KEHAMILAN
Terobosan Baru, Hadir Alat Pemindai untuk Cek Kondisi Janin di Kandungan yang Lebih Akurat
Indah Ramadhani | HaiBunda
Rabu, 15 Apr 2026 11:10 WIBBeberapa peneliti dari Northwestern University berhasil mengembangkan sebuah alat terbaru untuk memantau kesehatan janin. Bentuknya menyerupai sehelai rambut dan dapat dimasukkan ke dalam rahim untuk memantau kondisi janin secara real-time.
Alat ini dianggap sebagai terobosan penting, mengingat selama ini para dokter hanya dapat memantau kondisi janin dari luar tubuh dengan hasil yang terbatas. Melalui alat ini, janin dapat dipantau langsung dari dalam rahim sehingga mendapatkan hasil pemeriksaan yang lebih optimal.
Temuan yang telah dipublikasikan dalam jurnal Nature Biomedical Engineering ini disebut sebagai alat pemindai terkecil yang mampu mendeteksi hal-hal vital secara akurat. Tentunya ini menjadi angin segar bagi dunia medis serta para tenaga kesehatan yang menangani persalinan.
Tujuan pengembangan alat pemindai kesehatan janin
Melansir dari laman Health Care in Europe, pengembangan alat ini dipimpin oleh ahli bioelektronik dari Northwestern, John. A. Rogers, bersama ahli bedah janin, Dr. Aimen Shaaban. Keduanya berkolaborasi untuk menciptakan kemudahan dan keefektifan dalam proses persalinan yang selama ini belum terpenuhi.
Menurut mereka, kesiapan dan alat-alat dalam persalinan masih memiliki banyak keterbatasan untuk mencapai hasil yang optimal. Hadirnya pengembangan-pengembangan ini diharapkan dapat meningkatkan efektivitas serta keamanan selama persalinan.
“Dokter hanya memiliki sebagian gambaran tentang kondisi janin. Kami dihadapkan pada tantangan untuk merancang teknologi yang bisa memantau tanda vital tanpa membuat prosedur yang melukai atau mengganggu jaringan yang sangat sensitif,” jelas Rogers.
Senada dengan itu, Dr. Shaaban menyebut alat ini sebagai inovasi yang sangat membantu dalam dalam praktis medis, terutama di bidang obstetri dan ginekologi. Ia menegaskan bahwa kondisi janin yang mudah berubah selama persalinan perlu diwaspadai dengan cekatan.
“Terkadang detak jantung janin menurun selama prosedur, yang bisa menjadi tanda kadar oksigen rendah. Kondisi ini bisa berkembang dengan cepat, bahkan berujung pada henti jantung. Sayangnya, kemampuan kita untuk memantau janin belum banyak berubah dalam 40 tahun terakhir karena keterbatasan alat,” kata Shaaban.
Oleh karena itu, alat baru ini diharapkan bisa menjadi solusi. Dengan pemantauan yang dilakukan secara langsung dan terus-menerus, dokter dapat mengambil tindakan lebih cepat jika terjadi masalah. Hal ini akan mengurangi risiko keterlambatan penanganan yang berujung merugikan bayi.
Cara kerja alat pemindai kesehatan janin yang telah dikembangkan
Dari segi desain, alat ini dibuat sangat kecil dan fleksibel agar dapat digunakan tanpa menambah risiko. Ukurannya hanya sekitar tiga kali diameter rambut manusia dan dapat dimasukkan melalui alat yang telah digunakan dalam prosedur fetoskopi, tanpa menambah sayatan.
Setelah berada di dalam rahim, alat ini akan diarahkan dengan presisi menggunakan teknologi robotik. Agar posisinya tetap stabil dan alat tetap menempel pada tubuh janin, terdapat benjolan kecil seperti balon yang dapat mengembang secara perlahan.
Selain itu, alat ini juga dilengkapi dengan beberapa sensor yang mampu mengukur detak jantung, kadar oksigen dalam darah, dan suhu tubuh secara bersamaan. Data yang dihasilkan langsung dikirim ke monitor sehingga dokter dapat memantau kondisinya secara real-time.
Manfaat dari pengembangan alat pemindai kesehatan janin
Pengembangan dari alat pemindai kondisi janin ini tentunya membawa banyak manfaat. Beberapa di antaranya adalah meningkatkan keamanan serta kualitas penanganan selama proses persalinan.
Masih banyak manfaat yang perlu diketahui dari alat tersebut, di antaranya:
1. Pemantauan janin menjadi lebih akurat dan menyeluruh
Melalui alat ini, dokter jadi mengetahui berbagai tanda vital seperti detak jantung, kadar oksigen, dan suhu tubuh dengan lebih akurat. Dengan begitu, dokter tidak perlu mengira-ngira lagi karena sudah bisa melihat kondisinya secara real-time.
2. Membantu dokter mengambil tindakan lebih cepat
Karena bersifat real-time, dokter dapat langsung mengetahui jika ada tanda-tanda bahaya, seperti janin kekurangan oksigen atau mengalami stres. Hal ini sangat penting, sebab kondisi janin dapat berubah sangat cepat sehingga dokter bisa segera menyesuaikan tindakan.
3. Memberikan rasa tenang bagi Ayah dan Bunda
Persalinan merupakan momen yang menegangkan bagi setiap pasangan. Dengan adanya alat ini, kondisi bayi yang dapat dipantau terus-menerus secara langsung dapat memberikan rasa aman dan mengurangi stres berlebih. Semakin jelas kondisi bayi, semakin besar pula kepercayaan pasangan terhadap proses yang dijalani.
Metode memindai kondisi janin yang umum
Selama proses kehamilan dan persalinan, terdapat beberapa cara yang biasa digunakan tenaga kesehatan untuk memantau kondisi janin. Metode-metode ini tentunya dapat membantu memastikan janin dalam keadaan baik dan sehat, terutama saat menghadapi persalinan.
Berikut penjelasannya, dikutip dari laman Tommy’s:
1. Mendengarkan detak jantung janin
Cara yang paling sederhana untuk memeriksa kondisi janin adalah dengan mendengarkan detak jantungnya. Biasanya, bidan atau dokter akan menggunakan alat seperti Sonicaid (doppler) atau stetoskop Pinard.
Sonicaid merupakan alat yang bisa menangkap detak jantung bayi dengan jelas. Sementara itu, stetoskop Pinard berbentuk seperti terompet dan ditempelkan langsung ke perut ibu untuk mendengarkan detak jantung janin.
2. Electronic Fetal Monitoring (EFM)
Metode lainnya yang juga cukup umum adalah EFM. Pada metode ini, dua sensor ditempelkan di perut ibu menggunakan sabuk yang elastis. Nantinya, sensor tersebut akan terhubung dengan monitor dan menampilkan detak jantung janin serta kontraksi rahim.
EFM biasanya digunakan pada ibu dengan kondisi diabetes gestasional, tekanan darah tinggi, ukuran bayi lebih kecil dari usia kehamilan, dan riwayat operasi caesar. Meski begitu, EFM tetap dapat digunakan di berbagai kondisi, sesuai dengan anjuran dokter kandungan.
3. Pengambilan sampel darah janin (FBS)
Apabila terdapat kekhawatiran terhadap kondisi janin, biasanya dokter akan mengambil sampel darah dari kulit kepala janin melalui vagina. Hal ini bertujuan untuk mengecek kadar oksigen dalam darah dan melihat bagaimana kondisi janin selama persalinan.
Melalui metode tersebut, dokter akan memutuskan langkah selanjutnya yang terbaik, seperti melanjutkan persalinan seperti biasa, melakukan pemeriksaan ulang, atau mengambil tindakan medis, termasuk operasi caesar. Terkadang metode ini membuat tidak nyaman sehingga ibu tetap memiliki hak untuk menyetujui atau tidak.
Demikian penjelasan mengenai alat baru yang dikembangkan untuk memindai dan memeriksa kesehatan janin selama kehamilan dan menjelang persalinan. Semoga informasi ini bermanfaat, Bunda. Jika Bunda ingin nutrisi lengkap untuk janin selama kehamilan, klik di sini.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(rap/rap)Simak video di bawah ini, Bun:
Bumil Simak Ya, Ini 10 Manfaat Melakukan USG Kehamilan
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
Studi: Preeklamsia Terkait dengan Penyakit Ginjal
Bobot Shandy Aulia Naik 3 Kg di Trimester Kedua, Apa Kata Dokter?
Posisi Seks yang Memuaskan Saat Kehamilan Trimester 2
Cerita Pippa Middleton Tetap Main Tenis di Trimester 2 Kehamilan
TERPOPULER
7 Ciri Kepribadian Orang yang Suka Warna Ungu, Terbuka dan Suka Hal Misterius
Momen Membanggakan Seraphina Anak Yasmine Wildblood Ikut Kejuaraan Gymnastik di China
10 Kandungan Skincare yang Aman untuk Ibu Hamil, Kenali Juga yang Berbahaya
7 Kalimat Sopan saat Menanggapi Perbedaan Pendapat dengan Orang Lain
Benarkah Menikah di Bulan Maulid Bisa Bawa Sial? Ini Penjelasannya
REKOMENDASI PRODUK
9 Rekomendasi Reed Diffuser Lokal yang Wanginya Enak & Tahan Lama
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
5 Pasta Gigi Bayi 1 Tahun ke Atas yang Aman Jika Tak Sengaja Tertelan, Pilih Terbaik Cegah Karies
Annisa KarnesyiaREKOMENDASI PRODUK
10 Rekomendasi Selang Gas yang Bagus dan Aman, Miliki 3 Lapis Pengaman
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Scalp Serum untuk Mengatasi Ketombe dan Rambut Rontok
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
7 Ide Hiasan 17 Agustus 2026 Kemerdekaan yang Unik dan Menarik
Annisa KarnesyiaTERBARU DARI HAIBUNDA
7 Ciri Kepribadian Orang yang Suka Warna Ungu, Terbuka dan Suka Hal Misterius
10 Kandungan Skincare yang Aman untuk Ibu Hamil, Kenali Juga yang Berbahaya
Momen Membanggakan Seraphina Anak Yasmine Wildblood Ikut Kejuaraan Gymnastik di China
Benarkah Menikah di Bulan Maulid Bisa Bawa Sial? Ini Penjelasannya
7 Kalimat Sopan saat Menanggapi Perbedaan Pendapat dengan Orang Lain
FOTO
VIDEO
DETIK NETWORK
-
Rekomendit
Mau Ambil Video dari Atas Tanpa Ribet Remote? Drone Ini Jawabannya
-
Beautynesia
Tes Kepribadian: Anjing, Dua Perempuan, atau Wajah yang Pertama Kamu Lihat? Ini Artinya...
-
Female Daily
Ketiak Hitam Padahal Jarang Cukur? Ini 7 Penyebab yang Sering Nggak Disadari!
-
CXO
Turnamen Voli SBY Cup 2026 di Magelang 13-17 Mei, Ada LavAni-Samator
-
Wolipop
Video: Intip Gaya Nindy hingga Titi DJ di Fashion Show Ivan Gunawan
-
Mommies Daily
5 Acara 17-23 Agustus 2026: HUT RI, Konser iKON, hingga LaLaLa Fest