kehamilan
12 Cara Mengetahui Kehamilan dengan Memegang Perut
HaiBunda
Minggu, 01 Mar 2026 13:30 WIB
Daftar Isi
- Ciri-ciri ada janin di dalam perut
-
12 Cara mengetahui kehamilan dengan memegang perut
- 1. Perut seperti kembung saat ditekan
- 2. Perut terasa kram saat ditekan
- 3. Perut mulas saat ditekan
- 4. Mual dan muntah saat perut ditekan
- 5. Cara mengetahui kehamilan: Perut terasa membesar saat disentuh
- 6. Ingin buang air kecil (BAK) saat perut ditekan
- 7. Perut terasa tidak nyaman saat disentuh atau ditekan
- 8. Perut terasa kencang dan berat
- 9. Pusar menonjol
- 10. Pusar terasa gatal
- 11. Pusar terasa sakit
- 12. Merasakan denyut nadi saat menyentuh perut
- Cara mengetahui kehamilan dengan lebih akurat
Di masa-masa awal, kehamilan banyak tidak disadari para perempuan. Agar lebih tahu sejak dini, simak cara mengetahui kehamilan dengan memegang perut lebih lanjut, Bun.
Kehamilan memang tidak langsung sukses terjadi ketika terjadi pertemuan sel telur dan sperma ya, Bunda. Jika sperma menembus sel telur, pembuahan bisa terjadi. Kemudian, sel-sel yang melapisi tuba fallopi memiliki struktur seperti rambut, yang disebut silia, akan membantu menyapu sel telur yang telah dibuahi (zigot) melalui tuba dan masuk ke rongga rahim.Â
Setelah itu, sel-sel zigot membelah (terbagi menjadi 2 sel) berulang kali saat zigot bergerak menuruni tuba falopi menuju rahim. Zigot lalu memasuki rahim dalam waktu 3 hingga 5 hari. Kondisi di dalam rahim, sel-sel terus membelah, menjadi bola sel berongga yang disebut blastokista. Blastokista menempel pada dinding rahim sekitar 6 hari setelah pembuahan.
Sementara itu, jika pembuahan tidak terjadi, sel telur bergerak melalui tuba fallopi ke rahim, dan dikeluarkan dari rahim bersamaan dengan periode menstruasi berikutnya seperti dikutip dari laman Msdmanuals.
Ciri-ciri ada janin di dalam perut
Saat seseorang merasakan adanya kehamilan, biasanya tanda-tanda tertentu mulai dirasakannya. Ciri-ciri yang muncul tersebut menjadi penunjuk bahwa mungkin ada janin di dalam perutnya dan mereka kemungkinan sedang hamil.
Ciri-ciri kehamilan umumnya muncul dalam 1-2 minggu pertama setelah perempuan terlambat haid yang diikuti juga dengan nyeri payudara, bercak darah ringan, kelelahan, dan mual di pagi hari. Adanya peningkatan kadar hormon kehamilan menyebabkan gejala-gejala ini, yang mungkin disertai dengan gejala lain seperti peningkatan cairan vagina, kram yang terjadi secara berkala, sering buang air kecil, perut kembung, dan perubahan suasana hati, menjadi ciri-ciri adanya kehamilan yang sering dialami perempuan.
Meski demikian, gejala kehamilan atau adanya ciri-ciri janin di dalam perut sangatlah bervariasi pada setiap individu ya, Bunda. Berikut ini beberapa ciri-cirinya secara umum yang mengindikasikan adanya kehamilan:
1. Menstruasi tidak teratur
Menstruasi tidak teratur adalah salah satu gejala kehamilan pertama bagi mereka yang hamil. Kondisi ini terjadi ketika pembuahan antara sel telur dan sperma selesai dan tubuh mulai memproduksi hormon hCG (human chorionic gonadotropin), hormon yang diproduksi di plasenta 8–10 hari setelah pembuahan untuk memungkinkan janin tumbuh.Â
Akibatnya, tubuh berhenti berovulasi, sehingga terjadi ketidakhadiran menstruasi untuk sementara waktu. Perempuan yang mencurigai adanya kehamilan dari gejala ini perlu melakukan tes kehamilan untuk mendeteksi keberadaan hormon hCG dan memastikan kehamilannya, seperti dikutip dari laman Medparkhospital.
2. Mual dan muntah di pagi hari
Mual dan muntah di pagi hari kerap menjadi ciri-ciri adanya janin di dalam perut. Biasanya, terjadi antara 2 dan 8 minggu setelah pembuahan. Mual di pagi hari biasanya diikuti dengan muntah, kehilangan nafsu makan, serta sakit kepala, dan pusing.
