Terpopuler
Aktifkan notifikasi untuk dapat info terkini, Bun!
Bunda dapat menonaktifkan kapanpun melalui pengaturan browser.
Nanti saja
Aktifkan

kehamilan

Kisah Bunda Kehilangan Bayi yang Baru Lahir karena Minum Susu 'Mentah' Selama Hamil

Annisa Karnesyia   |   HaiBunda

Selasa, 03 Mar 2026 12:30 WIB

Ilustrasi Ibu Hamil Minum Susu
Ilustrasi Ibu Hamil Minum Susu/ Foto: Getty Images/iStockphoto
Daftar Isi
Jakarta -

Konsumsi susu 'mentah' atau tidak dipasteurisasi sangat tidak dianjurkan selama hamil. Susu mentah bisa berisiko menyebabkan gangguan pada janin di dalam kandungan, Bunda.

Belum lama ini, dampak buruk dari konsumsi susu mentah saat hamil dialami seorang bayi dari New Mexico, Amerika Serikat. Dilansir laman Ars Technica, bayi ini meninggal akibat infeksi Listeria yang menurut pejabat kesehatan setempat, kemungkinan besar tertular dari susu mentah (tidak dipasteurisasi) yang diminum ibunya selama kehamilan.

Dalam siaran pers, para pejabat memperingatkan masyarakat untuk tidak mengonsumsi produk susu mentah, karena produk tersebut dapat mengandung berbagai macam kuman patogen. Kuman-kuman tersebut sangat berbahaya bagi ibu hamil, anak kecil, lansia, dan orang-orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah.

"Susu mentah dapat mengandung banyak kuman penyebab penyakit, termasuk Listeria, yaitu bakteri yang dapat menyebabkan keguguran, stillbirth, kelahiran prematur, atau infeksi fatal pada bayi baru lahir, bahkan jika ibu hanya mengalami sakit ringan karena paparan patogen," kata Departemen Kesehatan New Mexico dalam siaran persnya.

Dinas kesehatan mencatat bahwa mereka tidak dapat secara pasti menghubungkan kematian bayi tersebut dengan susu mentah yang diminum ibunya. Namun, susu mentah terkenal sebagai pembawa bakteri Listeria monocytogenes.

Perlu diketahui, Listeria berbahaya selama kehamilan. Saat terpapar, ibu hamil 10 kali lebih mungkin terkena infeksi dibandingkan orang dewasa sehat lainnya. Hal itu disebabkan karena perubahan respons imun selama kehamilan membuat tubuh lebih sulit melawan infeksi.

Tak hanya itu, Bunda. Listeria adalah salah satu dari sedikit patogen yang mampu menembus plasenta dan menginfeksi janin yang sedang berkembang.

American College of Obstetricians and Gynecologists (ACOG) juga memperingatkan bahwa bayi yang selamat setelah terinfeksi selama kehamilan, kemungkinan lahir dengan infeksi serius pada darah atau otaknya.

"Listeriosis (penyakit karena terpapar bakteri Listeria) dapat menyebabkan masalah kesehatan seumur hidup bagi bayi, termasuk keterbelakangan intelektual, kelumpuhan, kejang, kebutaan, serta masalah pada otak, ginjal, atau jantung. Listeriosis juga dapat menyebabkan kematian pada bayi baru lahir," demikian peringatan dari ACOG.

Meskipun infeksi Listeria selama kehamilan merupakan salah satu risiko spesifik dari susu mentah, susu yang tidak dipasteurisasi juga dapat menyebabkan infeksi serius, yang berpotensi mengancam jiwa pada siapa pun.

Susu yang dipasteurisasi dianggap aman untuk ibu hamil. Tanpa pasteurisasi atau proses pemanasan untuk membunuh kuman, susu dapat terpapar beberapa bakteri berbahaya, seperti Campylobacter, Cryptosporidium, E. coli, Brucella, dan Salmonella.

"Bakteri dapat muncul secara alami atau disebabkan kontaminasi selama proses penyimpanan. Pasteurisasi merupakan cara paling efektif untuk membunuh bakteri berbahaya, tanpa mengubah nilai gizi produk," ungkap ahli nutrisi Adda Bjarnadottir MS, LN, dilansir Healthline.

Ibu Hamil Minum SusuIbu Hamil Minum Susu/ Foto: Getty Images/iStockphoto

Manfaat minum susu pasteurisasi selama hamil

Minum susu tidak dilarang saat hamil. Asalkan, Bunda mengonsumsi susu yang telah dipasteurisasi, tidak mengandung tinggi gula, dan rendah lemak.

Berikut beberapa manfaat minum susu pasteurisasi selama hamil, seperti melansir dari laman Mom Junction:

1. Menunjang kesehatan tulang ibu hamil

Selama hamil, Bunda perlu memenuhi kebutuhan kalsium untuk mendukung kesehatan tulang. Untuk memenuhi kebutuhan ini, ibu hamil berusia 19 tahun ke atas disarankan untuk mengonsumsi 1.000 miligram (mg) kalsium per hari. Selain dari makanan, sumber kalsium bisa didapatkan dari susu yang telah pasteurisasi.

2. Memenuhi kebutuhan protein untuk perkembangan bayi

Dalam satu gelas susu setidaknya menyediakan 8 hingga 9 gram protein. Selama kehamilan, asupan protein yang optimal dapat membantu mendukung pertumbuhan bayi. Protein juga dapat membantu memperkuat rahim, meningkatkan suplai darah, dan menyehatkan bayi.

3. Memenuhi kebutuhan vitamin D untuk mencegah rakhitis pada bayi

Asupan vitamin D selama kehamilan dapat membantu mencegah rakhitis neonatal dan berat badan lahir rendah. Kebutuhan harian vitamin D adalah 400 IU. Dalam satu porsi susu setidaknya dapat menyediakan 115 hingga 124 IU. Untuk memenuhi kebutuhan vitamin ini, Bunda dapat mengonsumsi susu setiap hari selama hamil.

Demikian kisah Bunda kehilangan bayi baru lahir karena diduga minum susu mentah saat hamil, serta bahaya konsumsi susu tidak dipasteurisasi. Semoga informasi ini bermanfaat ya.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(ank/rap)

TOPIK TERKAIT

HIGHLIGHT

Temukan lebih banyak tentang
Fase Bunda