KEHAMILAN
Kisah Perempuan Korea Melahirkan Bayi Kembar di Usia 58 Th, Satu Dekade Pasca Menopause
Annisa Aulia Rahim | HaiBunda
Kamis, 01 Jan 2026 14:50 WIBKehamilan umumnya dianggap sebagai fase yang hanya mungkin terjadi di usia reproduktif. Namun kisah seorang perempuan asal Korea Selatan ini kembali mengingatkan bahwa perjalanan setiap perempuan bisa sangat berbeda dan penuh kejutan.
Seorang perempuan bernama Park Mi-sun menarik perhatian publik setelah diketahui berhasil melahirkan bayi kembar di usia 58 tahun, padahal ia telah mengalami menopause selama 12 tahun. Kisahnya kembali viral dan dibahas karena dianggap sebagai salah satu kehamilan paling tidak biasa secara medis di Korea Selatan .
Perjuangan panjang mengatasi infertilitas
Park Mi-sun menikah pada 1985 dan sejak awal menghadapi kesulitan untuk hamil. Dokter menemukan adanya sumbatan pada saluran tuba falopi yang membuat peluang kehamilannya sangat kecil. Ia pun menjalani berbagai perawatan infertilitas, termasuk program bayi tabung (IVF), selama lebih dari 10 tahun namun belum membuahkan hasil.
Pada usia 45 tahun, Park resmi memasuki masa menopause. Secara medis, ini berarti ovarium berhenti melepaskan sel telur dan kehamilan alami hampir mustahil terjadi. Banyak perempuan di titik ini mulai berdamai dengan kenyataan, termasuk Park sendiri.
Menstruasi kembali setelah 10 tahun
Hal tak terduga terjadi hampir satu dekade setelah menopause. Park mengalami kembalinya menstruasi secara spontan, sesuatu yang sangat jarang terjadi. Kondisi ini mendorongnya kembali berkonsultasi dengan dokter dan mencoba IVF sekali lagi, meski awalnya mendapat keraguan dari tenaga medis karena faktor usia dan risiko kehamilan yang sangat tinggi.
Tak ingin gegabah, Park mempersiapkan tubuhnya secara serius. Ia menjalani perubahan gaya hidup ketat selama dua tahun: mengubah pola makan berbasis nabati, menghentikan konsumsi kopi dan gorengan, serta rutin berolahraga. Hasil pemeriksaan menunjukkan kondisi fisiknya dinilai setara dengan perempuan usia akhir 30-an .
Hamil dan melahirkan bayi kembar
Usaha tersebut akhirnya membuahkan hasil. Park berhasil hamil melalui IVF dan pada September 2012, ia melahirkan bayi kembar, laki-laki dan perempuan di Asan Medical Center, Seoul. Saat itu, usianya 58 tahun dan ia tercatat sebagai ibu tertua di Korea Selatan yang melahirkan bayi kembar.
Meski kehamilan berlangsung dengan pemantauan ketat karena risiko tinggi, proses persalinan berjalan aman. Kedua bayi lahir dengan berat badan yang cukup baik untuk bayi kembar dan dinyatakan sehat .
Kemungkinan hamil alami setelah menopause
Dikutip dari Msdmanuals, secara biologis, menopause adalah tanda bahwa ovarium tidak lagi melepaskan sel telur (ovulasi) dan tubuh berhenti memproduksi hormon reproduksi (estrogen dan progesteron) dalam jumlah yang cukup.
Setelah seorang perempuan tidak menstruasi selama 12 bulan berturut-turut, ovulasi berhenti secara permanen dan kehamilan alami tidak dapat terjadi lagi. Dengan hilangnya ovulasi, tidak ada sel telur yang bisa dibuahi, jadi kehamilan alami tidak mungkin terjadi setelah menopause.
Walaupun tubuh sudah tidak ovulasi lagi, kemajuan teknologi medis memungkinkan kehamilan melalui teknologi reproduksi berbantu (Assisted Reproductive Technology/ART) terutama IVF (In Vitro Fertilization).
Dikutip dari Verywellhealth, supaya rahim bisa menerima embrio, dokter biasanya memberikan terapi hormon (estrogen dan progesteron) terlebih dahulu. Hal ini dilakukan karena setelah menopause, tubuh tidak lagi memproduksi hormon ini dalam jumlah yang dibutuhkan untuk menyokong kehamilan. Dengan terapi hormon, dokter menciptakan lingkungan rahim yang mirip dengan kondisi saat ovulasi, sehingga embrio dapat menempel dan berkembang.
Risiko hamil alami setelah menopause
Kisah ini memang menginspirasi, terutama bagi Bunda yang sedang berjuang dengan infertilitas. Namun para ahli menekankan bahwa kehamilan di usia sangat lanjut membawa risiko medis serius, mulai dari tekanan darah tinggi, diabetes gestasional, komplikasi persalinan, hingga risiko bagi bayi.
Artinya, cerita Park Mi-sun adalah kasus yang sangat langka, bukan sesuatu yang bisa dijadikan patokan umum. Setiap perempuan memiliki kondisi biologis yang unik, dan keputusan terkait kehamilan perlu selalu didampingi dokter spesialis.
Kehamilan setelah menopause secara medis dianggap risiko tinggi, karena beberapa hal berikut, dikutip dari Medical news today:
1. Risiko komplikasi selama kehamilan
Perempuan yang hamil setelah usia 35–40 tahun memiliki risiko yang lebih tinggi untuk mengalami:
- Preeklamsia (tekanan darah tinggi dalam kehamilan)
- Diabetes gestasional
- Kelahiran prematur
- Kebutuhan operasi caesar
Semua risiko ini dapat meningkat jika hamil bertahun-tahun setelah menopause.
2. Risiko bagi bayi
Kehamilan lewat IVF di usia sangat lanjut juga dikaitkan dengan:
- Berat badan lahir rendah
- Risiko kematian janin
- Risiko cacat kromosom lebih tinggi (meski sebagian besar risiko kromosom terkait usia telur, itulah mengapa donor telur sering digunakan)
3. Risiko kesehatan jangka panjang
Beberapa studi menunjukkan bahwa paparan hormon tinggi selama kehamilan setelah menopause, khususnya estrogen dan progesteron, dapat memengaruhi risiko tertentu (misalnya pada jaringan payudara). Namun, data ini masih dalam studi lanjutan, dan keputusan harus dibuat bersama dokter.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!