HaiBunda

KEHAMILAN

Kisah Bunda Melahirkan 'Bayi Ajaib' setelah Dokter Menyatakan Keguguran

Annisa Aulia Rahim   |   HaiBunda

Rabu, 25 Feb 2026 18:40 WIB
Kisah Bunda Melahirkan 'Bayi Ajaib' setelah Dokter Menyatakan Keguguran/Foto: Getty Images/kieferpix
Jakarta -

Setiap kehamilan adalah perjalanan penuh harap. Tapi bagi seorang bunda ini, perjalanan itu berubah menjadi duka hingga akhirnya menghadirkan keajaiban yang tak pernah ia bayangkan sebelumnya.

Kisah Bunda melahirkan bayi ajaib setelah dinyatakan keguguran ini benar-benar bikin haru. Awalnya, ia pulang dari dokter dengan hati hancur karena divonis kehilangan calon bayinya. Semua tanda mengarah pada keguguran, dan ia pun mencoba ikhlas menerima kenyataan. Tapi siapa sangka, kehamilan yang sempat dinyatakan tak berkembang itu justru terus bertahan. Hingga akhirnya, Bunda ini benar-benar melahirkan bayi sehat yang kini disebut sebagai 'bayi ajaib'.

Berikut kisahnya dikutip dari People.com


Berawal dari ketidakpastian yang menyakitkan

Seorang Bunda, Allison Wilcox mengalami perjalanan kehamilan penuh ketidakpastian yang berubah menjadi keajaiban. Awalnya, setelah menerima hasil tes positif hamil pada Januari 2023, ia mengalami pendarahan berat hanya satu hari setelahnya. Pemeriksaan awal menunjukkan tanda-tanda keguguran dan dokter bahkan mengatakan bahwa kehamilannya nonviable atau tidak mungkin berkembang lagi sebuah vonis yang mematahkan harapan dirinya dan suaminya. 

Setelah diagnosis awal yang menunjukkan kemungkinan keguguran, Wilcox menangis, berduka, dan bahkan diperingatkan oleh dokter bahwa keguguran adalah hasil terbaik yang bisa terjadi. 

Kadar human chorionic gonadotropin (hCG) Wilcox hormon yang diproduksi terutama oleh plasenta selama kehamilan secara ajaib meningkat dari 197 menjadi 707, dan USG menunjukkan kantung kuning telur tetapi masih belum ada detak jantung, sesuatu yang menurutnya disebut 'normal' oleh dokternya saat itu.

Namun, harapan itu hanya berlangsung singkat. Hanya 48 jam kemudian, Wilcox menerima hasil laboratorium saat mengajar. Selama beberapa minggu berikutnya, ia menjalani 36 pemeriksaan USG di berbagai fasilitas, dan meskipun hasilnya sering bertentangan, banyak tenaga medis tetap menyimpulkan bahwa janin tidak berkembang. 

Tak hanya itu, tes darah menunjukkan kadar hormon hCG yang hampir tidak meningkat dan kadar progesteron yang turun, hal yang biasanya merupakan tanda keguguran. Pada satu titik, seorang dokter bahkan menyarankan tiga pilihan: Menjalani operasi, menggunakan obat untuk menghentikan kehamilan, atau menunggu keguguran terjadi secara alami. 

Pada usia kehamilan sekitar tujuh setengah minggu, seorang dokter kandungan baru mengkonfirmasi bahwa masih belum ada detak jantung dan mengatakan bahwa bayi tersebut berukuran lebih kecil dari yang diharapkan. Ia menawarkan tiga pilihan kepada Wilcox: Menjadwalkan operasi, minum obat, atau menunggu keguguran terjadi secara alami. Memilih untuk tetap berharap, ia memutuskan untuk menunggu.

“Sepanjang proses tersebut, semua tenaga medis memberikan penjelasan yang cukup terbatas tentang apa yang terjadi,” ungkap Wilcox dalam People.com

“Semuanya sangat menyakitkan saat itu sehingga saya tidak banyak bertanya; saya hanya tenggelam dalam kesedihan saya sendiri dan mencoba untuk melewati satu momen ke momen berikutnya,” sambungnya.

Vonis keguguran yang ternyata belum pasti

Dalam dunia medis, diagnosis keguguran biasanya ditegakkan melalui pemeriksaan ultrasonografi (USG) dan pemantauan kadar hormon hCG (human chorionic gonadotropin). Menurut pedoman dari American College of Obstetricians and Gynecologists (ACOG), keguguran tidak boleh langsung dipastikan hanya dari satu kali pemeriksaan, terutama pada kehamilan sangat dini.

