HaiBunda

KEHAMILAN

Apakah Darah Implantasi Berlendir? Ini Faktanya

Dwi Indah Nurcahyani   |   HaiBunda

Kamis, 23 Apr 2026 11:10 WIB
Apakah Darah Implantasi Berlendir? Ini Faktanya/Foto: Getty Images/miya227
Jakarta -

Perdarahan implantasi merupakan tanda awal kehamilan terjadi ketika sel telur yang telah dibuahi menempel pada dinding rahim. Lantas, apakah darah implantasi berlendir? Ini faktanya!

Perdarahan menstruasi merupakan peristiwa biologis yang terjadi secara teratur. Namun, dalam beberapa kasus, perdarahan vagina dapat terjadi di luar siklus menstruasi dikarenakan berbagai alasan. Biasanya, perdarahan ini disertai berbagai gejala dan disebut sebagai perdarahan implantasi.

Mengenal apa itu perdarahan implantasi?

Perdarahan implantasi merupakan kasus perdarahan ringan yang terjadi pada tahap awal kehamilan dan umum terjadi pada perempuan. Perdarahan implantasi, dapat terjadi segera setelah pembuahan. Kondisi ini mungkin juga dialami perempuan selama kehamilannya.


Meski tahapannya ringan, perdarahan ini terjadi ketika sel telur yang telah dibuahi menempel pada dinding rahim. Perdarahan tersebut mungkin tampak berwarna cokelat muda atau merah muda. Jenis perdarahan ini berbeda dari perdarahan menstruasi dan biasanya lebih ringan serta durasinya lebih singkat.

Sebagian perempuan yang mengalaminya mungkin tidak menyadari perdarahan ini sama sekali atau mungkin hanya menganggapnya sebagai bercak ringan saja seperti dikutip dari laman Anadolu.

Ciri-ciri perdarahan implantasi

Perdarahan implantasi dapat terjadi yang menjadi tanda awal kehamilan tetapi memang tidak selalu terjadi. Ciri-ciri dari perdarahan implantasi meliputi beberapa hal berikut:

1. Perdarahan ringan

Perdarahan implantasi biasanya berupa perdarahan ringan. Jumlah perdarahan mungkin lebih sedikit daripada periode menstruasi normal dan mungkin berlangsung lebih singkat.

2. Bercak

Alih-alih perdarahan, perdarahan implantasi terkadang muncul sebagai bercak ringan. Bercak ini biasanya berwarna merah muda atau cokelat.

3. Kram perut

Selama perdarahan implantasi, beberapa perempuan mungkin mengalami kram perut ringan. Kram ini biasanya lebih ringan daripada kram menstruasi normal.

4. Sensitivitas payudara

Beberapa perempuan mungkin merasakan sensitivitas ringan pada payudara mereka selama perdarahan implantasi.

5. Gejala kehamilan lainnya

Mengingat perdarahan implantasi merupakan tanda awal kehamilan, gejala kehamilan lainnya juga dapat terjadi secara bersamaan. Gejala-gejala ini dapat meliputi mual, kelelahan, dan sering buang air kecil.

Di luar itu semua, ciri-ciri perdarahan implantasi bisa bervariasi dari perempuan yang satu dengan lainnya. Bahkan, beberapa perempuan mungkin tidak mengalami gejala apa pun. Karenanya, disarankan bagi perempuan yang mencurigai dirinya hamil segera berkonsultasi ke dokter jika mereka melihat ciri-ciri tersebut.

Apakah darah implantasi berlendir?

Perdarahan implantasi sedianya berbeda dengan perdarahan ovulasi ataupun menstruasi ya, Bunda. Biasanya, perdarahan implantasi sering dilaporkan bersamaan dengan munculnya kram rahim ringan. 

Cara termudah untuk mengetahui apakah perdarahan implantasi benar-benar terjadi ialah dengan melakukan tes kehamilan sehari setelah terlambat menstruasi seperti dikutip dari laman Flohealth.

Penting diketahui bahwa perdarahan implantasi ini terjadi ketika embrio menempel pada lapisan dalam rahim. Perdarahan ini sangat mudah dibedakan dari menstruasi. Biasanya, perdarahannya berwarna merah muda pucat atau cokelat dan bukan merah terang seperti darah menstruasi.

Perdarahan implantasi biasanya memiliki aliran yang sangat ringan, mirip dengan keputihan biasa. Bahkan bisa muncul sebagai bercak ringan alih-alih perdarahan.

Perdarahan implantasi seharusnya tidak sampai menembus pembalut atau mengandung gumpalan darah. Perdarahan ini dapat berlangsung dari beberapa jam hingga beberapa hari seperti dikutip dari laman Corionfertilityclinic.

Jika seseorang mengalami perdarahan implantasi, cairan serviks mungkin memiliki warna merah muda. Perdarahan implantasi terjadi sekitar 1 hingga 2 minggu setelah pembuahan sel telur. Namun, tidak semua perempuan mengalami perdarahan implantasi. Sebagian di antaranya bukanlah ibu hamil dan tidak memiliki cairan serviks yang berbeda secara signifikan.

Selain itu, cairan serviks biasanya berubah dalam jumlah dan konsistensi selama siklus menstruasi. Perubahannya bervariasi dari orang ke orang, tetapi secara umum, sebagai berikut:

1. Setelah menstruasi, cairan serviks sering kali kental, buram, dan jumlahnya lebih sedikit.
2. Menjelang ovulasi, cairan tersebut mungkin untuk sementara menjadi jernih dan elastis, mirip dengan konsistensi putih telur mentah.
3. Setelah ovulasi, cairan tersebut kembali menjadi buram dan kental seperti dikutip dari laman Medical News Today.

Berapa lama perdarahan implantasi berlangsung?

Perdarahan implantasi bisa terjadi secara variatif pada setiap orang. Sehingga, waktunya pun bervariasi dari masing-masing inidividu. Tetapi, sebagian besar perdarahan implantasi terjadi sekitar 10 hingga 14 hari setelah ovulasi. Dalam kebanyakan kasus, orang belum melakukan tes kehamilan dan belum terlambat menstruasi.

Mengingat perdarahan implantasi dapat terjadi mendekati waktu menstruasi, sehingga sering kali salah mengira bahwa perdarahan implantasi sebagai menstruasi.

Mengapa perdarahan implantasi terjadi?

Implantasi biasanya terjadi ketika sel telur yang telah dibuahi menempel pada lapisan rahim. Lapisan rahim Bunda bentuknya tebal dan dipenuhi pembuluh darah. 

Karenanya, ketika sel telur yang telah dibuahi menempel di lapisan rahim, hal tersebut dapat mengganggu pembuluh darah dan menyebabkan perdarahan. Inilah yang dinamakan perdarahan implantasi.

Apa yang dirasakan tubuh saat darah implantasi keluar?

Saat perdarahan implantasi keluar, beberapa perempuan merasakan nyeri perut, nyeri punggung bawah, atau kram di sekitar waktu implantasi. Selain kram, Bunda mungkin juga merasakan sedikit perdarahan implantasi. Warnanya akan merah muda pucat atau cokelat dan bukan merah seperti menstruasi serta jumlahnya sedikit.

"Bercak darah umumnya berlangsung paling lama beberapa hari," kata Shannon Smith, M.D., seorang dokter kandungan di Brigham Faulkner Ob/Gyn Associates di Boston, seperti dikutip dari laman Baby Center.

"Selama Anda tidak mengalami pendarahan seperti menstruasi, yaitu darah merah terang, sama sekali tidak ada alasan untuk khawatir,"tambahnya.

Perbedaan antara perdarahan implantasi dan menstruasi

Perbedaan utama dari perdarahan implantasi dan menstruasi ialah jumlah darah yang terlihat dan juga warnanya. Pada perdarahan implantasi biasanya intensitasnya sangat ringan, dan tidak merembes melalui pembalut atau pakaian dalam. Serta, Bunda seharusnya tidak merasakan kram yang hebat seperti dikutip dari laman Clearblue.

Ada beberapa karakteristik utama dalam perdarahan implantasi dan juga menstruasi biasa. Berikut ini beberapa di antaranya sehingga Bunda bisa membedakannya:

1. Perdarahan implantasi

Warnanya biasanya pink atau cokelat dengan durasi 1-3 hari dengan kondisi bercak darah ringan tanpa gumpalan. Perdarahan ini terjadi sekitar 6-12 hari setelah ovulasi tanpa disertai nyeri sama sekali atau dalam kapasitas ringan. Penting dikenali bahwa gejalanya dapat tumpang tindih dengan tanda-tanda awal kehamilan misalnya kelelahan dan mual.

2. Menstruasi

Darah yang keluar berwarna merah terang hingga merah tua dengan intensitas sedang hingga berat dan termasuk adanya gumpalan darah.Biasanya, menstruasi terjadi sekitar 14 hari setelah ovulasi dan sering kali disertai kram sedang hingga berat seperti dikutip dari laman Thomson Medical.

Berbagai penyebab perdarahan saat hamil muda

Perdarahan implantasi atau sekadar bercak pada trimester pertama merupakan hal yang umum terjadi. Sekitar 15 persen dan 25 persen dari semua ibu hamil mengalami perdarahan atau bercak pada 12 minggu pertama kehamilannya. 

Beberapa penyebab dari perdarahan saat hamil muda ialah sebagai berikut ya, Bunda:

1. Perubahan hormonal

Hormon tamahan yang dibutuhkan untuk kehamilan terkadang dapat juga menyebabkan bercak ya, Bun.

2. Perubahan pada serviks

Serviks dalam fase ini biasanya lebih sensitif saat berubah dan bersiap untuk kehamilan. Hal inilah yang dapat menyebabkan perdarahan lebih mudah.

3. Kehamilan ektopik

Ketika kehamilan terbentuk di luar rahim hal ini dapat mengancam jiwa tanpa pengobatan.

4. Kehamilan mola

Kehamilan ini merupakan kondisi langka ketika sel telur yang telah dibuahi menempel di rahim, tetapi tumor terbentuk sebagai pengganti janin.

5. Perdarahan implantasi

Hal ini terjadi ketika sel telur yang dibuahi menempel di dinding rahim dan menyebabkan perdarahan ringan.

Apakah perdarahan implantasi berarti hamil?

Saat seseorang mengalami perdarahan implantasi sebenarnya hal tersebut tidak selalu mengindikasikan adanya kehamilan. Ada lebih banyak hal yang perlu terjadi agar kehamilan sehat. Bahkan, jika sel telur yang telah dibuahi berhasil menempel, hal tersebut dapat mengakibatkan keguguran.

Komplikasi perdarahan implantasi

Perdarahan pada trimester pertama kehamilan cukup umum terjadi dan dapat disebabkan berbagai hal ya, Bunda. Namun bersyukurnya, jarang terjadi adanya komplikasi atas kondisi ini mengingat perdarahan implantasi merupakan bagian normal dari kehamilan yang terjadi pada banyak orang. Jika perdarahannya ringan, berlangsung satu atau dua hari dan tidak disertai kram atau nyeri, biasanya tidak ada komplikasi pada kehamilan.

Mengutip dari laman Cloudninecare, sebenarnya tidak ada komplikasi dengan perdarahan implantasi pada awal kehamilan yang dianggap sebagai bagian normal dari kehamilan. Ini terjadi ketika ada bercak ringan yang berlangsung selama satu hingga dua hari dan tidak disertai rasa sakit atau kram.

Selain itu, tidak ada pengobatan yang diperlukan untuk mengurangi atau menghentikan perdarahan implantasi. Pada kehamilan yang sehat, perdarahan akan hilang dengan sendirinya. Dalam kebanyakan kasus, satu-satunya bantuan pengobatan yang dibutuhkan adalah pembalut tipis.

Kapan harus ke dokter?

Berbagai kemungkinan bisa menjadi penyebab perdarahan implantasi selama kehamilan. Namun, Bunda tidak perlu khawatir karena perdarahan implantasi sebenarnya tidak membahayakan Bunda atau janin. 

Jika perdarahan Bunda ringan dan hilang dalam satu atau dua hari, biasanya tidak ada yang perlu dikhawatirkan. Segera hubungi dokter jika Bunda mengalami perdarahan yang cukup banyak atau mengandung gumpalan darah, atau disertai kram dan nyeri. 

Semoga informasinya membantu ya, Bunda.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(pri/pri)

Simak video di bawah ini, Bun:

Kisah Bunda yang Baru Tahu Hamil Kembar Tiga saat Cek Detak Jantung Janin

TOPIK TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

TERPOPULER

Jangan Asal Beli, Ini 4 Cara Membedakan Siomay Ikan Sapu-Sapu & Tenggiri

Mom's Life Natasha Ardiah

Hukum Suami Menyembunyikan Uang dari Istri, Dosakah?

Mom's Life Arina Yulistara

Daun Kelor Bantu Atasi Berbagai Penyakit

Mom's Life Angella Delvie & Muhammad Prima Fadhillah

The Real Keluarga Sultan: Momen Anak Pangeran Mateen Bertemu Sultan Brunei Darussalam

Parenting Annisa Karnesyia

Risiko Autisme pada Anak Lebih Tinggi jika Ibu Hamil Alami Gangguan Tiroid

Kehamilan Annisa Karnesyia

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

Viral Penumpang Masak Mie di Kereta Pakai Panci Listrik, KAI Ingatkan Bahayanya

Daun Kelor Bantu Atasi Berbagai Penyakit

Hukum Suami Menyembunyikan Uang dari Istri, Dosakah?

Obesitas Anak Remaja Bisa Mengubah Otak yang Berkaitan dengan Emosi & Daya Ingat

Risiko Autisme pada Anak Lebih Tinggi jika Ibu Hamil Alami Gangguan Tiroid

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK