KEHAMILAN
Studi Ungkap Fakta Menarik: Kehamilan Kedua Mengubah Otak Bunda Jadi Siap Hadapi Peran Baru
Indah Ramadhani | HaiBunda
Jumat, 27 Mar 2026 16:30 WIBSebuah studi terbaru dari tim Amsterdam UMC yang diterbitkan dalam jurnal Nature Communications mengungkap bahwa kehamilan kedua berpeluang membawa perubahan yang jauh lebih besar pada otak ibu hamil.
Sebelumnya, kepala Pregnancy Brain Lab, Elseline Hoekzema, telah menunjukkan bahwa kehamilan pertama merupakan masa krusial yang memicu perubahan besar pada otak. Namun, dalam studi ini Hoekzema bersama Amsterdam UMC kembali melanjutkan penelitian tentang perubahan otak yang terjadi pada kehamilan kedua.
Para ahli tersebut melibatkan 110 perempuan yang dibagi menjadi tiga kelompok, yakni ibu yang sedang hamil anak pertama, ibu yang sedang hamil anak kedua, dan perempuan yang belum pernah hamil.
Dengan menggunakan MRI (magnetic resonance imaging), mereka akan melakukan pemindaian secara berkala untuk mengamati perubahan otak dari waktu ke waktu. Metode ini membantu mereka memahami perbedaan pada perubahan otak antara kehamilan pertama dan kedua.
Apakah benar terjadi perubahan otak pada kehamilan kedua?
Salah satu temuan yang menarik dari penelitian tersebut adalah ditemukannya perubahan yang terjadi pada Jaringan Mode Default (DMN) antara kehamilan pertama dan kehamilan kedua.
Jaringan tersebut berperan dalam sistem refleksi diri yang mempengaruhi kemampuan beradaptasi. Pada kehamilan pertama, perubahan jaringan terjadi cukup besar. Sementara pada kehamilan kedua, perubahan yang terjadi tidak begitu besar.
Hal ini menandakan bahwa otak sudah beradaptasi sejak kehamilan pertama. Apa yang terjadi pada kehamilan kedua merupakan proses lanjutan untuk mempersiapkan diri menghadapi peran sebagai seorang ibu.
Dapat dikatakan bahwa setiap kehamilan akan meninggalkan kesan atau pengalaman tersendiri pada otak dan membuatnya beradaptasi. Artinya, otak perempuan sangat fleksibel dan mampu menyesuaikan diri dengan peran sebagai ibu, bahkan untuk kehamilan kedua dan selanjutnya.
Temuan dari tim Amsterdam UMC ini menjadi langkah penting dalam dunia medis yang berkaitan dengan saraf dan kesehatan reproduksi. Penelitian ini menegaskan bahwa perubahan biologis dan psikologis saat menjadi ibu benar-benar terjadi di otak.
Fakta lain terkait perubahan otak selama kehamilan kedua
Selain menyoroti perubahan pada Jaringan Mode Default, penelitian tersebut juga menemukan beberapa hal yang saling berkaitan. Berikut penjelasan lengkapnya yang dikutip dari berbagai sumber.
1. Perubahan meningkatkan responsifitas
Saat kehamilan kedua, DMN memang mengalami sedikit perubahan seperti yang disampaikan. Tapi, tahukah jika perubahan lebih banyak terjadi pada jaringan otak yang berhubungan dengan perhatian dan respons terhadap rangsangan atau situasi.
Salah satu peneliti studi tersebut, Milou Straathof, menjelaskan bahwa perubahan ini bisa membantu ibu menjadi lebih waspada dan responsif terhadap lingkungan. Ia percaya bahwa kemampuan tersebut sangat penting, terutama saat mengurus lebih dari satu anak.
Proses penyesuaian yang terjadi menunjukkan bahwa otak mampu mengatur kembali fungsi-fungsi pentingnya agar siap menjalani peran sebagai seorang ibu. Dengan kata lain, otak menyesuaikan cara kerjanya sesuai dengan tanggung jawab ibu yang terus berkembang.
2. Perubahan otak berkaitan dengan hubungan ibu dan anak
Para peneliti juga menemukan hubungan antara perubahan otak dengan ikatan emosional ibu dan anak. Hubungan ini justru terlihat lebih menonjol saat kehamilan pertama dibandingkan kehamilan kedua.
Jadi, dapat dikatakan bahwa perubahan otak di kehamilan pertama sangat berperan penting dalam membangun jalinan kasih dan kedekatan ibu dan anak sejak awal kehidupan. Ikatan ini pun dipercaya sangat penting untuk mendukung tumbuh kembang anak yang sehat.
3. Perubahan otak dengan depresi peripartum saling berhubungan
Selain itu, para peneliti juga mengamati hubungan antara perubahan struktural otak dan depresi peripartum (selama atau setelah kehamilan), baik saat kehamilan pertama maupun kedua.