3. Payudara sensitif dan bengkak
Perubahan pada payudara termasuk menjadi lebih sensitif atau bengkak menjadi gejala adanya janin di dalam perut. Gejala tersebut muncul antara 2 hingga 3 hari setelah pembuahan.Â
4. Sering buang air kecil
Sering buang air kecil menjadi tanda-tanda awal kehamilan yang mengindikasikan adanya janin di dalam perut sedang bertumbuh setelah sebelumnya terlambat menstruasi. Hal ini dikarenakan ketika kehamilan terjadi, tubuh menghasilkan darah dan cairan tambahan untuk menopang janin yang sedang berkembang, membuat ginjal bekerja lebih keras untuk menyaring lebih banyak volume darah untuk mengeluarkan produk limbah ke dalam urine, yang menyebabkan lebih sering buang air kecil.
5. Kelelahan
Di minggu-minggu awal setelah pembuahan, perempuan merasakan dirinya lebih lelah. Penyebabnya ialah tubuh sedang memproduksi progesteron dalam jumlah untuk menopang pertumbuhan janin.
6. Bercak darah dan perdarahan ringan
Hal ini umum terjadi di awal kehamilan dan dapat terlihat selama trimester pertama. Setelah pembuahan, embrio akan menempel pada dinding rahim, yang mengakibatkan bercak darah atau pendarahan vagina selama kehamilan tanpa nyeri perut atau kram.
7. Perut kembung
Munculnya perut kembung disebabkan oleh peningkatan hormon progesteron, dan memengaruhi fungsi sistem pencernaan tubuh. Perubahan ini mengakibatkan peningkatan gas di perut, yang menyebabkan perut kembung dan sensasi penuh.
8. KramÂ
Peningkatan produksi hormon tubuh untuk memberikan nutrisi pada embrio yang sedang berkembang, serta pembesaran di rahim seiring pertumbuhan bayi membuat rasa sakit atau kram di perut bagian bawah. Biasanya, gejala ini terjadi sekitar 1-2 minggu setelah pembuahan dan umumnya akan berlangsung selama 2-3 hari sebelum menghilang dengan sendirinya.
9. Sakit punggung
Adanya perluasan otot inti, relaksasi tendon, sinovium, dan panggul, serta penyesuaian postur tubuh untuk menopang peningkatan berat badan janin yang sedang tumbuh membuat perempuan di awal kehamilannya merasakan sakit punggung. Selain itu, peningkatan berat badan juga dapat menyebabkan hilangnya keseimbangan yang mengakibatkan perubahan postur berdiri, berjalan, duduk, dan berbaring, sehingga menyebabkan sakit punggung.
12 Cara mengetahui kehamilan dengan memegang perut
Jika Bunda merasa mungkin sedang hamil pada tahap awal, Bunda mungkin bertanya-tanya bagaimana cara meraba perut untuk mengetahui bahwa Bunda benar-benar hamil. Berikut ini beberapa cara mengetahui kehamilan dengan memegang perut ya, Bunda:
1. Perut seperti kembung saat ditekan
Ada beberapa gejala kehamilan dini yang mungkin Bunda rasakan di dalam area perut yang mengindikasikan adanya kehamilan. Salah satunya perut seperti kembung saat ditekan. Penyebab utama dari gejala ini dikarenakan adanya peningkatan kadar progesteron ya, Bunda. Hormon progesteron sendiri merupakan hormon yang menyebabkan otot-otot di seluruh tubuh rileks dan menyebabkan pencernaan melambat.
2. Perut terasa kram saat ditekan
Bunda yang merasakan kehamilan dapat merasakan perut terasa kram saat ditekan seperti saat menstruasi. Hal ini dikarenakan sel telur mulai menempel pada dinding rahim dan menyebabkan rahim sedikit meregang, sehingga menimbulkan nyeri sebagai persiapan untuk pelebaran serviks selama sembilan bulan kehamilan.
3. Perut mulas saat ditekan
Perubahan hormonal di tubuh di awal kehamilan bisa menyebabkan rasa mulas di perut. Salah satunya adanya peningkatan hormon progesteron yang menyebabkan gangguan pencernaan termasuk munculnya sembelit. Ketika sembelit menghampiri, perut memang jadi terasa tidak nyaman dan perut mulas saat ditekan.
4. Mual dan muntah saat perut ditekan
Sekitar 80 persen perempuan hamil mengalami mual di pagi hari selama beberapa minggu pertama kehamilan. Penyebabnya ialah peningkatan hormon estrogen dan progesteron dalam tubuh selama kehamilan, seperti dikutip dari laman Vinmec.
5. Cara mengetahui kehamilan: Perut terasa membesar saat disentuh
Seiring dengan meningkatkan berat badan, peningkatan ukuran perut yang semakin membesar selama kehamilan juga akan terjadi ya, Bunda. Perut sedianya akan membuncit, terasa keras, dan terasa nyeri saat ditekan.Â
6. Ingin buang air kecil (BAK) saat perut ditekan
Selama kehamilan, rahim membesar untuk memberi nutrisi pada embrio, sehingga memberi tekanan pada kandung kemih, menyebabkan buang air kecil lebih sering. Kemudian, ketika rahim lebih besar, kandung kemih lebih tertekan, sehingga wanita hamil harus buang air kecil lebih sering.
