kehamilan
Mayoritas Persalinan di RS Ini Masuk Kategori Risiko Tinggi, Ini Penyebab di Baliknya
HaiBunda
Senin, 09 Mar 2026 06:20 WIB
Persalinan berisiko tinggi merupakan proses persalinan yang memiliki peluang komplikasi lebih besar, Bunda. Persalinan masuk kategori risiko tinggi dapat dipicu oleh berbagai kondisi, seperti masalah kesehatan ibu.
Kasus persalinan berisiko tinggi dapat terjadi di setiap rumah sakit. Namun, di Asan Medical Center Korea Selatan, kasus ini menjadi sorotan. Pasalnya, mayoritas persalinan di rumah sakit ini masuk kategori risiko tinggi.
Dilansir laman Korea JoongAng Daily, hampir enam dari 10 kelahiran di Asan Medical Center selama tiga tahun terakhir melibatkan kehamilan berisiko tinggi atau kondisi janin yang serius. Dari 6.999 persalinan yang dilakukan antara tahun 2023 dan 2025, 4.163 kasus atau 59,5 persen masuk dalam kategori berisiko tinggi, termasuk preeklamsia berat dan kelainan janin.
Asan Medical Center juga melaporkan 461 kasus persalinan prematur dan 723 kasus pecah ketuban prematur selama periode tersebut. Tak hanya itu, rumah sakit juga menangani 288 kasus preeklamsia berat, 51 kasus abrupsio plasenta, dan 468 kasus plasenta previa.
Sementara kasus komplikasi lainnya termasuk 155 kasus kadar cairan amnion abnormal, 163 kasus inkompetensi serviks, dan 298 kasus keterlambatan pertumbuhan intrauterin. Selama tiga tahun tersebut, kejadian anomali janin berat tercatat sebanyak 1.517 kasus.
"Angka-angka ini menunjukkan bahwa Asan Medical Center melakukan sebagian besar perawatan janin paling kritis di negara ini."
Rumah sakit Asan Medical Center rata-rata melakukan 200 persalinan per bulan selama periode tiga tahun, tertinggi di antara lima rumah sakit terbesar di Korea Selatan. Pada bulan Januari 2026, persalinan bulanan mencapai 329, menjadi angka tertinggi yang pernah tercatat di rumah sakit tersebut.
"Mencapai 300 persalinan dalam satu bulan merupakan prestasi berarti yang dimungkinkan berkat dedikasi tak tergoyahkan dari staf medis yang menolak menyerah pada nyawa yang berharga," kata kepala Departemen Obstetri dan Ginekologi di Asan Medical Center, Won Hye-sung.
"Kami akan terus memperkuat kerja sama dengan departemen terkait dan lebih memajukan pusat perawatan janin kami untuk meningkatkan keahlian kami dalam persalinan berisiko tinggi," sambungnya.
Beberapa kasus yang pernah ditangani di rumah sakit ini di antaranya adalah bayi yang lahir dengan ektopia kordis atau jantung berkembang di luar tubuh, seorang anak dengan cacat jantung bawaan kompleks yang jantungnya berukuran sebesar ibu jari, dan seorang bayi yang lahir dengan berat 288 gram atau menjadi berat lahir terendah yang tercatat di Korea. Semua pasien dipulangkan setelah menerima perawatan.
Tim dari Asan Medical Center menghubungkan banyaknya kasus kompleks di RS ini dengan pusat perawatan janin yang dibuka pada tahun 2004. Di pusat perawatan ini, rumah sakit menyediakan sistem multidisiplin seperti dokter kandungan, neonatolog, dan banyak spesialis lainnya. Mereka telah dilatih untuk menangani berbagai kasus kompleks, Bunda.
Apa itu persalinan dan kehamilan berisiko tinggi?
Persalinan yang masuk kategori risiko tinggi dapat bermula dari kehamilan berisiko tinggi, Bunda. Dilansir laman Eunice Kennedy Shriver National Institute of Child Health and Human Development, kehamilan berisiko tinggi adalah kehamilan di mana ibu, janin, atau keduanya memiliki risiko lebih tinggi mengalami masalah kesehatan selama kehamilan atau persalinan dibandingkan dengan kehamilan biasa.
Perempuan kehamilannya dianggap berisiko tinggi mungkin memerlukan perawatan atau pengobatan khusus agar kehamilan dan persalinan berjalan lancar. Jenis perawatan spesifik yang dibutuhkan akan bergantung pada faktor risiko tertentu, serta kesehatan ibu dan janin secara keseluruhan.
Faktor kehamilan berisiko tinggi
Ada beberapa faktor yang dapat menyebabkan kehamilan seorang Bunda masuk kategori risiko tinggi. Berikut faktor-faktornya:
- Usia: risiko kehamilan cenderung lebih tinggi bagi ibu hamil yang berusia di bawah 20 tahun atau yang berusia di atas 35 tahun.
- Pilihan gaya hidup: berbagai pilihan gaya hidup dapat meningkatkan risiko kehamilan, seperti kebiasaan minum alkohol, merokok, atau menggunakan obat terlarang.
- Masalah kesehatan: beberapa kondisi medis pada ibu hamil dapat meningkatkan risiko kehamilan, seperti tekanan darah tinggi, obesitas, diabetes, epilepsi, penyakit tiroid, gangguan jantung dan darah, infeksi, serta asma yang tidak terkontrol.
- Kondisi kehamilan: Ada beberapa kondisi kehamilan bisa meningkatkan risiko, seperti kehamilan lebih dari satu janin, diabetes gestasional, preeklamsia, riwayat kelahiran prematur, kondisi genetik pada janin.
Demikian berita tentang rumah sakit yang banyak menangani persalinan berisiko tinggi, serta penjelasan terkait kehamilan dengan risiko tinggi. Semoga informasi ini bermanfaat ya, Bunda.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(ank/pri)TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
Kehamilan
6 Perawatan Setelah Melahirkan, Bantu Kencangkan Kulit Kendur
Kehamilan
7 Persiapan Melahirkan Normal Supaya Berjalan Lancar, Bunda Perlu Tahu
Kehamilan
Bunda Perlu Tahu, 5 Tanda-tanda Melahirkan Semakin Dekat
Kehamilan
11 Tips Supaya Bunda Melahirkan Normal dan Lancar
Kehamilan
Suamiku, Genggaman Tanganmu Bisa Bikin Persalinanku Lebih Nyaman
5 Foto
Kehamilan
2 Kali Keguguran, Intip 5 Potret Kebahagiaan Ashilla Zee Eks Blink Melahirkan Anak Pertama
HIGHLIGHT
HAIBUNDA STORIES
REKOMENDASI PRODUK
INFOGRAFIS
KOMIK BUNDA
FOTO
Fase Bunda
3 Penyebab Komplikasi Persalinan yang Paling Umum Terjadi & Cara Mencegahnya
Kisah Ibu Hamil Hadapi Persalinan Berisiko Tinggi Sendirian saat Sang Suami Pilih Liburan
Operasi Caesar Tak Terencana Berisiko Lebih Besar Picu Stres pada Ibu Hamil