Terpopuler
Aktifkan notifikasi untuk dapat info terkini, Bun!
Bunda dapat menonaktifkan kapanpun melalui pengaturan browser.
Nanti saja
Aktifkan

kehamilan

Cerita Bunda Alami Kelainan Bentuk Rahim, Kerap Rasakan Nyeri Haid Hebat Sejak Remaja

Annisa Karnesyia   |   HaiBunda

Selasa, 10 Feb 2026 16:50 WIB

Nyeri Haid
Kisah Bunda Alami Kelainan Bentuk Rahim, Kerap Rasakan Nyeri Haid Hebat Sejak Remaja/ Foto: iStock
Jakarta -

Nyeri haid hebat setiap bulan dapat menjadi tanda adanya masalah di organ reproduksi perempuan. Salah satu bisa karena anomali rahim atau kelainan bentuk rahim, Bunda.

Kisah Bunda mengalami nyeri haid hebat karena anomali rahim belum lama ini terjadi di Amerika Serikat (AS). Kisah ini dialami Bunda dua anak, Sage D'Amato.

Dilansir laman Newsroom, D'Amato sudah mengalami nyeri haid yang sangat menyakitkan sejak usia 14 atau 15 tahun. Perempuan berusia 37 tahun dari Roberts, Illinois, AS, ini hampir tidak bisa bangun dari tempat tidur dan mencoba meredakan nyeri haid dengan berbagai cara, seperti menggunakan bantalan penghangat hingga minum Tylenol dan Ibuprofen. Tetapi, semua usaha itu tidak ada yang membantu.

"Rasanya seperti melahirkan setiap bulan," kata D'Amato.

"Bahkan, ketika saya melahirkan kedua putra saya, saya tidak berpikir rasa sakitnya begitu menyakitkan, karena rasanya hanya seperti menstruasi yang buruk lainnya."

D'Amato terlahir dengan anomali rahim langka yang disebut rahim unikornuat dengan tanduk rudimenter, yang hanya memengaruhi sekitar 0,03 persen populasi. Rahim D'Amato sendiri berkembang di sisi kanan tubuhnya, sementara sisi kiri hanya berkembang sebagian.

Tak hanya itu, dia juga memiliki anomali ginjal yang disebut ginjal dismorfik dan berputar di perut kanan bawah dengan dua sistem pengumpul. Itu artinya, dua ureter (bukan satu) mengalirkan urine dari salah satu ginjalnya.

"Saya suka menganggap diri saya sebagai unicorn," ungkap D'Amato.

Sempat didiagnosis kista dan endometriosis

Sekitar enam tahun tahun lalu, D'Amato mulai merasakan nyeri yang hebat di perut bagian kiri bawah dan memutuskan untuk memeriksakannya. Dokter yang merawat saat itu mendiagnosisnya dengan kista ovarium dan endometriosis stadium 3, yakni suatu kondisi di mana jaringan yang mirip dengan lapisan rahim tumbuh di luar rahim, menyebabkan nyeri hebat dan menstruasi yang berat.

Setelah kista diangkat melalui tindakan medis, D'Amato kemudian menjalani operasi endometriosis. Namun, ia tetap merasakan rasa sakit. Setelah pergi ke unit gawat darurat setempat, D'Amato meminta rujukan ke Northwestern Medicine di Chicago.

Ia lalu bertemu dengan seorang dokter kandungan dan ginekolog di Northwestern Medicine Lake Forest Hospital, Micah Garb, MD. Sang dokter saat itu langsung menyadari bahwa D'Amato membutuhkan operasi kompleks untuk meredakan rasa sakitnya.

D'Amato pun dirujuk ke bagian bedah ginekologi minimal invasif, yang bekerja sama ahli urologi rekonstruktif di Northwestern Medicine. Tindakan operasi yang rumit lalu dilalukan pada D'Amato.

"Uterus unikornuata yang dialami D'Amato merupakan faktor risiko endometriosis parah, sehingga menyumbat ureternya, dan urine kembali ke ginjal. Dia tidak merespons pengobatan dan telah menjalani operasi endometriosis pada tahun 2023 di sistem kesehatan lain, tetapi itu juga tidak membantu mengurangi rasa sakit," kata kepala bedah ginekologi minimal invasif di Northwestern Medicine, Magdy Milad, MD.

"Pada bulan Januari, Dr. Lee (ahli urologi rekonstruktif Ziho Lee, MD) dan saya dapat melakukan operasi bersama di hari yang sama. Saya mengangkat uterus, kemudian Dr. Lee mengangkat endometriosis yang menyumbat ureter dan menanamkan kembali ureter ke dalam kandung kemih. Operasi tersebut berhasil dan D'Amato pulih dengan baik pasca operasi."

Dua bulan kemudian, D'Amato kembali dapat menjalani kehidupan bersama suami dan anak-anaknya. Ia juga dapat melanjutkan pekerjaannya sebagai teknisi nekropsi di Universitas Illinois Urbana-Champaign, tanpa perlu khawatir mengambil cuti kerja karena nyeri perut yang hebat.

"Untuk pertama kalinya setelah lebih dari 20 tahun, saya sekarang menjalani hidup tanpa rasa sakit," kata D'Amato.

"Pergi ke Northwestern Medicine adalah keputusan terbaik yang pernah saya buat, dan saya mendorong semua perempuan yang mungkin mengalami jenis nyeri yang sama untuk memperjuangkan hak mereka dan mencari pendapat kedua."

Demikian kisah Bunda yang didiagnosis kelainan bentuk rahim setelah puluhan tahun kerap mengalami nyeri haid hebat. Semoga informasi ini bermanfaat ya, Bunda.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(ank/rap)

TOPIK TERKAIT

HIGHLIGHT

Temukan lebih banyak tentang
Fase Bunda