Terpopuler
Aktifkan notifikasi untuk dapat info terkini, Bun!
Bunda dapat menonaktifkan kapanpun melalui pengaturan browser.
Nanti saja
Aktifkan

kehamilan

Pentingnya Rutin Periksa Gigi saat Hamil, Terutama bagi Ibu dengan Morning Sickness

Amrikh Palupi   |   HaiBunda

Jumat, 16 Jan 2026 09:10 WIB

Ibu Hamil Periksa gigi
Pentingnya Rutin Periksa Gigi saat Hamil, Terutama bagi Ibu dengan Morning Sickness/Foto: Getty Images/AndreyPopov
Daftar Isi
Jakarta -

Kehamilan bukan hanya tentang menjaga kesehatan janin, tetapi juga kesehatan ibu secara menyeluruh, termasuk kesehatan gigi dan mulut. Sayangnya, banyak ibu hamil yang masih menganggap periksa gigi ibu hamil bukan prioritas. Padahal, perubahan hormon, morning sickness, hingga kebiasaan makan selama hamil dapat meningkatkan risiko gangguan gigi dan gusi.

Mengutip laman Tpr.org, Centers for Disease Control and Prevention (CDC) menegaskan bahwa kesehatan mulut ibu selama kehamilan dan masa bayi berperan penting dalam membentuk kesehatan anak di masa depan.

Namun, menurut Dr. Penelope Drayer, Associate Professor Klinis dan Pelaksana Tugas Direktur Klinik di Departemen Kedokteran Gigi Komprehensif Texas A&M College of Dentistry, masih banyak ibu hamil yang belum mendapatkan edukasi memadai terkait hal ini.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Pentingnya rutin periksa gigi saat hamil

Dr Brayer mengatakan bahwa ibu hamil memasuki trimester pertama dan kedua kehamilan, tubuh akan mengalami fluktuasi hormon yang signifikan. Oleh karena itu, sangat penting bagi mereka untuk berkonsultasi dengan dokter gigi untuk mencegah komplikasi lebih lanjut.

Pasalnya perubahan hormon yang terjadi pada ibu hamil dapat menyebabkan gusi menjadi bengkak dan biasanya, gusi akan tampak lebih merah dari biasanya.

Tak hanya itu lho, Bunda, perubahan hormon selama kehamilan dapat memicu kondisi yang dikenal sebagai gingivitis kehamilan. Sekitar 40–60 persen ibu hamil dapat mengalami kondisi ini.

Kondisi ini ditandai dengan gusi yang merah dan bengkak. Saat menggunakan benang gigi (flossing), gusi bisa berdarah. Kebanyakan perempuan akan menyadari hal ini dan biasanya menghubungi dokter kandungan mereka atau dokter gigi.

Apakah masalah gigi ibu hamil memengaruhi janin?

Dr. Drayer mengatakan sebenarnya masalah gigi dan gusi ibu hamil tidak selalu berdampak pada kesehatan bayi. Namun, Dr. Drayer menegaskan bahwa kesehatan mulut ibu tetap berpengaruh setelah bayi lahir.

Ibu dapat menularkan bakteri dari mulut ke bayi, bahkan hanya melalui ciuman. Ketika bayi mulai tumbuh gigi, bakteri tersebut dapat meningkatkan risiko gigi berlubang sejak dini. Inilah alasan mengapa periksa gigi ibu hamil bukan hanya penting untuk ibu, tetapi juga untuk kesehatan anak di masa depan.

Kurangnya edukasi tentang kesehatan gigi ibu hamil

Menurut Dr. Drayer, sebagian besar ibu hamil hanya rutin memeriksakan diri ke dokter kandungan. Komunitas dokter kandungan sebenarnya sangat kompeten di bidangnya, tetapi pelatihan atau edukasi mereka terkait kesehatan mulut tidak terlalu mendalam.

Selain itu, tidak semua perempuan terbiasa mengunjungi dokter gigi secara rutin sebelum hamil. Akibatnya, banyak ibu hamil yang tidak menyadari pentingnya menjaga kesehatan gigi selama masa kehamilan.
 
Tak hanya itu, masalah ini menjadi lebih besar bagi perempuan dengan penghasilan rendah. Bahkan untuk menemui dokter layanan primer saja sudah sulit. Akibatnya, perempuan berpenghasilan rendah berada dalam posisi yang kurang menguntungkan untuk mendapatkan edukasi kesehatan mulut.

Keterbatasan akses ke layanan kesehatan membuat mereka sulit mengunjungi dokter gigi, kurang mendapatkan edukasi kesehatan mulut dan lebih berisiko mengalami masalah gigi selama kehamilan.

Cara menjaga kesehatan gigi selama kehamilan

Selain menyikat gigi dan menggunakan benang gigi secara rutin, berikut beberapa langkah yang disarankan oleh Dr. Drayer untuk menjaga kesehatan gigi Bunda selama kehamilan. 

1. Rutin periksa ke dokter gigi

Selama kehamilan, frekuensi periksa gigi bisa ditingkatkan, misalnya setiap tiga bulan, bukan enam bulan sekali.

2. Water pick

Alat ini dapat membantu membersihkan sela-sela gigi dan gusi dengan lebih efektif.

3. Perhatikan pola makan

Penting buat Bunda untuk memperhatikan pola makan selama kehamilan. Air putih adalah minuman paling netral yang bisa dikonsumsi ibu hamil karena tidak memicu gigi berlubang.

Ibu hamil terkadang mengalami mual dan muntah, sehingga mulut menjadi sangat asam akibat morning sickness, terutama pada trimester pertama. Minum air putih membantu menghilangkan rasa asam tersebut.

Makanan lain yang sangat baik adalah keju. Banyak orang tidak menyadari hal ini, tetapi mengonsumsi keju merupakan salah satu cara sehat untuk mencegah gigi berlubang.

Menurut Dr. Drayer, jika gula buruk untuk gigi, maka keju justru sebaliknya. baik untuk kesehatan mulut.

"Dari pengalaman dan penelitian selama bertahun-tahun, keju diketahui dapat membantu membersihkan sebagian bakteri di dalam mulut. Jadi, kalau dipikir-pikir gula itu buruk, tapi keju itu baik," tutur Dr. Drayer.

Kesimpulannya nih Bunda, periksa gigi ibu hamil bukan sekadar rutinitas, melainkan investasi jangka panjang untuk kesehatan ibu dan anak. Terlebih bagi Bunda yang mengalami morning sickness. Perubahan hormon, risiko gingivitis kehamilan, serta morning sickness membuat ibu hamil lebih rentan terhadap masalah gigi dan gusi.

Dengan rutin memeriksakan gigi, menjaga kebersihan mulut, serta menerapkan pola makan yang tepat, ibu hamil dapat melewati masa kehamilan dengan lebih sehat dan nyaman serta memberikan awal kehidupan yang lebih baik untuk Si Kecil.

Semoga informasinya membantu dan bermanfaat ya, Bunda. 

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(pri/pri)

TOPIK TERKAIT

HIGHLIGHT

Temukan lebih banyak tentang
Fase Bunda