kehamilan
Alami Kelelahan Ekstrem & Rambut Rontok usai Melahirkan, Bunda Ini Kekurangan Zat Besi
HaiBunda
Senin, 02 Feb 2026 13:00 WIB
Daftar Isi
Cerita Bunda mengenai rasa lelah ekstrem yang tak berhenti usai melahirkan mencuri perhatian. Rose Stokes bahkan merasa terus-terusan pusing hingga alami kerontokan rambut parah di masa itu.
Tidak dipungkiri, mengurus bayi memang merupakan hal yang sangat menguras banyak tenaga, ya Bunda. Saat anak tertidur, kita harus terjaga, dan saat anak terbangun, kita pun harus siap menemaninya.
Pengalaman ini banyak dirasakan oleh para Bunda, termasuk Rose Stokes. Ia membagikan pengalaman tak terduga saat dirinya berada di fase tersebut. Pasalnya, secara tiba-tiba, tubuhnya berada dalam kondisi yang belum pernah ia alami sebelumnya.
Setelah melahirkan, Stokes mengalami kerontokan rambut yang parah disertai kelelahan ekstrem. Ia sempat mengira kondisi itu akibat dari jam tidurnya yang kurang tercukupi. Namun, hasil pemeriksaan justru mengungkap sesuatu yang tak pernah ia duga.
Kisah Bunda Rose Stokes yang mengalami kerontokan rambut usai melahirkan
Setiap hari, Stokes mengurus bayinya seperti biasa. Rutinitas ini terus berulang, sampai suatu ketika, Stokes mengira tubuhnya sedang dalam kondisi yang tidak baik. Ia merasakan beberapa keluhan, yang saat itu masih mampu ditahannya.
Namun, seiring berjalannya waktu, kemunculan keluhan tersebut semakin sering dan semakin parah. Tak jarang, ia juga merasakan rasa logam yang aneh di mulut, sariawan di lidah, sesak napas, pusing, hingga kerontokan rambut yang parah.
Setelah berkali-kali mengira itu disebabkan kelelahan, akhirnya ia memutuskan pergi ke dokter untuk memeriksa dengan pasti apa yang terjadi dengan kondisi tubuhnya. Melalui tes darah, hasilnya mengungkapkan bahwa dirinya mengalami kekurangan zat besi.
Kekurangan zat besi menjadi penyebab utama, kenali gejalanya
Pada perempuan, diketahui masalah kesehatan ini sangat sering terjadi. Setidaknya, sekitar 8 persen perempuan pernah mengalami kekurangan zat besi. Sedangkan pada laki-laki, diketahui hanya sekitar 3 persen yang pernah mengalami kondisi ini.
Gejala kekurangan zat besi yang paling umum terjadi adalah kelelahan ekstrem, pusing, kunang-kunang, dan sariawan di lidah. Pada tingkat yang lebih akut, kekurangan zat besi dapat menyebabkan sesak nafas, jantung berdebar, kulit tampak pucat, dan sakit kepala.
Selain gejala tersebut, rambut rontok, telinga berdenging, dan sindrom kaki gelisah, juga bisa menjadi pertanda zat besi dalam darah kurang tercukupi. Gejala yang muncul pada tiap orang biasanya berbeda dan bermacam-macam, maka penting untuk mewaspadainya, Bunda.
Cara untuk mengobati dan meningkatkan kadar zat besi dalam tubuh
Dalam beberapa kasus, umumnya dokter akan memberikan tablet penambah zat besi kepada pasien. Menurut Konsultan Hematologi dari Rumah Sakit NHS Oxford, Dr. Sue Pavord, tablet zat besi sebaiknya dikonsumsi di pagi hari saat perut kosong, disertai dengan air putih dan vitamin c agar semakin optimal.
Namun, bila penderita tidak cocok dengan obat tablet, seperti yang dialami Stokes, dokter akan menyarankan alternatif lain berupa infus zat besi. Infus zat besi merupakan sebuah metode pemberian zat besi langsung ke aliran darah.
Infus zat besi memang memberikan hasil yang lebih cepat, terutama bagi penderita dengan kekurangan zat besi yang parah. Namun, Dr. Pavord menyarankan agar pasien mencoba pemberian tablet penambah zat besi terlebih dahulu.
Selain dengan obat-obatan, Dr. Pavord menyebutkan, pola makan yang sehat juga dapat membantu meningkatkan kadar zat besi dalam tubuh. Mengonsumsi makanan yang kaya akan zat besi, seperti daging merah, ayam, hati, ikan, dan sayur akan membantu mengoptimalkan kadar zat besi dalam darah.
Apa yang perlu diperhatikan untuk meningkatkan kadar zat besi setelah melahirkan?
Dilansir dari laman Healthline, perhatikan ciri-ciri keluhan yang terjadi. Apakah gejala yang dirasakan itu termasuk dalam gejala kekurangan zat besi atau bukan. Biasanya, bagi Bunda yang baru melahirkan dan sedang menyusui, gejalanya sebagai berikut:
- Kelelahan ekstrem
- Sakit kepala yang terus-menerus datang
- Detak jantung berdebar dengan cepat
- Sesak napas
Selain itu, penting juga bagi Bunda untuk mengetahui akibat negatif dari kekurangan zat besi saat menyusui, agar Bunda lebih waspada dan tidak membiarkan kondisi tersebut. Dampaknya meliputi:
- Produksi ASI berkurang
- Depresi usai melahirkan
- Kekebalan tubuh ibu dan bayi berkurang
- Gangguan perkembangan kognitif pada bayi setelah lahir.
Nah, sebenarnya cara meningkatkan kadar zat besi pada tubuh usai melahirkan, tidak jauh berbeda dengan yang sudah dijelaskan oleh Dr. Sue Pavord. Hanya saja, apa yang dikonsumsi sebaiknya dikonsultasikan terlebih dahulu dengan dokter kandungan agar hasilnya lebih baik.
Demikian informasi mengenai cerita Bunda kelelahan ekstrem, pusing, hingga alami kerontokan rambut usai melahirkan. Semoga bermanfaat dan memberikan wawasan terkait betapa pentingnya zat besi yang cukup dalam tubuh untuk mengoptimalkan perawatan, pertumbuhan, serta perkembangan ibu dan bayi usai melahirkan.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(rap/rap)TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
Kehamilan
60 Ucapan Selamat untuk Bayi Baru Lahir Menyentuh Hati & Penuh Makna
Kehamilan
9 Tanda Bahaya Masa Nifas, Waspada Jika Kaki Bengkak Bun
Kehamilan
7 Kondisi Kesehatan yang Perlu Diwaspadai Ibu Setelah Melahirkan
Kehamilan
Penyebab Bunda Jadi Sembelit Usai Melahirkan
Kehamilan
Normalkah Rambut Bunda Rontok Usai Melahirkan?
7 Foto
Kehamilan
7 Potret Transformasi Syahrini Sebelum dan Setelah Melahirkan, Sempat Alami 2 Kali Keguguran
HIGHLIGHT
HAIBUNDA STORIES
REKOMENDASI PRODUK
INFOGRAFIS
KOMIK BUNDA
FOTO
Fase Bunda
Studi Ungkap Penyebab Kasus Anemia Meningkat Seiring Bertambahnya Usia Kehamilan
Cek Kesehatan Gratis, Langkah Awal Selamatkan Ibu Hamil dari Anemia hingga Risiko Kematian
5 Masalah Kesehatan yang Tak Boleh Diabaikan Bunda setelah Melahirkan