Terpopuler
Aktifkan notifikasi untuk dapat info terkini, Bun!
Bunda dapat menonaktifkan kapanpun melalui pengaturan browser.
Nanti saja
Aktifkan

kehamilan

Keluar Flek Cokelat setelah Haid 1 Minggu, Normalkah bagi Kesuburan?

Dwi Indah Nurcahyani   |   HaiBunda

Minggu, 15 Feb 2026 11:10 WIB

Tanda Haid Sakit Perut
Keluar Flek Cokelat setelah Haid 1 Minggu, Normalkah bagi Kesuburan?/Foto: Getty Images/iStockphoto/chanakon laorob
Daftar Isi
Jakarta -

Setelah periode haid selesai biasanya flek cokelat menjadi penanda haid segera berakhir. Permasalahannya, kalau keluar flek cokelat setelah haid 1 minggu, normalkah bagi kesuburan, Bunda?

Bagi pejuang garis dua, masa-masa setelah haid biasanya dimanfaatkan untuk memperbanyak hubungan intim dengan pasangan agar peluang kehamilan lebih besar. Sayangnya, haid yang sudah lewat satu minggu malah masih berujung flek cokelat tiada akhir. Hmm, jadi mengganggu deh ya, acara intim dengan si Ayah.

Apa itu flek cokelat setelah haid?

Flek cokelat setelah haid merupakan periode yang normal terjadi pada perempuan setelah siklus bulanannya berakhir. Biasanya, flek cokelat ini merupakan darah lama atau darah kering yang lambat keluar dari rahim Bunda. Terkadang, hal ini juga bisa terjadi bersamaan dengan kondisi kesehatan lainnya.

Ya, banyak perempuan mengira haidnya sudah selesai usai tujuh hari. Namun, saat menyeka vagina, mereka menemukan adanya flek cokelat di area intimnya tersebut. Hal ini pun tidak perlu dikhawatirkan ya, Bunda, karena menjadi hal umum yang terjadi setelah menstruasi.

Faktanya, ketika darah berubah menjadi cokelat biasanya terjadi ketika darah tersebut telah mengendap cukup lama. Meski tampak normal, terkadang kemunculan flek cokelat memang tak bisa dianggap biasa jika disertai gejala lainnya karena bisa menjadi tanda adanya masalah, seperti dikutip dari laman Healthline.

Normalkah keluar flek cokelat setelah haid 1 minggu?

Cairan berwarna cokelat usai haid merupakan bagian umum dari siklus menstruasi bagi banyak perempuan. Dan, hal ini normal terjadi terutama di awal atau akhir periode menstruasi. Namun, di sisi lain, kondisi ini bisa juga menjadi tanda dari adanya gangguan kesehatan.

Normalnya, cairan keputihan yang sehat berwarna putih dan jernih meski warna, jumlah, dan teksturnya dapat bervariasi pada waktu yang berbeda selama siklus menstruasi seperti dikutip dari laman Natural Cycles.

Selain itu, cairan yang keluar dari vagina juga bisa bervariasi tergantung pada tahap kehidupan reproduksi Bunda, dengan potensi perubahan pada penampilan, konsistensi, warna, dan jumlah cairan selama kehamilan, pasca persalinan, perimenopause, dan pasca menopause. Cairan berwarna cokelat merupakan salah satu kemungkinan warna dari cairan keputihan baik sebelum dan juga setelah menstruasi.

Penyebab keluar flek cokelat setelah haid 1 minggu

Penyebab keluar flek cokelat setelah haid 1 minggu bisa disebabkan beragam hal ya, Bunda. Seringnya, hal ini disebabkan oleh darah lama yang keluar dari tubuh. Umumnya, sering terjadi tepat sebelum atau tepat setelah periode menstruasi ketika aliran darah menstruasi lebih lambat.

Darah segar biasanya memang berwarna merah ya, Bunda. Tetapi, begitu bersentuhan dengan udara, darah akan teroksidasi, yang dapat mengubah warna darah dari merah menjadi cokelat. Inilah yang menyebabkan kemudian cairan yang keluar dari vagina di akhir masa haid menjadi cokelat.

