Terpopuler
Aktifkan notifikasi untuk dapat info terkini, Bun!
Bunda dapat menonaktifkan kapanpun melalui pengaturan browser.
Nanti saja
Aktifkan

kehamilan

Mengenal Nyeri Skiatika saat Hamil: Penyebab, Gejala, dan Cara Mengatasinya

Annisa Aulia Rahim   |   HaiBunda

Jumat, 03 Apr 2026 08:50 WIB

Ilustrasi Ibu Hamil Sakit Punggung
Mengenal Nyeri Skiatika saat Hamil: Penyebab, Gejala, dan Cara Mengatasinya/Foto: Getty Images/iStockphoto/szeyuen
Daftar Isi
Jakarta -

Saat hamil, perubahan tubuh Bunda tak cuma terlihat dari perut yang membesar, tapi juga terjadi di dalam, termasuk pada saraf dan otot. Salah satu keluhan yang cukup sering muncul adalah nyeri menjalar dari pinggang ke kaki, yang dikenal sebagai sciatica. Meski bikin enggak nyaman, kondisi ini ternyata cukup umum dan sudah banyak diteliti secara medis.

Nyeri skiatika pada ibu hamil

Nyeri skiatika atau sciatica termasuk salah satu keluhan yang cukup sering dialami ibu hamil, meski tidak semua Bunda mengalaminya. Sebuah studi cross-sectional menemukan sekitar 16,9 persen ibu hamil mengalami skiatika, terutama di trimester akhir. Sementara itu, nyeri punggung & panggul (yang sering berkaitan dengan skiatika) dialami oleh sekitar 63 persen ibu hamil berdasarkan meta-analisis terhadap lebih dari 21.000 perempuan.

Kondisi ini umumnya mulai terasa ketika perut semakin membesar dan tubuh mengalami banyak penyesuaian. Perubahan hormon, kenaikan berat badan, hingga pergeseran postur tubuh membuat tekanan pada saraf meningkat, termasuk saraf skiatik.

Inilah yang menyebabkan nyeri menjalar dari pinggang hingga ke kaki. Artinya, meski skiatika spesifik tidak selalu terjadi, keluhan yang berkaitan dengan saraf dan punggung memang sangat umum selama kehamilan. Jadi, jika Bunda mengalaminya, tidak perlu terlalu khawatir karena banyak ibu hamil lain juga merasakan hal yang sama, terutama di masa akhir kehamilan.

Penyebab nyeri skiatika saat hamil

Nyeri skiatika atau sciatica pada ibu hamil umumnya terjadi karena kombinasi perubahan alami dalam tubuh. Seiring bertambahnya usia kehamilan, tubuh Bunda terus beradaptasi, dan inilah yang bisa memicu tekanan pada saraf skiatik. Beberapa penyebab utama:

1. Perubahan hormon (relaksin)

Hormon relaksin meningkat selama kehamilan dan membuat ligamen jadi lebih longgar. Akibatnya, sendi jadi kurang stabil dan bisa menekan saraf skiatik. Menurut sebuah studi di American Journal of Obstetrics and Gynecology menemukan bahwa kadar relaksin berhubungan signifikan dengan nyeri punggung dan panggul

2. Tekanan dari berat janin

Bayi yang semakin besar memberi tekanan pada panggul dan saraf. Literatur medis menjelaskan bahwa tekanan pada saraf skiatik bisa berasal dari perubahan struktur tulang dan beban tubuh

3. Ketegangan otot & sendi

Masalah seperti piriformis syndrome dan gangguan sendi panggul (SI joint) juga sering dikaitkan dengan nyeri skiatika saat hamil

4. Perubahan postur tubuh

Seiring perut membesar, pusat gravitasi tubuh bergeser. Ini membuat tulang belakang menyesuaikan posisi, yang bisa memicu tekanan pada saraf.

Infografis Sakit Punggung Saat Hamil: Penyebab & 8 Cara MengatasinyaSakit Punggung Saat Hamil: Penyebab & 8 Cara Mengatasinya/ Foto: HaiBunda/Novita Rizki

Gejala nyeri skiatika

Nyeri skiatika atau sciatica biasanya memiliki ciri khas berupa nyeri yang menjalar, bukan hanya terasa di satu titik saja. Pada ibu hamil, keluhan ini sering muncul di area punggung bawah lalu menjalar ke bagian tubuh lainnya.

Bunda mungkin akan merasakan nyeri yang dimulai dari pinggang atau punggung bawah, kemudian menyebar ke bokong, paha, hingga kaki. Rasa sakitnya bisa bervariasi, mulai dari nyeri ringan seperti pegal, hingga sensasi tajam seperti tertusuk atau terbakar.

Selain itu, beberapa ibu hamil juga mengalami sensasi kesemutan atau seperti 'dialiri listrik' di sepanjang kaki. Bahkan, pada kondisi tertentu, bisa muncul mati rasa atau kebas di area kaki yang terdampak. Biasanya, nyeri ini hanya terjadi di satu sisi tubuh, tergantung saraf mana yang tertekan.

Keluhan skiatika juga cenderung memburuk saat Bunda duduk terlalu lama, berdiri dalam waktu lama, atau saat mengubah posisi secara tiba-tiba. Aktivitas seperti bangun dari tempat tidur atau berjalan juga bisa terasa lebih tidak nyaman.

Berikut yang mungkin Bunda rasakan secara umum:

  • Nyeri menjalar dari pinggang ke kaki
  • Sensasi terbakar atau kesemutan
  • Mati rasa
  • Nyeri di satu sisi tubuh
  • Rasa sakit makin terasa saat duduk lama
  • Secara medis, ini terjadi karena saraf skiatik teriritasi atau tertekan.

Cara mengatasi nyeri skiatika

Berikut cara yang direkomendasikan berdasarkan praktik klinis:

1. Peregangan & aktivitas ringan

Olahraga ringan membantu mengurangi tekanan saraf dan meningkatkan fleksibilitas.

2. Kompres hangat/dingin

Terapi sederhana ini terbukti membantu mengurangi peradangan otot.

3. Perbaiki postur

Menjaga posisi duduk dan berdiri bisa mencegah tekanan berlebih pada saraf.

4. Gunakan Support Belt

Membantu menopang perut dan mengurangi beban pada punggung.

5. Fisioterapi

Dalam beberapa kasus, terapi fisik direkomendasikan untuk mengatasi nyeri saraf.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(pri/pri)

TOPIK TERKAIT

HIGHLIGHT

Temukan lebih banyak tentang
Fase Bunda