Pada usia kehamilan kurang dari 6–7 minggu, detak jantung janin memang belum selalu terlihat. Selain itu, perhitungan usia kehamilan yang meleset misalnya karena siklus haid tidak teratur bisa membuat janin tampak 'lebih kecil' dari perkiraan.

Kasus yang disebut sebagai blighted ovum (kehamilan kosong) pun harus dipastikan dengan sangat hati-hati agar tidak terjadi kesalahan diagnosis.

Detak jantung yang mengubah segalanya

Saat USG ulang dilakukan beberapa hari kemudian, dokter akhirnya melihat sesuatu yang tak terduga: Ada perkembangan pada kantung kehamilan, dan detak jantung kecil mulai terdengar. Tangis yang sebelumnya penuh duka berubah menjadi tangis haru.

Kehamilan itu pun terus dipantau dengan ketat. Meski sempat mengalami perdarahan dan harus banyak beristirahat, sang bunda akhirnya berhasil mempertahankan kehamilannya hingga cukup bulan.

Bayi yang sebelumnya dinyatakan 'tidak berkembang' itu akhirnya lahir dengan selamat. Tak heran, keluarga menyebutnya sebagai 'bayi ajaib'.

Pada September 2023, ia melahirkan seorang bayi perempuan yang sehat. Perasaan saat bayi dibaringkan di dadanya digambarkan sebagai 'seperti menarik napas untuk pertama kalinya dalam sembilan bulan.' 

Setelah lahir, bayi itu juga menjalani pemeriksaan karena masalah sleep-disordered breathing, yang membuatnya memerlukan oksigen saat tidur. Namun berkat ketelitian dan perjuangan Wilcox dalam memperhatikan setiap perubahan sejak dalam kandungan, kondisi itu bisa terdeteksi lebih awal. 

Kenapa hal ini bisa terjadi?

Beberapa faktor yang bisa menyebabkan kesalahan diagnosis keguguran antara lain:

  • Perhitungan usia kehamilan yang tidak akurat
  • Ovulasi yang terlambat sehingga janin lebih muda dari perkiraan
  • Pemeriksaan dilakukan terlalu dini
  • Peralatan USG atau interpretasi yang kurang optimal

Menurut berbagai penelitian dalam jurnal Obstetri dan Ginekologi, penundaan evaluasi ulang selama 7–14 hari sering kali disarankan sebelum memastikan kehamilan tidak berkembang, kecuali ada kondisi darurat seperti infeksi atau perdarahan hebat.

Kisah ini bukan berarti semua diagnosis keguguran pasti keliru. Keguguran adalah kondisi yang umum terjadi, terutama pada trimester pertama, dan sebagian besar disebabkan oleh kelainan kromosom yang memang tidak dapat dicegah.



Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(pri/pri)

Simak video di bawah ini, Bun:

Program Hamil, Berapa Kali Berhubungan Intim dalam Seminggu?

TOPIK TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

TERPOPULER

7 Ciri Fisik Bayi Baru Lahir yang Sehat, Bunda Perlu Tahu

Parenting Asri Ediyati

Potret Rumah Baru Sarah Menzel, Homey Banget Bikin Arsya Ingin Tinggal Bareng

Mom's Life Amira Salsabila

Cara Tepat Gunakan Kondom agar Efektif Cegah Kehamilan, Cek Masa Pakai

Kehamilan Annisa Karnesyia

Potret Desain Unik Masjid Zaskia Adya Mecca, Sudah Dipakai Tarawih di Ramadhan 2026

Mom's Life Annisa Karnesyia

Jam Kerja ASN saat Bulan Puasa Ramadhan 2026

Mom's Life Arina Yulistara

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

Potret Terbaru Zara Anak Atalia Praratya & Ridwan Kamil yang Tinggal di Luar Negeri

Cara Daftar BPJS Kesehatan Bayi Baru Lahir agar Langsung Aktif Digunakan

7 Ciri Fisik Bayi Baru Lahir yang Sehat, Bunda Perlu Tahu

Cara Tepat Gunakan Kondom agar Efektif Cegah Kehamilan, Cek Masa Pakai

Jam Kerja ASN saat Bulan Puasa Ramadhan 2026

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK