kehamilan
Bukan Mandul, Kisah Bunda Sulit Hamil karena Ternyata 'Alergi Suami'
HaiBunda
Kamis, 22 Jan 2026 18:50 WIB
Daftar Isi
Tak sedikit Bunda yang pernah mendapat komentar, “Belum hamil juga? Jangan-jangan mandul.” Padahal, urusan kehamilan tidak sesederhana itu. Ada banyak faktor medis yang kerap luput dari perhatian, salah satunya kondisi yang awam disebut sebagai 'alergi suami'.
Meski terdengar seperti candaan, istilah ini ternyata merujuk pada kisah nyata seorang perempuan yang kesulitan hamil bukan karena masalah kesuburan permanen. Cerita ini viral setelah dibagikan oleh People, dan membuka mata banyak pasangan bahwa menanti buah hati bukan selalu soal siapa yang 'bermasalah'.
Kisah tersebut datang dari Alex Murphy Klein, seorang Bunda yang awalnya didiagnosis mengalami infertilitas tanpa sebab jelas. Namun, setelah menjalani pemeriksaan lebih lanjut, terungkap bahwa tubuh Alex justru bereaksi terhadap DNA suaminya sendiri, kondisi langka yang selama ini jarang dibahas.
Alex Murphy Klein yang telah lama berjuang untuk hamil bersama sang suami, Paul Klein. Selama lebih dari setahun, mereka mencoba berbagai cara untuk mendapatkan keturunan, namun hasilnya selalu nihil.
Pemeriksaan medis awal menyatakan Alex mengalami infertilitas yang tidak dapat dijelaskan (unexplained infertility). Bahkan setelah menjalani program bayi tabung (IVF), upaya pertama mereka tetap gagal.
Merasa ada yang tidak beres, Alex dan Paul akhirnya melakukan pemeriksaan lanjutan. Dari sinilah fakta mengejutkan terungkap: Tubuh Alex ternyata bereaksi terhadap DNA suaminya sendiri sehingga menghambat proses kehamilan.
Kondisi medis 'alergi suami’
Dalam dunia medis, kondisi yang sering disebut sebagai 'alergi suami' bukan alergi dalam arti klasik, seperti alergi makanan atau debu. Dokter menyebutnya sebagai masalah imunologis dalam reproduksi.
Secara sederhana, sistem imun tubuh Bunda bereaksi berlebihan terhadap materi biologis dari Ayah, sehingga mengganggu proses terjadinya kehamilan.
1. Reaksi imun terhadap cairan sperma
Pada sebagian kecil perempuan, tubuh dapat sensitif terhadap protein dalam cairan sperma (seminal plasma). Kondisi ini dikenal sebagai hypersensitivity to seminal plasma (HSP)
Reaksi yang muncul bisa berupa:
- Rasa perih, panas, atau gatal setelah berhubungan
- Pembengkakan di area vagina
- Peradangan ringan yang tidak disadari
Peradangan ini membuat lingkungan vagina dan rahim menjadi tidak ramah bagi sperma, sehingga sperma sulit bertahan hidup dan mencapai sel telur.
2. Ketidakcocokan imunologis pasangan
Dalam kasus seperti yang dialami Alex Murphy Klein (People.com), masalahnya lebih kompleks. Tubuh perempuan memproduksi antibodi yang menyerang materi genetik pasangan, sehingga:
- Sperma dianggap sebagai 'benda asing'
- Embrio gagal berkembang
- Implantasi (penempelan embrio di rahim) tidak berhasil
Secara normal, tubuh perempuan akan menurunkan respons imun saat hamil agar embrio bisa tumbuh. Namun pada kondisi tertentu, mekanisme ini gagal terjadi.
3. Antibodi antisperm
Sebagian perempuan juga dapat membentuk antibodi antisperm, yaitu antibodi yang:
- Menempel pada sperma
- Menghambat pergerakan sperma
- Mencegah sperma membuahi sel telur
Antibodi ini bisa terbentuk akibat:
- Infeksi
- Peradangan kronis
- Gangguan sistem imun
Akibatnya, kehamilan sulit terjadi meski ovulasi normal dan sperma dalam kondisi sehat.
Mengapa bisa menghambat kehamilan?
