Terpopuler
Aktifkan notifikasi untuk dapat info terkini, Bun!
Bunda dapat menonaktifkan kapanpun melalui pengaturan browser.
Nanti saja
Aktifkan

kehamilan

Aturan Aman Ibu Hamil Makan Nastar Selai Nanas

Annisa Aulia Rahim   |   HaiBunda

Rabu, 18 Mar 2026 07:10 WIB

Nastar cookies, typical of hari raya cookies filled with pineapple jam and garnish with grated cheese. Eid Mubarak concept background with ketupat and Islamic decoration.
Aturan Aman Ibu Hamil Makan Nastar Selai Nanas/Foto: Getty Images/Cholifah Cholifah
Daftar Isi
Jakarta -

Siapa sih yang nggak ngiler dengan kue khas identik dengan Lebaran. Yang paling laris dan cepat habis kalo sudah di letakkan di meja tamu. Yap kue nastar.

Saat momen Lebaran atau acara keluarga, nastar sering menjadi salah satu kue favorit yang sulit ditolak. Rasanya manis, lembut, dengan selai nanas yang asam segar di dalamnya. Tidak sedikit ibu hamil yang bertanya-tanya, sebenarnya bolehkah ibu hamil makan nastar selai nanas?

Ada anggapan di masyarakat bahwa nanas bisa memicu kontraksi atau keguguran. Namun, benarkah demikian? Berikut penjelasannya!

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Bolehkah ibu hamil makan nastar selai nanas?

Bunda mungkin sering mendengar bahwa nanas bisa menyebabkan keguguran. Namun hingga saat ini, sebagian besar penelitian menyebutkan bahwa anggapan tersebut lebih merupakan mitos daripada fakta medis. Secara umum, ibu hamil boleh makan nastar selai nanas, selama dikonsumsi dalam jumlah wajar.

Nanas memang mengandung enzim bromelain yang sering dikaitkan dengan risiko kontraksi rahim. Namun menurut beberapa penelitian gizi kehamilan, jumlah bromelain dalam nanas segar maupun olahan sangat kecil dan biasanya akan terurai selama proses pencernaan.

Penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Biotechnology Research International juga menjelaskan bahwa bromelain paling banyak terdapat pada batang dan inti nanas, bukan pada daging buah yang biasanya dimakan. Karena itu, konsumsi nanas dalam jumlah normal umumnya tidak memberikan efek pada kehamilan. 

Selain itu, selai nanas pada nastar biasanya sudah melalui proses pemasakan yang lama. Proses ini dapat menurunkan kadar enzim bromelain sehingga efeknya terhadap rahim menjadi sangat kecil.

Dalam satu buah nastar, kandungan nanas juga relatif sedikit. Oleh karena itu, makan beberapa buah nastar umumnya tidak berbahaya bagi ibu hamil yang sehat. Namun, Bunda tetap perlu memperhatikan jumlahnya karena nastar mengandung cukup banyak gula dan lemak dari mentega.

Aturan aman makan nastar saat hamil

Agar tetap aman bagi kesehatan ibu dan janin, berikut beberapa aturan saat mengonsumsi nastar:

1. Batasi jumlahnya

Sebaiknya makan sekitar 2–3 buah nastar dalam sekali makan. Terlalu banyak kue manis dapat meningkatkan asupan gula harian.

2. Pilih nastar yang higienis

Pastikan kue dibuat dengan bahan yang segar dan disimpan dengan baik untuk mencegah kontaminasi bakteri.

3. Hindari jika memiliki diabetes gestasional

Jika Bunda mengalami diabetes gestasional, konsumsi makanan tinggi gula seperti nastar sebaiknya dibatasi atau dikonsultasikan dengan dokter.

4. Perhatikan reaksi tubuh

Jika setelah makan nanas atau nastar Bunda merasakan mulas berlebihan atau gangguan pencernaan, sebaiknya hentikan konsumsi.

5. Seimbangkan dengan makanan bergizi

Nastar sebaiknya hanya menjadi camilan, bukan pengganti makanan utama yang bergizi.

Ilustrasi nastarIlustrasi nastar/ Foto: Getty Images/Hardollin

Kebutuhan kalori ibu hamil

Selama kehamilan, tubuh Bunda membutuhkan energi tambahan untuk mendukung pertumbuhan janin, perkembangan plasenta, serta perubahan pada tubuh seperti peningkatan volume darah dan jaringan tubuh.

Namun, kebutuhan kalori ini tidak berarti Bunda harus makan dua kali lipat. Yang terpenting adalah menambah kalori secara bertahap dan memilih makanan yang bergizi seimbang.

Menurut rekomendasi dari American College of Obstetricians and Gynecologists (ACOG) serta panduan gizi kehamilan, kebutuhan kalori tambahan pada ibu hamil umumnya sebagai berikut:

Trimester pertama

Pada awal kehamilan, kebutuhan kalori biasanya belum meningkat secara signifikan. Bunda cukup memenuhi kebutuhan kalori harian normal sekitar 1.800–2.000 kalori per hari, tergantung aktivitas dan kondisi tubuh.

Trimester kedua

Saat janin mulai tumbuh lebih pesat, Bunda membutuhkan tambahan sekitar 340 kalori per hari dari kebutuhan normal.

Trimester ketiga

Pada trimester terakhir, kebutuhan energi meningkat lebih tinggi karena janin mengalami pertumbuhan yang cepat. Bunda membutuhkan tambahan sekitar 450 kalori per hari.

Tambahan kalori ini sebaiknya berasal dari makanan bernutrisi seperti protein, karbohidrat kompleks, lemak sehat, serta vitamin dan mineral penting.

Selain memperhatikan jumlah kalori, Bunda juga perlu memastikan asupan nutrisi penting selama kehamilan terpenuhi, seperti zat besi, kalsium, folat, protein, dan omega-3 yang berperan penting bagi perkembangan janin.

5 Camilan Lebaran yang aman untuk ibu hamil

Selain nastar, ada beberapa camilan lain yang juga aman dan lebih bernutrisi untuk ibu hamil, di antaranya:

1. Buah segar

Seperti apel, pisang, jeruk, atau mangga yang kaya vitamin dan serat.

2. Smoothie buah

Campuran buah, yogurt, dan susu bisa menjadi camilan sehat yang menyegarkan.

3. Biskuit gandum

Mengandung serat yang membantu menjaga kesehatan pencernaan.

4. Kacang panggang

Memberikan energi serta lemak sehat yang dibutuhkan tubuh.

5. Puding susu atau chia pudding

Mengandung kalsium serta omega-3 yang baik bagi perkembangan janin.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(pri/pri)

TOPIK TERKAIT

HIGHLIGHT

Temukan lebih banyak tentang
Fase Bunda