sign up SIGN UP search


kehamilan

Endometriosis: Penyebab dan Gejala, Serta Cara Bedakan dengan Nyeri Haid

Dr. dr. Suskhan Djusad, Sp.OG (K)   |   Haibunda Kamis, 22 Sep 2022 16:45 WIB
Tanda dan Pengobatan endometriosis Tanda hingga pengobatan endometriosis/ Foto: Getty Images/iStockphoto/LordHenriVoton
Jakarta -

Endometriosis menjadi salah satu masalah kesehatan yang perlu diwaspadai para perempuan. Endometriosis adalah suatu penyakit di mana jaringan di dinding rahim (endometrium) tumbuh di luar kantong uteri. Jaringan ini bisa tumbuh di ovarium hingga organ tubuh lainnya, Bunda.

Namun, hingga kini endometriosis paling banyak ditemukan di indung telur atau ovarium. Pada beberapa kondisi, endometrium juga dapat terjadi di organ lainnya.

Menurut data di Lancet, endometriosis memengaruhi 10 sampai 15 persen wanita di usia reproduktif. Sementara itu, 70 persen wanita dengan endometriosis mengalami nyeri panggul kronis.


Penyebab endometriosis

Endometriosis paling sering terjadi pada wanita di usia produktif. Berikut penyebab endometriosis:

  • Darah haid naik ke atas atau tidak keluar melalui vagina (retrograde menstruation)
  • Hormon estrogen berlebihan (hiperestrogen)
  • Konsumsi makanan mengandung lemak berlebih atau junk food.

Penyebab terbanyak endometriosis adalah darah naik ke atas atau retrograde menstruation.

Tingkat keparahan endometriosis

Tingkat keparahan endometriosis didasarkan oleh stadium yang terkait rasa nyeri yang dirasakan saat haid. Berikut penjelasannya.

Stadium 1

Tingkat keparahan stadium 1 endometriosis masih minimal. Artinya, Bunda mungkin hanya mengalami nyeri haid ringan.

Stadium 2

Tanda stadium 2 endometriosis adalah ringan. Bunda mulai merasakan nyeri dan kram haid yang cukup mengganggu di stadium ini.

Stadium 3

Pada endometriosis stadium 3, Bunda terkadang dapat merasakan dismenore, yakni nyeri dan kram di perut bagian bawah yang juga sangat mengganggu.

Stadium 4

Pada stadium 4 atau stadium lanjutan, pasien akan merasa nyeri karena ada pelekatan, seperti antar perut, saluran telur, dan ovarium. Terkadang, pelekatan bisa sampai ke usus. Pada kebanyakan kasus, kondisi ini harus dioperasi.

unrecognizing woman with abdominal pain holds the anatomical model of uterus and ovaries with pathology. diseases uterus and ovaries, endometriosis, ovarian cystsTanda dan Pengobatan endometriosis/ Foto: Getty Images/iStockphoto/peakSTOCK

Gejala endometriosis

  1. Nyeri dan kram perut yang parah selama haid
  2. Nyeri bahkan bisa terasa saat tidak haid
  3. Nyeri saat berhubungan seksual
  4. Darah bisa lebih banyak keluar saat haid
  5. Frekuensi nyeri lebih sering terasa

Faktor risiko endometriosis

  1. Usia produktif atau masih haid.
  2. Diet makanan junk food atau tinggi lemak.
  3. Faktor keturunan bisa terjadi bila ada keluarga yang mengalami hiperestrogen, tapi tidak langsung karena endometriosis.
  4. Wanita belum pernah hamil dan melahirkan berisiko lebih tinggi terkena endometriosis.
  5. Berat badan kurang atau berlebih.

Diagnosis endometriosis

Deteksi awal endometriosis biasanya dimulai ketika seorang wanita mengeluh ada gejala atau karena susah hamil. Sementara itu, diagnosis endometriosis dilakukan dengan beberapa cara berikut:

  • Anamnesis nyeri haid
  • Memeriksa ada atau tidak perdarahan di luar haid
  • Wanita tidak kunjung memiliki anak atau hamil
  • Pemeriksaan fisik, seperti gangguan haid atau perut yang membesar.
  • Pemeriksaan USG untuk melihat kondisi organ reproduksi, serta gambaran endometriosis.

Beda nyeri haid dan nyeri tanda endometriosis

Pada kondisi yang normal, haid sebenarnya tidak menyebabkan nyeri. Tapi, pada umumnya nyeri haid yang normal hanya berlangsung singkat dengan frekuensi nyeri yang jarang.

Tak seperti haid normal, nyeri pada endometriosis cenderung sangat sakit dan disertai. Nyeri dapat muncul sepanjang haid, bahkan saat Bunda tidak sedang haid. Selain itu, volume darah haid pada endometriosis lebih banyak dari haid normal.

Tanda Haid Sulit TidurBeda endometriosis dan nyeri haid/ Foto: Getty Images/iStockphoto/Niramol Chantharawiphak

Penanganan endometriosis

Simak penanganannya di bawah ini:

1. Minum obat pereda nyeri

Bunda dapat minum obat pereda nyeri saat gejala endometriosis kambuh. Tapi, pemberian obat jangka panjang tidak disarankan karena bisa mengganggu fungsi ginjal.

2. Terapi hormon

Terapi hormon dengan menggunakan obat tertentu bisa diberikan pada pengidap endometriosis. Obat hormon ini bertujuan untuk menekan agar endometriosis tidak tumbuh lagi.

Beberapa jenis obat hormonal ini adalah letrozole dan anastrozole. Terapi obat ini diberikan dengan cara disuntik tiga kali selama tiga bulan.

3. Operasi

Operasi dilakukan bila kedua cara di atas tidak bisa menangani endometriosis, Bunda. Operasi ada yang dilakukan untuk mengangkat jaringan endometriosis atau ketika sudah menjadi kista ovarium dengan besar lebih dari 5 cm.

Pencegahan endometriosis

  • Istirahat atau jangan melakukan aktivitas berat saat haid.
  • Menjaga pola makan, seperti konsumsi banyak makanan tinggi serat.
  • Kurangi makanan berlemak dan mengandung pengawet.
  • Pertahankan berat badan ideal.

Endometriosis akan hilang ketika wanita sudah memasuki menopause. Pada kondisi ini, jaringan endometrium bisa tetap ditemukan atau bersisa, tapi tidak akan berkembang.

Pilihan Redaksi

Simak juga penyakit yang bikin Bunda susah hamil dalam video di bawah ini:

[Gambas:Video Haibunda]



(rap/rap)
program-kehamilan
Program Hamil Ketahui lebih jauh 30 hari perencanaan kehamilan. Cek Yuk arrow-right
Share yuk, Bun!
BERSAMA DOKTER & AHLI
Bundapedia
Ensiklopedia A-Z istilah kesehatan terkait Bunda dan Si Kecil
Rekomendasi
Menanti kelahiran Si Kecil dengan arti nama bayi yang pas untuknya nanti hanya di Aplikasi HaiBunda!
ARTIKEL TERBARU
  • Video
detiknetwork

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Ikuti perkembangan kehamilan Bunda setiap minggunya di Aplikasi HaiBunda yuk, Bun!