sign up SIGN UP search


kehamilan

Normalkah Rambut Bunda Rontok Usai Melahirkan?

Dwi Indah Nurcahyani Senin, 24 Aug 2020 16:25 WIB
Attractive Asian woman serious about her brush for presentation hair loss problem and looking at comb caption
Jakarta -

Setelah melahirkan, Bunda masih akan dihadapkan dengan serangkaian tantangan baru. Selain urusan mengasuh bayi, Bunda juga harus menerima perubahan fisik lho.

Bukan hanya badan yang melar usai hamil, ternyata rambut rontok pun harus dihadapi nih. Kerontokan parah akan membuat Bunda bertanya-tanya, kira-kira normal enggak sih kondisi ini?

Melansir dari Flo, banyak wanita mengeluhkan mereka mengalami kerontokan rambut 2-4 bulan usai melahirkan. Jumlah rambut rontok yang dialami pun akan berbeda untuk setiap wanita, dan tidak berkaitan dengan kualitas atau kuantitas rambut selama kehamilan.


Kerontokan akan ekstrem jika Bunda memiliki rambut yang lebih panjang, atau mengalami banyak pertumbuhan rambut selama kehamilan.

Meski demikian, Bunda jangan terlampau stres dibuatnya ya. Ingatlah bahwa rambut rontok pascapersalinan ini hanya bersifat sementara kok, Bunda.

Young woman is very upset because of hair lossPenyebab rambut rontok usai melahirkan/ Foto: iStock

Apalagi, rambut rontok empat bulan pascapersalinan merupakan masalah normal. Biasanya, pola pertumbuhan rambut akan kembali normal setelah 6 bulan pascapersalinan.

"Tidak semua wanita akan mengalami kondisi ini, dan beberapa di antaranya mungkin akan mengalaminya dalam satu kehamilan tetapi tidak dalam kehamilan lain," ujar David Salinger, direktur Asosiasi Internasional Trikolog The Sydney yang berbasis di Australia, dikutip dari Todays Parent.

Menyoal rambut rontok pascapersalinan, ini biasanya dikarenakan tubuh mengalami peningkatan darah estrogen dan progesteron selama kehamilan, sambung Salinger.

Inilah yang kemudian menyebabkan rambut tetap dalam tahap pertumbuhan yang berkelanjutan, menciptakan untaian yang lebih tebal dan lebih berkilau. Kemudian, hormon akan turun pada bulan-bulan setelah melahirkan.

"Rambut tetap dalam tahap istirahat selama kurang lebih tiga bulan sebelum rontok dan pertumbuhan baru muncul dengan sendirinya," tambah Salinger.

Biasanya, pertumbuhan rambut pun akan kembali dalam bentuk poni bayi yang muncul di sepanjang garis rambut.

Perlu Bunda tahu, pada fase Bunda tidak memiliki bayi pun, kehilangan sekira 80 persen rambut sehari adalah hal normal. Tetapi, ibu baru akan kehilangan sekira 400 rambut sehari. Dan, pada enam bulan pascapersalinan, rambut rontok akan melambat ke jumlah sebelum kehamilan.

Jika Bunda merasa penurunan darah tidak melambat, kemungkinan besar ada masalah kesehatan lain yang berperan. Kehamilan dapat mengubah tingkat feritin Bunda (protein sel darah yang membantu tubuh menyimpan zat besi) dan dapat membuat tiroid rusak. Jadi, pastikan untuk memberitahukan dokter bahwa Bunda telah mengalami banyak kerontokan rambut. Serta, mintalah untuk tes darah dilakukan untuk analisa lebih lanjut.

Untuk meminimalisir kerontokan rambut pascapersalinan, mulailah memastikan kadar gula darah, zat besi, feritin, zinc, dan vitamin D dalam kadar yang normal. Selanjutnya, lakukan sebanyak yang Bunda bisa untuk meminimalkan stres. Dan, barengi pula dengan konsumsi makanan sehat dengan banyak protein untuk membantu pertumbuhan rambut. Terakhir jaga kesehatan rambut dengan lebih sering keramas .

Semoga membantu ya, Bunda.

Perhatikan batas aman rambut rontok agar tak jadi sarang penyakit ya, Bunda. Penjelasan lengkapnya saksikan dalam video di bawah:

[Gambas:Video Haibunda]



(rap/rap)
Share yuk, Bun!

Rekomendasi