Terpopuler
Aktifkan notifikasi untuk dapat info terkini, Bun!
Bunda dapat menonaktifkan kapanpun melalui pengaturan browser.
Nanti saja
Aktifkan

kehamilan

Adakah Tanda Embrio Berhasil Menempel ke Rahim?

Annisa Aulia Rahim   |   HaiBunda

Selasa, 31 Mar 2026 13:20 WIB

Ilustrasi Sel Telur
Adakah Tanda Embrio Berhasil Menempel ke Rahim?/Foto: iStock
Daftar Isi
Jakarta -

Bunda yang sedang menanti kehamilan sering kali bertanya-tanya apakah ada tanda ketika embrio berhasil menempel di rahim. Proses ini dikenal sebagai implantasi, yaitu tahap ketika embrio yang telah dibuahi menempel pada dinding rahim (endometrium) agar dapat berkembang menjadi janin.

Implantasi biasanya terjadi sekitar 6–10 hari setelah pembuahan. Pada tahap ini, tubuh mulai mengalami berbagai perubahan hormon yang bisa memunculkan beberapa gejala awal kehamilan. Namun perlu diingat, tidak semua perempuan merasakan tanda-tanda ini.

Tanda embrio berhasil menempel ke rahim

Berikut beberapa tanda yang mungkin muncul saat embrio berhasil menempel di rahim.

1. Muncul bercak darah ringan

Salah satu tanda yang cukup dikenal adalah implantation bleeding atau perdarahan implantasi. Bercak darah ini terjadi ketika embrio mulai menempel dan sedikit mengiritasi pembuluh darah kecil di dinding rahim.

Bercak ini biasanya memiliki ciri-ciri:

  • Warna merah muda atau cokelat
  • Jumlahnya sangat sedikit
  • Hanya berlangsung beberapa jam hingga 1–2 hari
  • Perdarahan ini sering kali disalahartikan sebagai awal menstruasi, padahal bisa menjadi tanda awal kehamilan.

2. Kram ringan di perut

Sebagian Bunda juga bisa merasakan kram ringan di perut bagian bawah saat implantasi terjadi. Sensasinya mirip seperti kram menjelang haid, tetapi biasanya lebih ringan dan tidak berlangsung lama. Kram ini terjadi karena rahim mulai beradaptasi dengan embrio yang menempel.

3. Payudara terasa lebih sensitif

Setelah embrio berhasil menempel, tubuh mulai memproduksi hormon kehamilan seperti human chorionic gonadotropin (hCG) dan progesteron.

Perubahan hormon ini dapat membuat:

  • Payudara terasa lebih penuh
  • Nyeri atau sensitif saat disentuh
  • Puting terasa lebih peka
  • Gejala ini juga sering menjadi tanda awal kehamilan.

4. Tubuh terasa lebih mudah lelah

Bunda mungkin juga merasa lebih cepat lelah dari biasanya. Hal ini disebabkan oleh peningkatan hormon progesteron yang membantu menjaga kehamilan.

Menurut penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Obstetrics & Gynecology, peningkatan progesteron pada awal kehamilan dapat memengaruhi metabolisme tubuh sehingga membuat ibu hamil lebih mudah merasa lelah.

5. Perubahan suhu tubuh basal

Bunda yang memantau basal body temperature (BBT) mungkin menyadari suhu tubuh tetap lebih tinggi setelah ovulasi.

Jika suhu tubuh basal tetap tinggi selama lebih dari dua minggu setelah ovulasi, hal ini bisa menjadi salah satu tanda awal bahwa implantasi telah terjadi.

6. Lebih sering buang air kecil

Setelah implantasi, peningkatan hormon kehamilan dan aliran darah ke area panggul bisa membuat Bunda merasa lebih sering ingin buang air kecil, bahkan pada tahap awal kehamilan.

Apakah semua Bunda merasakan tanda implantasi?

Tidak selalu. Banyak perempuan yang tidak merasakan gejala apa pun saat implantasi terjadi. Karena itu, satu-satunya cara yang lebih pasti untuk mengetahui apakah kehamilan terjadi adalah dengan melakukan tes kehamilan. Test pack biasanya dapat mendeteksi hormon hCG sekitar 10–14 hari setelah ovulasi atau setelah terlambat menstruasi.

Sebuah penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Human Reproduction menemukan bahwa implantasi sering terjadi tanpa gejala yang jelas, sehingga perempuan tidak selalu menyadari kapan tepatnya proses tersebut berlangsung. Penelitian tersebut juga menunjukkan bahwa waktu implantasi dapat bervariasi pada setiap kehamilan. Biasanya implantasi paling sering terjadi pada hari ke-8 hingga ke-10 setelah ovulasi. Pada tahap ini embrio mulai menembus lapisan endometrium untuk mendapatkan nutrisi yang dibutuhkan untuk pertumbuhan.

Karena itu, tidak adanya tanda implantasi bukan berarti kehamilan tidak terjadi. Cara paling akurat untuk memastikan kehamilan adalah dengan melakukan tes kehamilan (test pack) sekitar 10–14 hari setelah ovulasi atau setelah terlambat haid.

Sementara itu, menurut American College of Obstetricians and Gynecologists (ACOG), produksi hormon hCG dimulai setelah embrio berhasil menempel di rahim, dan hormon inilah yang kemudian terdeteksi oleh tes kehamilan.

Jika hasil tes positif, Bunda disarankan untuk melakukan pemeriksaan ke dokter guna memastikan kondisi kehamilan serta kesehatan ibu dan janin.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(pri/pri)

TOPIK TERKAIT

HIGHLIGHT

Temukan lebih banyak tentang
Fase Bunda