HaiBunda

KEHAMILAN

Paparan Timbal di Rahim Turunkan Fungsi Kognitif Anak hingga 60 Tahun Kemudian

Annisa Karnesyia   |   HaiBunda

Jumat, 06 Mar 2026 11:45 WIB
Ilustrasi Ibu Hamil/ Foto: Getty Images/iStockphoto/EyeEm Mobile GmbH
Jakarta -

Paparan logam berat beracun perlu dijauhi selama kehamilan, Bunda. Salah satu yang bisa menimbulkan dampak pada janin adalah logam berat timbal.

Studi terbaru yang diterbitkan di jurnal Neurology menemukan, paparan timbal selama trimester kedua kehamilan dikaitkan dengan penurunan kognitif anak hingga 60 tahun kemudian. Secara spesifik, hasil buruk tersebut dialami perempuan yang terpapar timbal sejak dalam kandungan.

Dilansir laman Neuroscience News, studi ini menganalisis koleksi unik gigi bayi yang disumbangkan di daerah St. Louis, Amerika Serikat, antara tahun 1958 hingga 1972. Para peneliti lalu mengukur kadar timbal prenatal dan membandingkannya dengan skor kognitif individu yang sama.


Tim peneliti di Harvard Chan School secara khusus berupaya melacak anak-anak di data selama enam dekade kemudian. Sebanyak 715 orang dengan usia rata-rata 62 tahun ditemukan. Mereka lalu diminta untuk mengikuti tes kognitif di komputer atau melalui perangkat di rumah menjalani tes, dan gigi susu mereka dianalisis untuk mengetahui kandungan timbal.

Kenapa meneliti gigi susu? Gigi dapat menyerap timbal saat sedang terbentuk, Bunda. Sedangkan, gigi susu bisa menunjukkan kadar timbal yang terpapar pada seseorang sebelum lahir dan di awal kehidupan.

"Paparan timbal di Amerika Serikat mencapai puncaknya selama tahun 1960-an, 70-an, dan 80-an, dan anak-anak yang lahir pada tahun-tahun tersebut kini memasuki usia paruh baya dan dewasa lanjut, dengan paparan di awal kehidupan ini dapat memiliki efek jangka panjang pada kesehatan kognitif mereka," kata penulis studi Ruby C. Hickman, PhD.

Hasil studi tentang paparan timbal dan fungsi kognitif

Menurut hasil studi, peserta memiliki konsentrasi timbal dalam gigi rata-rata sebesar 1,34 bagian per juta. Bagi peserta perempuan, setiap peningkatan konsentrasi timbal sebesar satu bagian per juta selama trimester kedua kehamilan dikaitkan dengan penurunan skor tes sebesar 0,16 standar deviasi, yang setara dengan penuaan tiga tahun.

"Meskipun paparan timbal telah menurun dalam beberapa dekade terakhir, krisis air Flint dan kontaminasi timbal baru-baru ini pada saus apel kayu manis yang dipasarkan untuk anak-anak kecil adalah contoh masalah paparan yang terus berlanjut di Amerika Serikat, dan paparan timbal juga tetap menjadi masalah secara global," ungkap Hickman.

Sejauh ini efek paparan timbal paling banyak ditemukan pada perempuan. Menurut peneliti, temuan tersebut menjadi kunci untuk penelitian di masa mendatang.

Namun, salah satu kemungkinan perempuan rentan terdampak karena timbal disimpan dan dilepaskan dari tulang di berbagai tahap kehidupan, seperti kehamilan atau menopause. Kedua tahapan tersebut menjadi pembeda yang signifikan pada jenis kelamin.

Keterbatasan studi tentang paparan timbal selama hamil

Perlu dicatat, studi ini tidak membuktikan bahwa paparan timbal adalah penyebab rendahnya skor pada tes kemampuan berpikir dan memori. Studi ini hanya menunjukkan adanya keterkaitan antara paparan timbal dan kemampuan kognitif seseorang.

Hasil studi juga memperhitungkan faktor-faktor lain yang dapat memengaruhi nilai ujian atau kemampuan kognitif, seperti tingkat pendidikan orang tua dan status keuangan keluarga mereka.

Sementara itu, salah satu keterbatasan penelitian ini adalah bahwa peserta sebagian besar merupakan orang kulit putih dengan tingkat pendidikan tinggi dan tingkat sosial ekonomi yang lebih tinggi sejak kecil. Hal itu mungkin membuat hasilnya tidak berlaku untuk kelompok lain.

Demikian studi terbaru yang meneliti tentang dampak paparan timbal selama kehamilan terhadap fungsi kognitif anak setelah lahir. Semoga informasi ini bermanfaat ya, Bunda.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(ank/pri)

Simak video di bawah ini, Bun:

Ibu Hamil Wajib Tahu, Ini 7 Tanda Tidak Dianjurkan Puasa

TOPIK TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

TERPOPULER

Menaker Pastikan THR Karyawan Swasta Kena Pajak, Ini Perhitungannya

Mom's Life Annisa Karnesyia

4 Tips Diet Slow Aging ala Korea untuk Mencegah Penuaan Dini

Mom's Life Angella Delvie Mayninentha & Muhammad Prima Fadhilah

7 Ciri Kepribadian Orang yang Lebih Suka Mengirim Pesan Daripada Telepon Menurut Psikologi

Mom's Life Natasha Ardiah

Bomdong Bibimbap Jadi Makanan Viral Baru, Geser Popularitas Dubai Chewy Cookie

Mom's Life Azhar Hanifah

Belanja Lebaran: Mana Kebutuhan, Mana Tekanan Sosial?

Mom's Life Amira Salsabila

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

Bomdong Bibimbap Jadi Makanan Viral Baru, Geser Popularitas Dubai Chewy Cookie

Pentingnya Vitamin A untuk Anak yang Terkena Campak, Catat Bun!

Belanja Lebaran: Mana Kebutuhan, Mana Tekanan Sosial?

Menaker Pastikan THR Karyawan Swasta Kena Pajak, Ini Perhitungannya

4 Tips Diet Slow Aging ala Korea untuk Mencegah Penuaan Dini

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK