Terpopuler
Aktifkan notifikasi untuk dapat info terkini, Bun!
Bunda dapat menonaktifkan kapanpun melalui pengaturan browser.
Nanti saja
Aktifkan

kehamilan

Kisah Bunda Dibenci Keluarga karena Menolak Naik Pesawat saat Hamil 30 Minggu

Annisa Aulia Rahim   |   HaiBunda

Minggu, 15 Mar 2026 13:30 WIB

Ibu hamil sedih
Kisah Bunda Dibenci Keluarga karena Menolak Naik Pesawat saat Hamil 30 Minggu/Foto: Getty Images/Marsell Gorska Gautier
Daftar Isi
Jakarta -

Bunda, hamil 30 minggu bukanlah masa yang ringan. Perut sudah semakin besar, tubuh terasa cepat lelah, dan pikiran mulai fokus pada persiapan persalinan. Namun bagaimana jika di tengah kondisi itu, Bunda dihadapkan pada tuntutan keluarga untuk bepergian jauh?

Inilah yang dialami seorang ibu hamil yang kisahnya viral. Berikut kisahnya dikutip dari People.

Kisah ibu hamil dibenci keluarga karena menolak naik pesawat

Dalam ceritanya yang dibagikan di Reddit, Bunda tersebut sedang hamil 30 minggu ketika keluarganya mengadakan pesta pernikahan di luar negeri. Untuk menghadiri acara itu, ia harus menempuh perjalanan udara jarak jauh. Bunda tersebut mengatakan bahwa ia merasa yakin bahwa bepergian bukanlah pilihan yang tepat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Namun, seiring mendekatnya tanggal pernikahan, tekanan semakin meningkat. Adiknya mendesaknya untuk berkonsultasi dengan dokter dengan harapan dapat meredakan ketakutannya.

“Selama dua bulan terakhir, setiap kali suami saya akan memesan tiketnya, ibu dan saudara perempuan saya menelepon dan mencoba meyakinkan saya untuk datang. Aku benar-benar takut bepergian dengan pesawat saat hamil, terutama jarak jauh,” tulisnya.

Ia mengakui situasi tersebut membuatnya terombang-ambing antara rasa takut dan cinta. “Aku ingin berada di sana untuk adikku. Aku mencintainya, dan aku tahu pernikahannya akan indah,” katanya.

Namun setelah mempertimbangkan kondisi kehamilannya, ia memutuskan untuk tidak ikut terbang. Alasannya sederhana: ia tidak merasa aman bepergian sejauh itu di trimester ketiga.

Sayangnya, keputusan ini memicu konflik. Beberapa anggota keluarga menilai ia tidak mendukung dan terlalu berlebihan. Ia bahkan merasa dijauhi karena memilih tidak hadir.

“Yang bisa saya lakukan adalah menjaga batasan saya dan mengirimkan cinta saya, meskipun saya patah hati dengan bagaimana ini terjadi,” pungkasnya.

Kenapa hamil 30 minggu perlu ekstra hati-hati?

Memasuki usia 30 minggu, Bunda sudah berada di trimester ketiga. Pada fase ini:

  • Risiko kontraksi prematur mulai meningkat
  • Tubuh lebih mudah bengkak dan lelah
  • Nyeri punggung dan sesak napas lebih sering muncul
  • Kontraksi palsu (Braxton Hicks) bisa terasa semakin intens

Secara medis, memang banyak maskapai masih mengizinkan ibu hamil terbang hingga usia 32–36 minggu (dengan surat dokter). Namun, izin bukan berarti tanpa risiko. Perjalanan udara jarak jauh bisa meningkatkan risiko pembekuan darah (deep vein thrombosis), terutama karena duduk terlalu lama. Selain itu, jika terjadi kondisi darurat seperti pecah ketuban atau kontraksi dini, akses layanan kesehatan di negara lain bisa menjadi tantangan besar.

Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa kehamilan secara alami membuat tubuh berada dalam kondisi hiperkoagulabilitas, yaitu keadaan di mana darah lebih mudah membeku. Ini adalah mekanisme alami tubuh untuk mencegah perdarahan saat persalinan nanti. Namun efek sampingnya, risiko terjadinya venous thromboembolism (VTE) atau penggumpalan darah meningkat dibandingkan perempuan yang tidak hamil.

Penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal medis internasional Pubmed menemukan bahwa risiko VTE pada ibu hamil bisa meningkat hingga 4–5 kali lipat dibandingkan wanita tidak hamil. Risiko ini semakin tinggi jika ibu duduk lama tanpa banyak bergerak, seperti saat perjalanan jauh atau penerbangan panjang.

Selain itu, studi meta-analisis tentang perjalanan udara menunjukkan bahwa duduk lebih dari 4 jam dapat meningkatkan risiko pembekuan darah, terutama pada individu dengan faktor risiko tambahan dan kehamilan termasuk salah satunya.

Bukan hanya soal pembekuan darah, penelitian obstetri juga menunjukkan bahwa trimester ketiga adalah masa ketika risiko persalinan prematur mulai meningkat. Di usia 30 minggu, kontraksi palsu (Braxton Hicks) bisa lebih sering muncul. Pada beberapa kasus, kontraksi ini bisa berkembang menjadi kontraksi persalinan dini.

Dari sisi fisiologis, studi tentang perubahan tubuh selama kehamilan menjelaskan bahwa:

  • Volume darah meningkat hingga 40–50 persen
  • Detak jantung lebih cepat
  • Paru-paru bekerja lebih keras karena rahim menekan diafragma
  • Tekanan pada pembuluh darah kaki meningkat sehingga mudah bengkak

Kondisi ini membuat tubuh ibu lebih cepat lelah dan kurang toleran terhadap stres fisik, termasuk perjalanan jauh atau aktivitas padat.

Penelitian dari organisasi kebidanan internasional seperti European Board and College of Obstetrics and Gynecology juga menekankan bahwa meskipun perjalanan udara relatif aman pada kehamilan tanpa komplikasi, trimester ketiga membutuhkan pertimbangan lebih matang terutama jika terdapat riwayat tekanan darah tinggi, diabetes gestasional, kehamilan kembar, atau riwayat persalinan prematur.

Artinya, kehati-hatian di usia 30 minggu bukan sekadar rasa cemas, melainkan respons yang selaras dengan bukti ilmiah. Menjaga diri di fase ini berarti memberi kesempatan terbaik bagi janin untuk terus berkembang optimal hingga waktunya lahir.

Keputusan yang tidak mudah

Menolak hadir di acara keluarga besar tentu bukan keputusan ringan. Apalagi jika momen tersebut sangat penting, seperti pernikahan.

Namun dalam kehamilan, prioritas utama adalah keselamatan ibu dan janin. Setiap Bunda memiliki kondisi berbeda. Ada yang tetap aktif bepergian, ada pula yang perlu lebih banyak istirahat.

Keputusan tersebut bukan soal tidak peduli. Justru sebaliknya itu adalah bentuk tanggung jawab.

Kapan ibu hamil sebaiknya tidak naik pesawat?

Bunda sebaiknya menunda perjalanan udara jika memiliki:

  • Riwayat persalinan prematur
  • Plasenta previa
  • Preeklamsia
  • Tekanan darah tinggi
  • Diabetes gestasional yang tidak terkontrol
  • Kehamilan kembar dengan risiko tinggi

Selalu konsultasikan dengan dokter kandungan sebelum memutuskan bepergian, terutama jika perjalanan lebih dari 4–5 jam.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(pri/pri)

TOPIK TERKAIT

HIGHLIGHT

Temukan lebih banyak tentang
Fase Bunda