KEHAMILAN
Hamil Keempat setelah Tummy Tuck, Bunda Ini Kaget dengan Bentuk Baby Bump yang Aneh
Annisa Aulia Rahim | HaiBunda
Minggu, 05 Apr 2026 20:20 WIBKehamilan selalu membawa kejutan. Namun bagi seorang ibu ini, kehamilan keempatnya terasa jauh berbeda bahkan sejak perut mulai membesar. Ia tak menyangka, keputusan menjalani operasi tummy tuck bertahun-tahun lalu akan membuat bentuk baby bump-nya terlihat tak biasa. Ia menyangka kehamilannya akan berjalan seperti sebelumnya.
Namun, perubahan bentuk perut yang tak biasa justru membuatnya harus beradaptasi dengan pengalaman baru yang tak pernah ia bayangkan. Berikut kisahnya dikutip dari People.
Perut terasa lebih kencang, baby bump tak seperti biasanya
Seorang ibu bernama Tarina Richie Green awalnya merasa hidupnya sudah lengkap setelah memiliki tiga anak. Ia pun memutuskan menjalani prosedur tummy tuck atau pengencangan perut untuk mengembalikan kepercayaan dirinya setelah melahirkan. Namun, sembilan tahun kemudian, kejutan datang, ia kembali hamil anak keempat.
“Saya ingin mendapatkan kembali kepercayaan diri saya dan merasa seperti diri saya sendiri lagi setelah bertahun-tahun mengandung anak," kata Green.
Kulit yang 'kendur' akibat kehamilan, katanya, membuatnya merasa lebih tua dari usia sebenarnya saat itu.
"Operasi itu membantu saya terlihat dan merasa awet muda," sambungnya.
Dikutip dari Mayo Clinic, kehamilan keempat Green terasa berbeda karena perutnya dikencangkan akibat abdominoplasti yang pernah dijalaninya, sebuah prosedur yang melibatkan pengangkatan lemak dan kulit berlebih dari perut serta pengencangan jaringan ikat untuk mempersempit lingkar pinggang.
Ia mengalami ketidaknyamanan saat perutnya membesar selama kehamilan trimester pertama dan kedua. Ada juga peningkatan sensitivitas dan mati rasa di dekat bekas luka operasinya, dan ia berisiko lebih tinggi terkena hernia dan seroma (penumpukan cairan di bawah kulit yang dapat terjadi setelah operasi).
Ia juga memperhatikan perubahan pada penampilan perutnya, bahwa perutnya tampak kurang menonjol karena pengencangan pasca operasi meskipun bayinya memiliki banyak ruang untuk tumbuh. Ia menambahkan bahwa bayi tampak berada jauh lebih rendah dari biasanya.
Green bahkan melihat hasil operasi pengencangan perutnya setelah delapan jam persalinan. Tubuhnya pulih dengan cepat.
"Perutku rata hanya beberapa jam setelah melahirkan," katanya.
Gerakan janin terasa lebih cepat dan intens
Hal lain yang membuatnya terkejut adalah ia bisa merasakan gerakan janin lebih awal dari biasanya bahkan sekitar usia kehamilan 13 minggu. Menurutnya, setiap gerakan terasa lebih jelas, seolah tidak ada 'jarak' antara bayi dan dinding perut. Ini kemungkinan terjadi karena kondisi otot perut yang sudah dikencangkan akibat operasi sebelumnya, sehingga sensasi gerakan bayi terasa lebih intens.
Meski tetap bisa menjalani kehamilan dengan baik, ia mengaku mengalami beberapa tantangan, seperti, rasa kencang dan nyeri saat perut membesar, area bekas operasi yang lebih sensitif dan risiko seperti penumpukan cairan atau hernia. Kondisi ini berkaitan dengan perubahan struktur jaringan dan otot perut akibat prosedur tummy tuck.
Setelah melahirkan, perut cepat kembali rata
Menariknya, setelah proses persalinan, ia justru mengalami pemulihan yang cukup cepat. Bahkan, hanya beberapa jam setelah melahirkan, perutnya terlihat kembali rata. Meski mengalami berbagai perubahan selama kehamilan, ia mengaku tidak menyesal telah menjalani operasi tersebut.
Kata pakar soal hamil setelah tummy Tuck
Sebuah studi besar yang dipublikasikan dalam jurnal Aesthetic Plastic Surgery pada 2023 mencoba menjawab pertanyaan ini. Penelitian tersebut merupakan systematic review terhadap 17 studi dengan total 237 pasien yang mengalami kehamilan setelah tummy tuck. Hasilnya cukup menenangkan: kehamilan setelah prosedur ini tidak dikategorikan sebagai kondisi yang berbahaya atau terlarang secara medis.
Bahkan, dalam data tersebut, mayoritas ibu bisa melahirkan dengan baik sekitar 56 persen melahirkan normal, sementara sisanya melalui operasi caesar. Rata-rata usia kehamilan saat persalinan juga berada di kisaran 38–39 minggu, yang tergolong cukup bulan.
Yang lebih penting lagi, penelitian ini tidak menemukan adanya kematian ibu maupun bayi yang berkaitan langsung dengan riwayat tummy tuck.
Meski demikian, bukan berarti tanpa catatan. Studi tersebut juga mencatat adanya beberapa risiko, meskipun relatif ringan. Sekitar 9,8 persen kasus mengalami kelahiran prematur, dan sekitar 7,2 persen bayi lahir dengan berat badan rendah. Namun, angka ini masih dalam rentang yang dapat ditemukan pada populasi umum, sehingga tidak secara langsung dikaitkan sebagai dampak serius dari operasi.
Selain itu, perubahan paling nyata justru terjadi pada area perut ibu. Banyak kasus menunjukkan bahwa kehamilan setelah tummy tuck dapat memengaruhi hasil estetika—kulit bisa kembali meregang, dan otot yang sebelumnya sudah dikencangkan berpotensi berubah lagi.
Temuan ini juga didukung oleh laporan kasus lain yang menunjukkan bahwa perempuan tetap bisa menjalani kehamilan normal setelah tummy tuck, bahkan hingga persalinan cukup bulan tanpa komplikasi berarti.
Dari sudut pandang medis, para ahli kini cenderung melihat kehamilan setelah tummy tuck sebagai kondisi yang memungkinkan dan relatif aman, selama ibu dalam kondisi sehat dan tetap dalam pengawasan dokter. Namun, mereka tetap menyarankan agar prosedur ini dilakukan setelah rencana memiliki anak selesai, bukan karena berbahaya, tetapi untuk menjaga hasil operasi agar lebih optimal.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(pri/pri)