KEHAMILAN
Apakah Kanker Adalah Penyakit Genetik dan Bisa Menurun pada Anak?
Melly Febrida | HaiBunda
Jumat, 21 Nov 2025 08:30 WIBKetika Bunda memiliki anggota keluarga yang menderita kanker, mungkin bertanya-tanya apa Bunda juga berisiko terkena kanker? Selama ini orang selalu menghubungan kanker sebagai penyakit genetik. Apa ini artinya bisa menurun ke anak?
Melansir laman Cancer.ca, terkadang mutasi gen yang dapat menyebabkan kanker diturunkan dari orangtua (diwariskan). Kanker yang disebabkan mutasi gen yang diwariskan disebut kanker turunan.
Dan terkadang kanker lebih sering terjadi pada anggota keluarga yang memiliki kebiasaan yang sama, tinggal di daerah yang sama, atau memiliki faktor genetik yang sama (kanker non-warisan).
Beberapa jenis kanker juga sangat terkait dengan riwayat keluarga seperti kanker payudara dan kolorektal.
Apa kanker penyakit genetik?
Kanker memang penyakit genetik, tapi bukan selalu penyakit keturunan. Artinya, kanker bisa disebabkan mutasi atau perubahan pada gen sel tubuh. Tapi, sebanyak 80%-90% mutasi terjadi karena faktor lingkungan dan gaya hidup, bukan diwariskan orangtua.
Risiko seseorang terkena kanker mungkin hanya sedikit meningkat jika ada anggota keluarga dekat yang menderita kanker. Namun, risiko orang mungkin tinggi jika orang tersebut mewarisi gen yang terkait dengan kanker.
Itulah mengapa penting untuk berbicara dengan dokter tentang riwayat kanker keluarga dan memberi tahu dokter ketika ada perubahan pada kesehatan anggota keluarga.
Bagaimana kanker diturunkan?
Gen adalah potongan DNA yang ditemukan di dalam kromosom di semua sel kita. Kita mewarisi satu set kromosom dari setiap orang tua, sehingga sel kita memiliki 23 pasang kromosom. Dan setiap orang memiliki 2 salinan dari setiap gen, satu salinan diwariskan dari ibu dan salinan lainnya diwariskan dari ayah.
Mutasi gen terkadang diturunkan dari orang tua ke anak melalui sperma ayah atau sel telur ibu (juga disebut sel germinal). Ini disebut mutasi gen yang diwariskan. Beberapa mutasi gen meningkatkan risiko seseorang terkena kanker.
Gen-gen ini disebut gen kanker atau gen kerentanan kanker. Orang yang mewarisi mutasi gen tertentu, seperti mutasi gen BRCA, memiliki risiko lebih tinggi terkena beberapa jenis kanker. Namun, bukan berarti mereka akan terkena kanker.
Apa kanker pasti menurun ke anak?
Ada beberapa kondisi atau kelainan genetik yang diwariskan jika gen bermutasi yang menyebabkan kondisi tersebut diturunkan dari orang tua ke anak.
Beberapa kondisi genetik yang diwariskan ini terkait dengan risiko kanker yang lebih tinggi dan disebut sindrom kanker keluarga atau sindrom kanker turunan (herediter).
Jadi jika bertanya aka kanker pasti menurun ke anak? Jawabannya, tidak selalu menurun Bunda. Bahkan pada keluarga dengan mutasi genetik. Kondisi ini memang meningkatkan risiko, tapi bukan berarti anak pasti terkena kanker.
Risiko orang berbeda-beda tergantung jenis mutasinya. Ada banyak faktor lain yang mempengaruhinya, seperti gaya hidup, paparan lingkungan, dan pola makan.
Peluang seseorang mewarisi mutasi gen atau sindrom kanker keluarga yang terkait dengan mutasi gen bergantung pada apakah gen tersebut dominan atau resesif.
Pewarisan dominan berarti seseorang hanya perlu mewarisi 1 salinan mutasi gen dari orang tua untuk memiliki sindrom kanker turunan. Sebagian besar sindrom kanker turunan disebabkan oleh pewarisan dominan.
Pewarisan resesif berarti seseorang perlu mewarisi 2 salinan mutasi gen (1 salinan dari setiap orang tua) untuk memiliki sindrom kanker keluarga.
Berikut adalah petunjuk bahwa kanker mungkin terkait dengan mutasi gen yang diwariskan:
- Anggota keluarga didiagnosis menderita kanker pada usia yang lebih muda di bawah 45 tahun).
- Banyak anggota keluarga (≥2 anggota keluarga ) yang memiliki jenis kanker yang sama atau terkait.
- Seseorang dalam keluarga menderita lebih dari satu jenis kanker (seperti kanker payudara dan ovarium).
- Kanker terdapat pada kedua pasang organ (seperti kedua payudara, kedua ginjal, atau kedua mata).
- Anggota keluarga memiliki jenis kanker yang tidak umum atau langka.
- Ada lebih dari satu kasus kanker anak pada saudara kandung (kakak laki-laki dan perempuan).
Ketika mencoba memutuskan apakah riwayat kanker keluarga mungkin bersifat herediter, penting untuk dicatat bahwa kerabat dengan kanker hanya dihitung jika mereka adalah kerabat sedarah satu sama lain.
Misalnya, Bunda mungkin memiliki 2 bibi yang menderita kanker payudara, masing-masing dari pihak keluarga. Mereka bukan kerabat sedarah, sehingga kemungkinannya lebih kecil untuk diturunkan dibandingkan jika mereka berada di pihak keluarga yang sama.
Cara mengurangi risiko kanker
Mengetahui riwayat keluarga dapat membantu mengambil langkah-langkah untuk menurunkan risiko terkena kanker. Konsultasikan dengan dokter untuk mengetahui cara-cara menurunkan risiko dan mendeteksi kanker sejak dini. Ini dapat mencakup:
- Mengonsumsi makanan sehat.
- Menjadi lebih aktif secara fisik.
- Berhenti merokok.
- Melakukan pemeriksaan rutin.
- Mencari tanda-tanda perubahan pada tubuh.
- Menjalani tes tertentu seperti tes genetik, mammogram, atau kolonoskopi.
- Memulai skrining pada usia lebih dini atau lebih sering menjalani tes skrining.
- Mengonsumsi obat-obatan yang dapat membantu menurunkan risiko (kemoprevensi).
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(pri/pri)Simak video di bawah ini, Bun:
Jangan Abaikan, Ini Penyebab Sakit Pinggang Setelah Berhubungan Intim
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
BKKBN Sebut Tak Menikah & Punya Anak Bisa Picu Penyakit Ganas, Ini Penjelasan Dokter
Bismillah Kunikahi Suamimu, Film tentang Getirnya Ibu Hamil dengan Kanker Usus
Perutnya Membesar seperti Hamil, Ternyata Kamasean Berjuang Lawan Penyakit Ini
Dapat Menurun ke Anak, Kenali Penyakit Thalassemia yang Tidak Bisa Disembuhkan
TERPOPULER
Sah! Pasangan Viral Korban Bayi Tertukar saat IVF Resmi Dapat Hak Asuh Bayi yang Dibesarkan
7 Ciri Kepribadian Perempuan Bermental Kuat saat Menghadapi Orang yang Meremehkannya
Cara Mengenali Orang IQ Tinggi dari Kebiasaan Berbicaranya
11 Kalimat Orang Tua yang Diam-diam Mengikis Kepercayaan Diri Anak
Momen Anak Mendiang Mpok Alpa Kunjungi Makam Sambil Bawa Rapor Sekolah
REKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Hair Tonic Bantu Atasi Rambut Rontok
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
7 Lap Microfiber Terbaik untuk Membersihkan Rumah, Motor, dan Mobil
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
7 Panci Set yang Bagus dan Berkualitas Anti Lengket
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
7 Rekomendasi Buku Tulis Sekolah Anak yang Bagus dan Tidak Mudah Rusak
Nadhifa FitrinaREKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Powerbank CCC dan Fast Charging, Cocok buat Pertolongan saat Mati Lampu
asaTERBARU DARI HAIBUNDA
Ciri Perempuan yang Lebih Suka Kafe dengan Suasana Tenang untuk Me Time
10 SD Favorit Jakarta Timur dengan Siswa Berprestasi Terbanyak
Sah! Pasangan Viral Korban Bayi Tertukar saat IVF Resmi Dapat Hak Asuh Bayi yang Dibesarkan
7 Ciri Kepribadian Perempuan Bermental Kuat saat Menghadapi Orang yang Meremehkannya
7 Resep Masakan Hemat Ibu Rumah Tangga, Mulai dari Rp10 Ribu
FOTO
VIDEO
DETIK NETWORK
-
Insertlive
Kasus Penipuan Rp10 M Makin Panas, Arda Hatna: Kami Terus Kumpulkan Informasi
-
Beautynesia
5 Kebiasaan Sederhana Orang Jepang yang Bikin Bahagia dan Panjang Umur
-
Female Daily
Ini Cara Sambut Tahun Ajaran Baru di Rumah ala IKEA Indonesia!
-
CXO
GOT7 Rilis Album Baru, Persiapan Harus Lewat Video Call Karena Hal Ini
-
Wolipop
Rekomendasi Restoran Baru di Serpong, Dari Kafe Estetik hingga Spot City View
-
Mommies Daily
Pencernaan Sehat Anak: Kenali Tanda dan Cara Menjaganya Sejak Dini