kehamilan
Studi Terbaru Ungkap Potensi Bahaya Konten soal Morning Sickness di YouTube
HaiBunda
Rabu, 10 Jun 2026 08:50 WIB
Banyak content creator di YouTube membuat konten medis dan non-medis yang terkait kesehatan. Tak sedikit di antaranya membuat konten tentang cara mengatasi morning sickness selama kehamilan, Bunda.
Sayangnya, tidak semua konten tersebut terbukti benar. Penelitian terbaru yang diterbitkan di Midwifery mengungkap bahwa sebagian besar saran di YouTube tentang morning sickness tidak memiliki bukti ilmiah dan beberapa di antaranya mungkin menimbulkan risiko.
Dalam studi ini, para peneliti mengevaluasi sejauh mana rekomendasi YouTube berbasis bukti dan potensi keandalan saran tentang morning sickness selama kehamilan. Setidaknya, para peneliti mengidentifikasi 85 rekomendasi yang sering dikutip oleh para pemilik akun di YouTube.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hasilnya, hanya 8 persen yang didukung oleh bukti. Sementara itu, hampir lima persen dari rekomendasi tersebut berpotensi berbahaya. Demikian seperti melansir dari laman News Medical.
Lebih detail, para peneliti melakukan evaluasi konten digital induktif terhadap rekomendasi saran terkait morning sickness kehamilan yang dibagikan di YouTube. Konten tersebut diikuti dengan tinjauan literatur terstruktur untuk menilai kekuatan dan konsistensi bukti yang mendukung saran daring tersebut.
Tim menganalisis 45 video berbahasa Inggris dengan jumlah penayangan tertinggi, yang dipublikasikan antara Desember 2022 dan Oktober 2023, yang mencakup rekomendasi perawatan diri secara langsung atau tidak langsung. Mereka mengecualikan video dengan audio yang tidak jelas, video yang ditujukan untuk tenaga kesehatan, video yang berfokus pada hiperemesis gravidarum, video yang tidak memiliki rekomendasi spesifik, atau video yang membahas gejala yang tidak terkait dengan kehamilan.
Tiga peneliti secara independen meninjau transkrip video dan menerapkan pengkodean terbuka untuk mengidentifikasi rekomendasi yang berulang. Mereka mengelompokkan rekomendasi ini berdasarkan mekanisme biologis yang diusulkan atau alasan yang mendasarinya. Selanjutnya, mereka menyempurnakan temuan melalui perbandingan berulang untuk mengurangi tumpang tindih dan konsep-konsep terkait.
Para penulis juga menelusuri basis data literatur utama yang ditinjau oleh rekan sejawat yang diakses melalui sistem perpustakaan universitas antara Februari dan Desember 2023. Mereka mengklasifikasikan setiap rekomendasi sebagai efektif, tidak efektif, berpotensi tidak aman, tidak jelas efektivitasnya, atau belum diteliti, berdasarkan kekuatan dan konsistensi bukti yang tersedia.
Analisis tersebut mengidentifikasi 85 rekomendasi berbeda untuk mengelola morning sickness. Sebagian besar muncul dalam video yang diunggah dari Amerika Serikat dan India antara tahun 2018 dan 2020. Video-video tersebut rata-rata berdurasi tujuh hingga delapan menit dan masing-masing telah ditonton lebih dari 200.000 kali.
Temuan dari studi adalah delapan persen konten didukung oleh bukti ilmiah yang konsisten. Ini termasuk cara mengatasi morning sickness dengan konsumsi jahe, vitamin B6, dan obat-obatan tertentu.
Sementara itu, sekitar lima persen dari rekomendasi tersebut dianggap berpotensi tidak aman. Obat herbal seperti chamomile, peppermint, dan adas dianggap kontraindikasi selama kehamilan. Sebagian besar berdasarkan bukti yang menunjukkan kemungkinan hasil kehamilan yang merugikan.
Hampir setengah dari rekomendasi yang diidentifikasi menunjukkan bukti yang beragam atau terbatas, dan lebih dari sepertiganya belum diteliti secara ilmiah, yang menyoroti kesenjangan penelitian yang substansial.
Pendekatan seperti akupunktur, aromaterapi, aktivitas fisik, asupan garam atau air kelapa, serta menghindari bau menyengat dapat menunjukkan hasil yang beragam. Sedangkan, pendekatan lain, termasuk homeopati, penggunaan minyak magnesium, teknik relaksasi, pisang, es batu, dan konsumsi minuman yang sangat dingin, masih kurang evaluasi klinis yang kuat.
Secara keseluruhan, temuan dari studi ini menunjukkan bahwa perempuan yang mencari solusi untuk morning sickness melalui YouTube menemukan beragam rekomendasi. Studi di masa mendatang dapat dilakukan untuk memperluas analisis ke platform media sosial lain dan untuk meningkatkan generalisasi, serta membandingkan kualitas informasi di berbagai sumber digital.
Investigasi juga harus mengeksplorasi pengaruh paparan dari saran daring yang tidak terverifikasi terhadap pengambilan keputusan perempuan, kesejahteraan emosional, dan kepercayaan pada panduan perawatan kesehatan antenatal.
Demikian studi terbaru yang mengungkap risiko dari konten YouTube yang membahas tentang morning sickness saat hamil. Semoga informasi ini bermanfaat ya.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(ank/rap)TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
Kehamilan
Hasil Studi Terbaru Sebut Morning Sickness Parah Bikin Perempuan Takut Hamil Lagi
Kehamilan
Studi Terbaru Ungkap Penyebab Utama Morning Sickness Ibu Hamil, Bukan Hanya karena Hormon
Kehamilan
Cegah Muntah Berlebih, Simak 4 Pengganti Air Putih untuk Ibu Hamil
Kehamilan
Mual dan Muntah di Awal Kehamilan, Ini 3 Manfaat Morning Sickness untuk Janin
Kehamilan
7 Cara Mengatasi Mual Saat Hamil, Mudah Ternyata & Bunda Perlu Tahu
5 Foto
Kehamilan
7 Potret Kehamilan Kedua Dinda Hauw, Shaka bakal Punya Adik Perempuan Nih
HIGHLIGHT
REKOMENDASI PRODUK
INFOGRAFIS
KOMIK BUNDA
FOTO
Fase Bunda
Morning Sickness di Awal Kehamilan, Kenali Penyebab dan Cara Mencegahnya
Benarkah Morning Sickness saat Hamil Dapat Menurunkan Risiko Keguguran? Simak Hasil Studi