Terpopuler
Aktifkan notifikasi untuk dapat info terkini, Bun!
Bunda dapat menonaktifkan kapanpun melalui pengaturan browser.
Nanti saja
Aktifkan

kehamilan

Dokter ingatkan Bahaya Melahirkan Caesar di bawah Usia Kandungan Normal

Indah Ramadhani   |   HaiBunda

Senin, 13 Apr 2026 12:50 WIB

Serba-serbi operasi caesar
Bahaya melahirkan lebih cepat dari usia kandungan normal/ Foto: Getty Images/SDI Productions
Daftar Isi

Saat ini, ada sebagian ibu hamil yang melakukan persalinan caesar terlalu dini tanpa alasan medis yang jelas dan mendesak. Padahal, keputusan tersebut sangat berisiko bagi kesehatan bayi, Bunda.

Para ahli dari bidang obstetri dan ginekologi di Australia menyepakati bahwa ibu hamil hanya boleh melakukan operasi caesar ketika kehamilan sudah berusia sekitar 39 minggu. Di luar itu, mereka tidak merekomendasikan, kecuali terdapat kondisi darurat yang mengharuskan bayi lahir lebih cepat.

Mengutip dari Australian Commission on Safety and Quality, pada tahun 2017 ditemukan 43 hingga 56 persen persalinan caesar terencana di Australia yang dilakukan sebelum usia kehamilan mencapai 39 minggu, dan tanpa alasan yang jelas. Artinya, cukup banyak bayi yang lahir terlalu dini tanpa kebutuhan mendesak, Bunda.

Hal yang lebih mengkhawatirkan lagi, sekitar 13 hingga 19 persen dari operasi caesar terencana dan tanpa alasan ini dilakukan bahkan sebelum usia kandungan mencapai 37 minggu. Tentunya ini kondisi sangat berisiko, sebab organ tubuh bayi belum berkembang secara optimal.

Sementara menurut National Institutes of Health (NIH), kehamilan yang normal biasanya berlangsung sekitar 40 minggu, dengan rentang kelahiran sehat di antara 38 hingga 42 minggu. itu sebabnya menentukan waktu persalinan yang tepat sangat penting untuk kesehatan bayi.

Mengapa persalinan caesar dini berbahaya?

Ahli obstetri dan ginekologi dari Universitas Western Australia, Profesor John Newnham, menyebutkan bahwa persalinan dini di bawah rentang waktu normal cukup sering terjadi. Namun, yang bisa ia maklumi adalah kelahiran dengan kondisi medis yang mendesak.

Menurut Newnham, kehamilan di bawah 39 minggu itu masih terlalu dini. Bila dipaksa untuk melakukan persalinan caesar, khawatir bayi akan mengalami lebih banyak masalah kesehatan. Bahkan, studi dari New England Journal of Medicine juga menegaskan hal serupa.

Dari studi tersebut, ditemukan beberapa masalah kesehatan yang sangat berisiko. Mulai dari masalah pernapasan, hingga masalah perilaku dan kemampuan belajar anak di kemudian hari. 

Newnham kembali mengingatkan bahwa setiap minggu akhir di masa kehamilan begitu penting dan krusial. Jadi, selama tidak ada kondisi medis tertentu, menunggu waktu yang tepat dapat membantu Si Kecil lahir dalam kondisi yang lebih siap dan sehat, Bunda.

Ketahui risiko dari persalinan caesar yang terlalu dini

Salah satu Bunda membagikan kisah persalinannya yang tertunda saat ia memutuskan untuk melakukan operasi caesar dini. Dibagikan melalui laman ABC News, Bunda bernama Alicia Cooney sempat dilarang bersalin oleh dokter yang menanganinya ketika usia kehamilannya baru 38 minggu.

Hal ini bukan tanpa alasan, Bunda. Pihak rumah sakit dan para tenaga medis mengaku sangat mengkhawatirkan risiko yang terjadi. Dokter yang menanganinya menyampaikan, bayi yang lahir melalui operasi caesar sebelum 39 minggu dan tanpa kondisi mendesak akan memiliki risiko lebih tinggi terkena paru-paru basah.

Mendengar itu, Bunda Cooney memutuskan untuk menunda operasi sampai waktu persalinan yang lebih tepat. Ia tidak ingin sang anak nantinya harus menerima risiko yang bahkan seharusnya bisa tidak ia rasakan.

Temuan ini semakin diperkuat oleh penelitian yang dilakukan oleh seorang ahli, Dr. Alan Tita, dari Universitas Alabama. Dalam studi tersebut, para peneliti menganalisis lebih dari 113 ribu ibu yang menjalani operasi caesar tanpa alasan medis yang jelas.

Hasilnya, ditemukan bahwa bayi yang lahir di rentang usia kehamilan 37 sampai 39 minggu mengalami gangguan pernapasan, kadar gula darah yang tidak stabil, hingga infeksi serius. Tak hanya itu, bayi-bayi tersebut juga berpotensi mendapatkan penanganan khusus di unit perawatan intensif neonatal (NICU).

Apakah operasi caesar dini masih diperbolehkan?

Menurut Newnham, keputusan persalinan sebenarnya kembali lagi kepada kondisi medis yang dialami ibu dan bayi. Ia kembali menegaskan bahwa bila tidak ada kondisi mendesak, lebih baik ibu menunggu hingga usia kehamilan di atas 39 minggu karena itu pilihan yang terbaik.

Namun, apabila ditemukan kondisi medis tertentu, persalinan dini tetap dapat dilakukan, Bunda. Misalnya, apabila kondisi tersebut sudah mengganggu keselamatan Bunda atau Si Kecil, maka dokter akan merencanakan tindakan yang sudah disesuaikan dengan prosedur.

Sayangnya, masih terdapat beberapa faktor non-medis yang mempengaruhi keputusan persalinan lebih awal. Mulai dari sistem pembiayaan, kebijakan rumah sakit, ketersediaan operasi, hingga budaya di fasilitas kesehatan itu sendiri.

Oleh karena itu, para ahli mendorong adanya perubahan kebijakan secara menyeluruh, baik dari pemerintah, rumah sakit, maupun pihak asuransi. Tujuannya adalah untuk menghindari penjadwalan persalinan caesar sebelum 39 minggu tanpa alasan medis yang kuat.

Demikian penjelasan mengenai bahaya persalinan caesar yang dilakukan sebelum waktunya. Semoga informasi ini bermanfaat, Bunda.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(rap/rap)

TOPIK TERKAIT

HIGHLIGHT

Temukan lebih banyak tentang
Fase Bunda