kehamilan
Bunda yang Rajin Olahraga Sebelum & saat Hamil Cenderung Lahirkan Bayi dengan Perkembangan Lebih Pesat
HaiBunda
Sabtu, 28 Mar 2026 15:30 WIB
Olahraga selalu mendatangkan manfaat baik bagi tubuh, tak terkecuali yang dilakukan selama kehamilan. Diketahui, ibu hamil yang rutin olahraga sebelum hingga saat hamil akan miliki bayi dengan perkembangan lebih cepat lho.
Dalam sebuah studi baru dari Jepang menunjukkan bahwa perempuan yang memprioritaskan satu aktivitas umum selama kehamilan mungkin memberikan keuntungan perkembangan bagi bayi mereka.
Setelah menilai hampir 40 ribu ibu dan anak, para peneliti menemukan bahwa bayi yang dibesarkan oleh ibu yang aktif secara fisik sebelum dan selama kehamilan lebih mungkin mencapai tonggak perkembangan lebih awal, terutama di tahun pertama kehidupan mereka.
Menurut Dr Rosa Cui, seorang asisten profesor di bidang obstetri dan ginekologi di The Donald and Barbara Zucker of Medicine di Hofstra/Northwell Health bahwa studi ini menarik karena merupakan salah satu studi pertama yang mempertimbangkan efek olahraga pada perkembangan neurologis selama kehamilan, seperti dikutip dari laman Nypost.
Secara umum, olahraga sebagian besar memberikan dampak positif bagi tubuh, katanya. Dikatakannya bahwa olahraga memang baik untuk jantung dan organ vital lainnya, serta bermanfaat bagi kesehatan mental dan fisik ibu hamil.
Dan, meskipun penelitian tidak mengungkapkan secara pasti mengapa aktivitas fisik selama kehamilan membantu bayi, Cui memiliki beberapa teori terkait hal tersebut.
Pertama yakni berkaitan dengan dampak olahraga pada pembuluh darah seseorang yang bisa membuat otot menjadi hangat dan meningkatkan aliran darah secara keseluruhan ke tubuh.
“Sebagai hasil dari perubahan pembuluh darah ini pada skala yang sangat, sangat mikroskopis, hal itu berpotensi meningkatkan volume darah dan darah serta nutrisi dan oksigen dan semua hal baik yang dikirim ke rahim untuk bayi,” kata Cui, yang tidak berafiliasi dengan penelitian baru tersebut.
Teori lain yakni bahwa olahraga dapat mengurangi peradangan dalam tubuh, yang juga dapat memengaruhi bayi.
Terakhir ialah, ada kemungkinan bahwa olahraga pada dasarnya dapat merangsang neuron sensorik janin murni melalui gerakan.
Selama kehamilan, dokter merekomendasikan olahraga intensitas sedang untuk ibu hamil, termasuk yoga, jogging, berenang, berjalan kaki, atau bahkan latihan kekuatan.
Terlepas dari bagaimana cara kerjanya, tampaknya olahraga memang memiliki efek positif secara keseluruhan ya, Bunda. Namun, tidak semua ibu hamil memiliki kemampuan atau kebutuhan yang sama, dan program olahraga yang cocok untuk sebagian orang mungkin tidak cocok untuk orang lain.
Cui umumnya merekomendasikan 20-30menit sehari untuk olahraga intensitas sedang atau aktivitas yang terasa sedikit berat.
"Sebagian besar waktu, untuk kehamilan berisiko rendah dan tanpa komplikasi, orang dapat terus melakukan itu," katanya.
Terkait olahraga yang bisa dilakukan bisa mencakup jalan kaki, jogging, berenang, yoga, bersepeda, atau bahkan latihan kekuatan.
Di luar itu semua, salah satu aspek dari penelitian yang diterbitkan Selasa di JAMA Network Open, yang menurut Cui sangat menarik adalah bahwa manfaat rutinitas olahraga ibu selama kehamilan tampaknya hanya terlihat selama enam hingga 12 bulan pertama bayi. Setelah itu, sulit untuk membedakan apakah itu olahraga atau faktor sosial lain yang berkontribusi pada perkembangan otak bayi.
Olahraga ibu hamil/ Foto: Novita Rizki/ HaiBunda |
Tips olahraga selama kehamilan
Melakukan olahraga selama kehamilan memang tidak boleh berlebihan dan disarankan memilih olahraga yang tidak berat ya, Bunda. Berikut tipsnya seperti dikutip dari laman Nhs:
- Jangan sampai kelelahan. Mengurangi intensitas olahraga seiring perkembangan kehamilan sangatlah penting. Sebagai aturan umum, jika kehabisan napas saat berbicara, kemungkinan olahraga yang dilakukan terlalu berat ya, Bunda.
- Selalu lakukan pemanasan sebelum olahraga dan pendingan setelahnya
- Cobalah untuk tetap aktif setiap hari minimal berjalan kaki selama 30 menit
- Minumlah banyak air dan cairan lainnya
- Olahraga yang berisiko jatuh seperti menunggang kuda, senam, dan bersepeda hanya boleh dilakukan dengan hati-hati
- Hindari berbaring telentang dalam waktu yang lama terutama setelah 16 minggu kehamilan
- Jangan ikut serta dalam olahraga yang berisiko terkena benturan seperti kickboxin, judo, atau squash
- Jangan menyelam karena bayi tidak memiliki perlindungan terhadap penyakit dekompresi dan emboli gas
- Jangan berolahraga di ketinggian lebih dari 2.500 m di atas permukaan laut karena Bunda dan bayi berisiko terkena penyakit ketinggian
- Jika mengikuti kelas olahraga, pastikan instruktur Bunda memiliki kualifikasi yang tepat dan mengetahui bahwa Bunda sedang hamil
Nah, tertarik melakukan olahraga selama kehamilan atau justru tidak memungkinkan banyak aktivitas fisik sama sekali karena ada riwayat medis tertentu, Bunda? Agar lebih aman, ada baiknya ibu hamil perlu berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu demi kesehatan ibu hamil dan janin.
Semoga informasinya membantu ya, Bunda.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(pri/pri)TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
Kehamilan
Rutin Olahraga Jadi Cara Alami agar Ibu Hamil Terhindar dari Stres
Kehamilan
Terbukti Secara Ilmiah, Olahraga Ini Bantu Ibu Hamil Lebih Sehat secara Fisik dan Mental
Kehamilan
6 Pilihan Olahraga Ringan yang Aman saat Hamil Muda agar Tak Keguguran
Kehamilan
Olahraga saat Hamil Terbukti Sehatkan Janin dan Turunkan Risiko Komplikasi
Kehamilan
Trik Ibu Hamil Muda Tetap Aktif Berolahraga
5 Foto
Kehamilan
5 Potret Kebahagiaan Anggika Bolsterli Jalani Kehamilan Pertama
HIGHLIGHT
REKOMENDASI PRODUK
INFOGRAFIS
KOMIK BUNDA
FOTO
Fase Bunda
Olahraga ibu hamil/ Foto: Novita Rizki/ HaiBunda
Kisah 3 Atlet Indonesia Raih Emas di SEA Games 2025 saat Sedang Hamil
Kisah Yaylagul Ramazanovas, Menang Olimpiade karena Rasakan Tendangan Janin saat Bertanding
16 Cara Mengecilkan Perut Buncit setelah Melahirkan