Pada ibu yang baru pertama kali melahirkan, depresi cenderung lebih banyak terjadi setelah persalinan. Sementara pada ibu yang hamil anak kedua, depresi seringkali terjadi selama masa kehamilan.
Temuan ini membantu para ahli untuk lebih memahami kesehatan mental ibu selama kehamilan dan setelah persalinan, dengan memberikan pendampingan yang tepat.
4. Bukti bahwa otak perempuan sangat fleksibel
Secara keseluruhan, penelitian ini menunjukkan bahwa otak ibu adalah organ yang sangat dinamis dan mampu beradaptasi sesuai kebutuhan, terlebih dalam merespons berbagai tuntutan reproduksi.
Setiap kehamilan akan membentuk otak dengan perubahan yang sama ataupun sangat berbeda. Hal ini membuktikan bahwa otak perempuan akan terus bekembang dan menyesuaikan diri dengan peran dan tanggung jawab sebagai seorang ibu.
Setiap kehamilan membentuk otak dengan cara yang tumpang tindih dan berbeda, menunjukkan evolusi neurobiologis yang disesuaikan untuk mempersiapkan perempuan menghadapi berbagai peran sebagai ibu.
Nah, demikian informasi dan fakta-fakta yang terungkap dalam penelitian yang membahas perubahan struktur otak pada kehamilan kedua. Semoga informasinya bermanfaat ya, Bunda!
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(pri/pri)Simak video di bawah ini, Bun:
Ibu Hamil Simpan Kolostrum Sebelum Bayi Lahir, Ini Kata Ahli
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
4 Hal yang Paling Bikin para Bunda Ragu saat Hamil Anak Kedua, Simak juga Solusinya
Atasi Kekhawatiran saat Hamil Anak Kedua, Membagi Kasih Sayang hingga Keuangan
7 Cara Cepat Hamil Anak Kedua untuk Ayah & Bunda yang Ingin Tambah Momongan
Cerita Tantri 'Kotak' Lebih Menikmati Kehamilan Keduanya
TERPOPULER
Kasus Keguguran di Tahanan Perempuan Terungkap, Ini Temuan Terbaru
Potret Aktris 'Agensi Rumah Tangga' Fita Anggriani Bersama Suami dan Dua Anak
Berat Badan Turun Tanpa Diet, Rigen Rakelna Ungkap Kebiasaan yang Dilakukan
10 Contoh Teks Rekon Pribadi, Faktual, Imajinatif hingga Singkat Beserta Strukturnya
9 Zodiak Paling Drama, Masalah Kecil Bisa Jadi Panjang
REKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Merk Baju Bayi Perempuan Baru Lahir yang Lucu dan Unik
Annisa KarnesyiaREKOMENDASI PRODUK
7 Produk Wardah yang Aman untuk Ibu Hamil, Lengkap dari Sabun Cuci Wajah-Suncreen
Annisa KarnesyiaREKOMENDASI PRODUK
7 Rekomendasi Jet Cleaner Terbaik, Ampuh & Cepat Bersihkan Noda
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
5 Alat Tes Kolesterol, Gula Darah & Asam Urat yang Bagus & Mudah Digunakan
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
10 Kado untuk Ibu Hamil yang Ulang Tahun, Lengkap dari Mewah-Pasti Berguna
Annisa KarnesyiaTERBARU DARI HAIBUNDA
Warga RI Usia 17 Tahun Akan Dapat Saldo Rp50 Ribu di Rekening, Ini Alasannya
10 Contoh Teks Rekon Pribadi, Faktual, Imajinatif hingga Singkat Beserta Strukturnya
Kasus Keguguran di Tahanan Perempuan Terungkap, Ini Temuan Terbaru
Potret Aktris 'Agensi Rumah Tangga' Fita Anggriani Bersama Suami dan Dua Anak
9 Resep MPASI 6 Bulan ke Atas Anti Sembelit, Enak & Praktis Dibuat
FOTO
VIDEO
DETIK NETWORK
-
Rekomendit
Cara Pilih Helm Full Face yang Aman untuk Riding Harian, Cek 5 Hal Ini
-
Beautynesia
Ini yang Terjadi pada Tubuh Jika Kamu Sering Makan Larut Malam
-
Female Daily
All-Black, All-Glam! Intip Look Sana TWICE Saat Hadiri Prada SS27 di Milan
-
CXO
Turnamen Voli SBY Cup 2026 di Magelang 13-17 Mei, Ada LavAni-Samator
-
Wolipop
Fenty Beauty & Huda Beauty Rilis Eye Patch dengan Kemasan Sama, Kok Bisa?
-
Mommies Daily
Sontek Warna Hijab Nikita Willy, Ini 7 Warna yang Bikin Wajah Terlihat Cerah!