Terpopuler
Aktifkan notifikasi untuk dapat info terkini, Bun!
Bunda dapat menonaktifkan kapanpun melalui pengaturan browser.
Nanti saja
Aktifkan

kehamilan

Kisah Haru Bunda dan Bayi yang Selamat dari Kehamilan Langka Berisiko Tinggi

Annisa Karnesyia   |   HaiBunda

Minggu, 18 Jan 2026 13:00 WIB

Ilustrasi Ibu dan Bayi
Ilustrasi Ibu dan Bayi/ Foto: Getty Images/iStockphoto/FatCamera
Jakarta -

Sudah banyak kisah haru kehamilan dibagikan di media sosial. Ada yang bercerita tentang perjuangan Bunda melahirkan setelah mengalami komplikasi serius, ada juga yang mengisahkan tentang persalinan berisiko tinggi.

Belum lama ini, kisah haru kehamilan dialami seorang Bunda di India. Bunda berusia 40 tahun ini berhasil selamat dari kehamilan langka berisiko tinggi dan persalinan yang kompleks.

Dilansir laman Times of India, Bunda yang tidak disebut identitasnya ini melahirkan bayi hidup melalui prosedur yang dilakukan oleh tim Departemen Obstetri dan Ginekologi Pt. Jawaharlal Nehru Memorial Medical College (Pt. JNMMC) dan Dr Bhimrao Ambedkar Memorial Hospital. Perempuan ini menjalani operasi menantang usai didiagnosis mengalami kehamilan abdominal sekunder.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Kasus pertama di Chhattisgarh, India, ini melibatkan janin hidup yang berkembang di luar rahim. Menurut tim medis, kasus ini termasuk paling langka di dunia.

"Kami menunggu lebih dari sebulan untuk membagikan informasi ini guna memastikan bahwa ibu dan bayi pulih sepenuhnya. Ini mungkin adalah angioplasti darurat dan persalinan sukses pertama di dunia pada kehamilan abdominal," ujar juru bicara rumah sakit Dr. Bhimrao Ambedkar Memorial Hospital.

Perlu diketahui, angioplasti merupakan tindakan medis di mana dokter membuka kembali pembuluh darah arteri yang menyempit atau tersumbat. Prosedur medis ini bisanya dilakukan oleh orang yang mengidap penyakit jantung, Bunda.

Dalam kasus ini, pasien menjalani angioplasti darurat di bulan keempat kehamilan atau saat janin masih berada di rongga perut. Angioplasti selama kehamilan sangat jarang terjadi, dan dalam kasus ini, tim medis mengambil tindakan pencegahan untuk menghindari bahaya pada bayi yang belum lahir.

Setelah menjalani tindakan, pasien kembali dirawat inap di Departemen Obstetri dan Ginekologi pada usia kehamilan 37 minggu. Tim multidisiplin dibentuk untuk menangani persalinan.

Bayi lahir selamat

Selama operasi caesar persalinan, tim dokter menemukan janin yang berkembang di rongga perut. Tak hanya itu, plasenta juga diketahui menarik darah dari beberapa organ.

Dalam tindakan operasi, tim dokter bedah berhasil melahirkan bayi dengan selamat. Untuk mencegah perdarahan yang berpotensi fatal, mereka juga mengangkat plasenta yang melekat dengan rahim.

Kelahiran bayi ini tak hanya menjadi kabar bahagia untuk tim dokter, tapi juga ibu dari bayi. Menurut laporan, sang ibu sebelumnya telah kehilangan seorang anak karena sindrom Down dan penyakit jantung bawaan.

Apa itu kehamilan abdominal?

Kepala Departemen Obstetri dan Ginekologi di rumah sakit, Dr. Jyoti Jaiswal, mengatakan bahwa kehamilan abdominal adalah bentuk kehamilan ektopik yang janin awalnya menempel di rahim atau saluran tuba, kemudian terlepas dan menempel pada organ perut, seperti usus, hati, limpa, atau permukaan luar rahim.

"Kondisi ini dapat menimbulkan risiko ekstrem bagi ibu karena kemungkinan besar menyebabkan kehilangan darah dalam jumlah besar dan komplikasi," ungkap Jaiswal.

Menurut ulasan di Nigerian Medical Journal tahun 2019, kehamilan abdominal merupakan jenis kehamilan ektopik yang langka, dengan insiden yang dilaporkan berkisar antara 1:10.000 hingga 1:30.000 kehamilan. Ada dua jenis kelamin abdominal, yakni kehamilan abdominal primer dan sekunder.

Kehamilan abdominal primer adalah kasus yang sangat jarang ditemukan, Bunda. Kondisi ini terjadi ketika sel telur yang telah dibuahi pertama kali menempel pada organ perut. Sementara itu, kehamilan abdominal sekunder terjadi ketika sel telur pertama kali menempel di tuba fallopi, ovarium, atau rahim, dan kemudian keluar melalui ruptur ke dalam rongga peritoneum.

Kehamilan abdominal sering dikaitkan dengan risiko perdarahan akibat pemisahan plasenta. Tingkat kelangsungan hidup janin secara keseluruhan juga tergolong cukup rendah.

Kasus yang baru terjadi di India ini merupakan kasus langka. Dokter mengatakan bahwa kasus kompleks ini menjadi yang pertama dilaporkan di India Tengah, dan termasuk di antara kejadian paling tidak biasa dalam literatur medis dunia.

Demikian kisah Bunda dan bayi selamat dari kehamilan langka berisiko tinggi, serta penjelasan terkait kehamilan abdominal. Semoga informasi ini bermanfaat ya, Bunda.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(ank/pri)

TOPIK TERKAIT

HIGHLIGHT

Temukan lebih banyak tentang
Fase Bunda