7. Perut terasa tidak nyaman saat disentuh atau ditekan
Perut yang semakin membesar rasanya tidak terlalu nyaman saat disentuh atau ditekan. Hal ini disebabkan adanya perubahan kadar hormon di tubuh Bunda. Selain itu, ketidaknyamanan muncul karena perut terasa kencang disebabkan janin mulai berkembang di awal kehamilan.
8. Perut terasa kencang dan berat
Perut terasa kencang dan berat menandakan adanya pertumbuhan janin di dalam rahim Bunda. Perut yang terasa sesak tersebut merupakan perubahan yang umum terjadi pada Bunda yang sedang hamil. Bunda hanya perlu beradaptasi lebih dengan perubahan tersebut sehingga merasa lebih nyaman.
9. Pusar menonjol
Kehamilan juga menyebabkan pusar jadi menonjol daripada sebelumnya ya, Bunda. Hal ini dikarenakan pembesaran perut Bunda memang bisa mengakibatkan pusar jadi lebih menonjol, seperti dikutip dari laman Very Well Family.
10. Pusar terasa gatal
Kehamilan juga membawa perubahan pada tubuh salah satunya ketika kulit meradang, kulit bisa teriritasi dan menjadi gatal. Bunda tidak perlu khawatir karena hal ini sifatnya sementara dan normal terjadi selama kehamilan.Â
11. Pusar terasa sakit
Selain menonjol dan gatal, area pusar terasa sakit juga dirasakan perempuan saat hamil. Ya, peregangan kulit ternyata juga membuat area pusar ikut meregang. Selain itu, masalah otot juga bisa menyebabkan pusar terasa sakit, Bunda. Jika merasakan sakit yang berlebihan, segera melakukan pemeriksaan dengan tenaga kesehatan untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut ya, Bunda.
12. Merasakan denyut nadi saat menyentuh perut
Selama kehamilan, jumlah darah yang beredar di tubuh dapat meningkat drastis, Bunda. Akibatnya akan lebih banyak darah yang dipompa pada setiap detak jantung. Hal inilah yang membuat denyut nadi di aorta perut lebih terasa.
Cara mengetahui kehamilan dengan lebih akurat
Sebagian perempuan merasakan kehamilan dalam beberapa hari setelah pembuahan. Sementara sebagian perempuan lainnya tidak merasakannya selama berminggu-minggu setelah tes kehamilan positif sekalipun.
Ya, seseorang memang bisa merasa hamil sebelum terlambat menstruasi. Bahkan, beberapa perempuan mengatakan bahwa mereka merasakan gejala kehamilan dalam waktu seminggu setelah pembuahan seperti dikutip dari laman Cleveland Clinic.
Untuk memastikan bahwa ada kehamilan secara nyata memang diperlukan pengecekan melalui tes kehamilan. Tes kehamilan bekerja dengan mendeteksi kadar hCG tertentu dalam urine. Bunda dapat melakukan tes kehamilan segera setelah terlambat menstruasi. Namun, ada baiknya Bunda menunggu setidaknya satu minggu setelah terlambat menstruasi untuk mendapatkan hasil yang paling akurat.Â
Jika Bunda mengalami terlambat menstruasi dan mendapatkan hasil tes kehamilan positif, selanjutnya Bunda bisa menghubungi dokter untuk pengecekan lebih lanjut dan mendapatkan tambahan vitamin prenatal yang penting untuk mendukung kesehatan Bunda dan janin.
Semoga informasinya membantu, Bunda.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(pri/pri)ARTIKEL TERKAIT
Kehamilan
12 Cara Mengetahui Kehamilan dengan Memegang Perut
Kehamilan
9 Tanda Kehamilan yang Kerap Terlewatkan, Keputihan hingga Sembelit
Kehamilan
5 Tanda Kehamilan dengan Preeklamsia yang Perlu Bunda Waspadai
Kehamilan
Bunda Perlu Tahu, Ini 5 Tanda Kehamilan Kembar yang Umum Terjadi
Kehamilan
5 Tanda Kehamilan dari Perubahan Bentuk Payudara, Bengkak Hingga Gatal
9 Foto
Kehamilan
9 Potret Gaya Busana Keluarga Kerajaan Inggris Usai Melahirkan
HIGHLIGHT
HAIBUNDA STORIES
REKOMENDASI PRODUK
INFOGRAFIS
KOMIK BUNDA
FOTO
Fase Bunda
Ketahui Proses Terbentuknya Jenis Kelamin Bayi Selama Masa Kehamilan
Bukan Mandul, Kisah Bunda Sulit Hamil karena Ternyata 'Alergi Suami'
Ternyata Kesehatan saat Dewasa Bisa Terlihat Sejak dalam Kandungan