kehamilan
Telat Menstruasi Bikin Cemas? Ini 11 Penyebab yang Perlu Bunda Tahu
HaiBunda
Selasa, 20 Jan 2026 13:20 WIB
Daftar Isi
Bagi beberapa perempuan, telat menstruasi terkadang menimbulkan kekhawatiran. Tak jarang, telat menstruasi sering dikaitkan dengan tanda kehamilan. Namun, telat menstruasi pun juga bisa menjadi pertanda bahwa terdapat masalah serius, Bunda.
Berdasarkan penuturan ahli dari Universitas UCLA, rata-rata perempuan setidaknya mengalami menstruasi sebanyak 500 kali dalam hidup mereka. Selain itu, rata-rata siklus menstruasi pada umumnya adalah 28 hari, tetapi sangat memungkinkan untuk terjadi dalam 21 hingga 45 hari.
Setiap perempuan tentu mempunyai siklus yang berbeda. Beruntung bagi mereka yang memiliki siklus menstruasi lancar, sebab tak sedikit juga perempuan yang mengalami siklus menstruasi tidak teratur, bahkan sampai telat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ada momen-momen tertentu di mana menstruasi tidak atau belum berjalan teratur. Biasanya, ketika perempuan memasuki beberapa tahun pertama setelah menstruasi dimulai, selama kehamilan, saat menyusui, dan menjelang menopause.
Dilansir laman What to Expect, banyak sekali alasan dan penyebab mengapa menstruasi menjadi telat. Tak sedikit, hal itu dilatarbelakangi dengan kondisi medis maupun siklus alami menstruasi yang terjadi. Agar Bunda bisa mengetahuinya dengan lebih pasti, simak penjelasan dari para ahli berikut ini.
1. Kehamilan
Alasan yang pertama ini merupakan alasan paling populer. Mungkin Bunda akan lebih menyadarinya ketika sedang merencanakan kehamilan. Tak jarang, gejala kehamilan ini juga timbul bersamaan dengan mual-muntah, kelelahan, dan berkurang nafsu makan.
Namun, untuk memastikan apakah telat menstruasi Bunda merupakan tanda kehamilan, disarankan untuk melakukan tes kehamilan dan pemeriksaan melalui dokter kandungan. Nantinya, tes akan mendeteksi kandungan hormon hCG yang terdapat di tubuh Bunda.
2. Stres
Kondisi tekanan yang berlebih dan menyebabkan stres berat tak jarang membuat siklus menstruasi Bunda menjadi terlambat. Tubuh akan menghasilkan hormon kortisol dan adrenalin yang memaksa otak untuk memutuskan fungsi tubuh mana yang penting.
Stres di tahap yang wajar biasanya tidak akan mengacaukan siklus menstruasi. Namun, terlalu banyak stress bisa menyebabkan naik dan turunnya kadar hormon yang mengacaukan periode ovulasi dan menunda menstruasi, Bunda.
3. Penyakit tertentu
Penyakit tertentu juga bisa membuat tubuh stres dan memengaruhi periode ovulasi dan siklus menstruasi. Jika penyakit timbul di sekitar periode ovulasi dan menimbulkan keterlambatan siklus, kemungkinan siklus berikutnya akan normal kembali.
4. Berat badan yang tidak ideal
Otak memiliki hipotalamus, kelenjar di otak yang akan mengatur berbagai proses di tubuh Bunda, termasuk siklus menstruasi. Salah satunya yang bisa memengaruhi hipotalamus adalah berat badan.
Penurunan berat badan yang ekstrem serta kurangnya asupan kalori bisa menyebabkan hipotalamus menjadi stres. Akibatnya, tubuh terjadi terhambat dalam memproduksi estrogen yang dibutuhkan untuk membangun lapisan rahim.
Selain itu, kelebihan berat badan dalam waktu yang singkat, juga bisa membuat tubuh memproduksi estrogen terlalu berlebih. Bila ini berlalu berbulan-bulan tanpa ovulasi, maka akibatnya lapisan endometrium menjadi tidak stabil dan menyebabkan menstruasi tidak teratur.
5. Olahraga yang berlebihanÂ
Olahraga memang baik untuk kesehatan tubuh, tetapi bila dilakukan terlalu berlebihan nantinya akan memengaruhi produksi estrogen untuk siklus menstruasi. Selain itu, olahraga berlebihan tanpa mendapatkan asupan kalori yang cukup juga menyebabkan gangguan menstruasi.
6. Perubahan siklus beraktivitas
Biasanya ini terjadi pada perempuan yang bekerja shift di malam hari atau bepergian keluar negeri yang membutuhkan penyesuaian waktu. Sederhananya, karena siklus kehidupan menjadi terbalik, maka tubuh yang membantu mengatur hormon juga tidak bisa maksimal.
Biasanya ini menyebabkan menstruasi menjadi terlambat. Namun, ketika tubuh sudah terbiasa dengan perubahan tersebut, maka siklus menstruasi nanti akan kembali normal, Bunda.
7. Menyusui
Jika Bunda sedang menyusui, sebenarnya itu wajar terjadi keterlambatan dalam siklus menstruasi. Hal ini disebabkan hormon prolaktin, hormon yang bertanggung jawab atas produksi ASI mampu menekan ovulasi.
Tak jarang, sebagian perempuan yang tengah menyusui akan mengalami siklus menstruasi yang terlambat selama berbulan-bulan, bahkan sampai enam hingga delapan minggu setelah berhenti mengASIhi. Jika Bunda sudah tiga bulan menyapih dan tidak kunjung menstruasi, maka segera untuk lakukan pemeriksaan dengan dokter.
8. Obat-obatan tertentu
Obat paling umum yang menyebabkan keterlambatan menstruasi adalah obat atau pil untuk mengendalikan kehamilan. Kontrasepsi yang berbasis obat atau pil akan membuat periode ovulasi terhenti, yang mengakibatkan menstruasi juga berhenti, Bunda.
Terdapat beberapa obat lain yang membuat menstruasi menjadi terlambat, yaitu antidepresan, beberapa antipsikotik, kortikosteroid, dan obat kemoterapi. Penggunaan obat tersebut memang sebaiknya berada di bawah pengawasan dokter, Bunda.
9. Ketidakseimbangan hormon
Sindrom ovarium polikistik atau PCOS merupakan kondisi hormon seks wanita tidak seimbang. PCOS bisa menyebabkan kista di ovarium dan membuat periode ovulasi menjadi tidak teratur.
Biasanya, dokter akan melakukan tes darah sebelum memutuskan bahwa penyebab keterlambatan menstruasi secara pasti disebabkan oleh PCOS. Selain itu, dokter juga mungkin akan merekomendasikan penanganan untuk mengontrol kelahiran untuk mengatur menstruasi.
10. Gangguan tiroid
Bunda, kelenjar tiroid berfungsi atas metabolisme tubuh. Bila kelenjar ini tidak berfungsi dengan baik, maka kemungkinan besar menstruasi juga akan terganggu.
Tiroid yang kurang aktif atau hipotiroidisme merupakan salah satu alasan mengapa siklus menstruasi menjadi terlambat. Dokter biasanya merekomendasikan untuk melakukan tes darah untuk mengetahui dan menentukan apakah Bunda memiliki gangguan tiroid atau tidak.
11. Perimenopause
Perempuan akan memasuki periode menopause biasanya ketika umur 51 tahun. Sebelum periode menopause terjadi, perempuan akan mengalami perimenopause terlebih dahulu. Kondisi ini menyebabkan produksi estrogen menjadi lebih sedikit.
Tak jarang, dalam periode tersebut siklus menstruasi menjadi tidak teratur, terlambat, dan bahkan tidak mengalami menstruasi dalam waktu yang lama. Untuk memastikannya, Bunda disarankan untuk berkonsultasi dan melakukan pemeriksaan terhadap dokter.
Demikian informasi ini disampaikan. Semoga bisa menambah wawasan dan pengetahuan terkait apa saja alasan telatnya menstruasi. Informasi ini juga bisa menjadi pengingat agar Bunda lebih waspada terhadap kesehatan tubuh dan reproduksi.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(rap/rap)TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
Kehamilan
7 Penyebab Telat Haid tapi Bukan Tanda Hamil
Kehamilan
Darah Haid Berwarna Hitam, Apakah Tanda Hamil? Kenali Penyebab dan Cara Mengatasinya
Kehamilan
Normalkah Haid Lebih dari 7 Hari setelah Melahirkan? Ini Kata Dokter
Kehamilan
6 Penyebab Telat Haid yang Perlu Diketahui, Awas Pertanda Masalah Berat Badan
Kehamilan
Menstruasi Saat Sedang Hamil, Mungkin Nggak Sih?
10 Foto
Kehamilan
10 Bunda Seleb Pernah Gagal Program Bayi Tabung, Ada yang Mencoba Enam Kali
HIGHLIGHT
HAIBUNDA STORIES
REKOMENDASI PRODUK
INFOGRAFIS
KOMIK BUNDA
FOTO
Fase Bunda
Telat Haid tapi Hasil Tes Kehamilan Negatif, Normalkah? Ini 7 Penyebab & Cara Mengatasinya
Berapa Lama Batas Telat Haid yang Perlu Diwaspadai?
5 Penyakit yang Bisa Sebabkan Bunda Telat Haid