena kekeringan atau tidak nyaman sebaiknya memilih pelumas yang didesain khusus untuk kehamilan atau compatibility dengan sperma.
Selain itu, cek juga pH, osmolalitas, dan bahan pelumas. Pelumas yang pH‐nya jauh dari pH sperma atau cairan serviks bisa menghambat pergerakan sperma.
Berikut beberapa tips memilih pelumas agar mendukung proses kehamilan yang dirangkum dari berbagai sumber:
1. Memilih pelumas dengan label fertility-friendly atau sperm-safe
Pilihlah pelumas yang secara eksplisit menyatakan aman untuk diigunakan untuk pasutri yang mencoba untuk hamil atau trying to conceive (TTC).
Dalam penelitian disebutkan merk seperti Pre‐Seed terbukti memiliki efek minimal terhadap motilitas sperma dibanding banyak pelumas umum.
2. pH dan osmolalitas yang tepat
Sperma dapat bekerja optimal di lingkungan yang mendukung, tidak terlalu asam atau terlalu basa. Hanya sedikit pelumas di pasaran yang benar-benar "ramah kesuburan", artinya pelumas tersebut memiliki dampak minimal pada sperma.
Apa yang membuat pelumas aman untuk kesuburan? Tidak mengandung bahan berbahaya seperti silikon atau petroleum, dan memiliki pH yang sesuai dengan pH air mani dan cairan serviks (sekitar 7, atau netral).
Banyak pelumas yang sedikit asam agar sesuai dengan tingkat pH vagina (3,8–4,5), yang dapat berkontribusi terhadap toksisitasnya terhadap sperma.
3. Menghindari bahan yang merugikan sperma
Hindarilah pelumas yang mengandung bahan seperti gliserol, silikon, dan paraben, atau sangat tinggi osmolalitas bisa mempengaruhi motilitas.
Dilansir dari Healthline, gliserin dapat menghalangi jalur sperma. Menurut penelitian tahun 2017, gliserin bisa terlalu padat untuk ditembus sperma, seperti halnya silikon. Bahan-bahan ini terkadang digunakan dalam pelumas biasa untuk meniru pelumas alami.
Selain itu, hindari produk rumahan seperti minyak yang mungkin mengandung zat berbahaya.
4. Menggunakan pelumas hanya saat benar-benar diperlukan
Perempuan tidak perlu menggunakan pelumas vagina jika vagina cukup terlumasi dengan alami. Jika benar-benar memerlukannya pilihlah yang lebih aman.
5. Memperhatikan kondisi pasangan
Bunda perlu mengetahui kondisi suami. Jika spermanya kurang baik itu memiliki motilitas maupun jumlah sperma yang rendah maka harus benar-benar memilih pelumas. Sebaiknya memilih pelumas yang sangat terbukti 'aman sperma'.
6. Konsultasi dengan dokter
Jika Bunda atau suami memiliki riwayat infertilitas, masalah serviks, endometriosis, atau kondisi lain, usahakan mendiskusikan penggunaan pelumas dengan dokter. Pelumas bukan solusi tunggal, tetapi menjadi bagian dari strategi bersama.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(pri/pri)Simak video di bawah ini, Bun:
7 Arti Hasil Test Pack Samar, Benarkah Pertanda Hamil?
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
Bisakah Bunda Cepat Hamil Setelah Menstruasi?
17 Makanan Bantu Tingkatkan Kesuburan saat Jalani Program Hamil
10 Persiapan Sebelum Jalani Program Hamil
Saat Program Hamil, Dukungan untuk Suami Juga Penting Diberikan
TERPOPULER
Siswa SD di NTT Meninggal Dunia, Alami Tekanan karena Tak Dibelikan Perlengkapan Sekolah
Ciri-ciri Orang Bermental Miskin, Sering Ucapkan 10 Kalimat Ini
10 Fenomena Langit Februari 2026 Padat Agenda, dari Snow Moon-Gerhana Matahari Cincin
Anak Berkeringat saat Tidur, Waspadai Kemungkinan Masalah Jantung
5 Amalan yang Bisa Dilakukan Setelah Nisfu Syaban
REKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Muted Eyeshadow untuk Look Lembut dan Tidak Mencolok
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
10 Lotion Anti Nyamuk untuk Bayi yang Aman dan Melindungi Kulit Si Kecil
Nadhifa FitrinaREKOMENDASI PRODUK
9 Sepatu Karet Perempuan Waterproof yang Nyaman saat Hujan, Cocok untuk Kerja
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
9 Underpad Bayi untuk Perlindungan Maksimal, Pilih yang Aman dan Bagus Bun!
Nadhifa FitrinaREKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Bidet Portable yang Bisa Dibawa Ibu Hamil saat Bepergian & Liburan
Dwi Indah NurcahyaniTERBARU DARI HAIBUNDA
Deretan Artis yang Hamil Anak Kelima di Usia 30 Tahunan
10 Fenomena Langit Februari 2026 Padat Agenda, dari Snow Moon-Gerhana Matahari Cincin
Anak Berkeringat saat Tidur, Waspadai Kemungkinan Masalah Jantung
Siswa SD di NTT Meninggal Dunia, Alami Tekanan karena Tak Dibelikan Perlengkapan Sekolah
5 Amalan yang Bisa Dilakukan Setelah Nisfu Syaban
FOTO
VIDEO
DETIK NETWORK
-
Insertlive
Tak Melulu Berbahaya, Ini Dampak Minum Kopi Tiap Hari Bagi Tubuh
-
Beautynesia
8 Barang Paling Kotor yang Kamu Sentuh Setiap Hari tapi Sering Diabaikan
-
Female Daily
Suka Blow-Dry atau Styling? Ini Tips Biar Rambut Tetap “Stay in Shape” Sampai Acara Selesai!
-
CXO
GOT7 Rilis Album Baru, Persiapan Harus Lewat Video Call Karena Hal Ini
-
Wolipop
Sinopsis Danny the Dog, Film di Bioskop Trans TV Hari Ini
-
Mommies Daily
10 Pelajaran Relationship dari Bridgerton Season 4 yang Relate dengan Kehidupan Nyata