Secara medis, kondisi yang kerap disebut sebagai 'alergi suami' dapat menghambat kehamilan karena sistem imun tubuh perempuan bereaksi berlebihan terhadap sperma atau materi genetik pasangan. Tubuh salah mengenali sperma sebagai benda asing yang berbahaya, sehingga memicu peradangan di saluran reproduksi. Lingkungan vagina dan rahim pun menjadi tidak ramah bagi sperma, membuatnya sulit bertahan hidup dan mencapai sel telur.
Pada beberapa kasus, tubuh juga membentuk antibodi yang menyerang sperma atau embrio, sehingga proses pembuahan gagal meski sperma dan sel telur dalam kondisi sehat. Bahkan jika pembuahan berhasil terjadi, respons imun yang terlalu aktif dapat mengganggu proses implantasi, yaitu saat embrio menempel di dinding rahim. Akibatnya, kehamilan sulit bertahan atau berakhir sangat dini tanpa disadari.
Karena gangguan ini terjadi di tingkat sistem imun, hasil pemeriksaan kesuburan dasar sering kali tampak normal. Inilah sebabnya banyak pasangan mendapat diagnosis infertilitas tak terjelaskan, padahal hambatan kehamilan sebenarnya berasal dari ketidakseimbangan respons imun tubuh, bukan karena Bunda atau Ayah mandul.
Sederhananya, alih-alih menjadi masalah pada organ reproduksi itu sendiri, hambatan kehamilan dalam kondisi ini terjadi karena sistem imun bereaksi berlebihan terhadap hal yang seharusnya diterima tubuh yaitu sperma atau komponen dalam seminal plasma. Reaksi imun ini dapat mengganggu perjalanan sperma menuju sel telur, kemampuan sperma dalam melakukan pembuahan, bahkan proses embrio melekat di rahim.
Dengan diagnosis dan penanganan yang tepat termasuk teknik reproduksi berbantu atau terapi imun banyak pasangan sebenarnya masih memiliki peluang untuk hamil meski menghadapi hambatan imunologis seperti ini.
Bukan mandul dan bisa diatasi
Kabar baiknya, kondisi ini bukan berarti Bunda mandul selamanya.
Dalam kasus Alex, setelah mengetahui penyebabnya, dokter menyarankan terapi imun, yang bertujuan membantu tubuh beradaptasi dan tidak lagi bereaksi berlebihan terhadap DNA suami. Terapi ini bekerja dengan prinsip membangun toleransi sistem imun secara bertahap. Setelah menjalani penanganan yang tepat, peluang kehamilan pun kembali terbuka.
Kasus seperti ini tergolong langka dan sering luput dari pemeriksaan standar. Banyak Bunda akhirnya:
- Menjalani tes berulang tanpa jawaban pasti
- Menyalahkan diri sendiri
- Mengalami tekanan mental dan emosional
Padahal, persoalan kesuburan bukan hanya tanggung jawab satu pihak, dan tidak selalu disebabkan oleh masalah organ reproduksi.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(pri/pri)TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
Kehamilan
5 Tanda Infertilitas pada Wanita, Termasuk Kelebihan Berat Badan Bun
Kehamilan
9 Penyebab Susah Hamil Paling Umum pada Pria dan Wanita, Bisa Dicegah kok Bun
Kehamilan
3 Penyebab Sperma Tidak Masuk ke Indung Telur, Begini Penjelasannya
Kehamilan
Siklus Haid Tidak Teratur Tanda Bunda Tidak Subur?
Kehamilan
Saran Dokter untuk Tingkatkan Kesuburan Agar Cepat Hamil
10 Foto
Kehamilan
10 Bunda Seleb Pernah Gagal Program Bayi Tabung, Ada yang Mencoba Enam Kali
HIGHLIGHT
HAIBUNDA STORIES
REKOMENDASI PRODUK
INFOGRAFIS
KOMIK BUNDA
FOTO
Fase Bunda
Kisah Bunda Melahirkan setelah 4 Jam Mengetahui Kehamilan, Padahal Dinyatakan Mandul
Alat Kontrasepsi Bisa Bikin Mandul, Mitos atau Fakta?
Krisjiana Suami Siti Badriah Sempat Divonis Mandul di Awal Pernikahan, Akui Mental Drop