Selain alasan tersebut, ternyata ada juga beberapa alasan lainnya mengapa flek cokelat bisa terjadi ya, Bunda. Berikut ini beberapa di antaranya:

1. Menstruasi

Beberapa orang mengalami keputihan berwarna cokelat beberapa hari sebelum, selama, dan setelah menstruasi. Saat menstruasi paling deras, biasanya warna darahnya akan merah. Namun, warna darah menstruasi seseorang biasanya bervariasi dan bisa berwarna cokelat pada hari-hari dengan aliran darah lebih ringan.

Artinya, Bunda mungkin melihat cairan berwarna cokelat di awal dan akhir periode menstruasi ketika aliran darah lebih lambat. Berarti, darah yang terpapar udara karena membutuhkan lebih banyak waktu untuk keluar dari tubuh sehingga berubah menjadi cokelat karena oksidasi.

2. Ovulasi

Sebagian kecil orang mengalami bercak darah di sekitar ovulasi ketika sel telur dilepaskan dari ovarium. Biasanya, terjadi sekali selama setiap siklus menstruasi (sekitar dua minggu sebelum menstruasi).

3. Kista ovarium pecah

Kista ovarium merupakan kumpulan cairan dalam kantung yang berada di dalam atau di ovarium. Kista ovarium sangat umum dan biasanya tidak memerlukan perawatan. Terkadang, kista bisa pecah yang kemudian menyebabkan nyeri tajam secara tiba-tiba, dan mungkin juga adanya keputihan berwarna cokelat.

4. Kehamilan dini

Implantasi adalah ketika sel telur yang telah dibuahi menempel pada dinding rahim di awal kehamilan. Hal ini terjadi segera setelah sel telur dibuahi oleh sperma di tuba falopi, biasanya sekitar delapan hingga sepuluh hari setelah ovulasi.

5. Kontrasepsi hormonal

Banyak orang mengalami efek samping saat menggunakan kontrasepsi hormonal dan salah satunya berupa keputihan berwarna cokelat.

Tips mengatasi flek cokelat setelah haid

Flek cokelat setelah haid yang terlalu lama tentu membuat ketidaknyamanan ya, Bunda. Untuk menghentikan kondisi tersebut, ada baiknya melakukan beberapa tips berikut ini:

1. Praktikkan kebersihan yang baik

Meskipun tidak banyak yang dapat dilakukan perempuan untuk menghentikan keputihan cokelat di akhir siklus menstruasi, atau dari bercak karena memulai kontrasepsi hormonal, kebersihan genital harian dapat mengurangi seberapa banyak yang Bunda lihat di pakaian dalam Bunda. Dengan mempraktikkan menjaga kebersihan genital yang baik yakni menjaga vagina tetap bersih dan kering juga akan membantu mencegah infeksi yang menyebabkan keputihan cokelat.

2. Lakukan seks yang aman

Melakukan seks dengan aman dengan menggunakan metode penghalang seperti kondom, diafragma, dan penutup serviks dapat menjadi kontrasepsi terbaik

3. Gunakan pelumas

Jika sedang mengalami menopause dan kekeringan vagina yang menyebabkan flek cokelat setelah berhubungan seks, pertimbangkan menggunakan pelumas untuk mencegah robekan atau perdarahan selama hubungan seksual.

4. Pertimbangkan mengonsumsi probiotik

Meskipun antibiotik diperlukan untuk mengobati infeksi vagina, bakteri baik lactobacilli yang melimpah dalam probiotik dapat secara signifikan membantu menyeimbangkan kembali flora vagina dan meredakan gejala yang timbul.

5. Lakukan tes secara teratur

Jika Bunda aktif secara seksual, direkomendasikan untuk melakukan tes secara teratur setidaknya sekali setiap tahun seperti dikutip dari laman Intimaterose.

6. Tetap terhidrasi

Tetap terhidrasi dengan minum setidaknya 1.5 liter air per hari bermanfaat untuk meningkatkan kesehatan vagina dengan membersihkan bakteri atau parasit berbahaya di uretra yang dapat menyebabkan infeksi.

Kapan perlu ke dokter karena flek cokelat setelah haid?

Cairan vagina berwarna cokelat yang keluar biasanya disebabkan oleh darah yang teroksidasi bercampur dengan cairan vagina normal. Beberapa dari perempuan kerap mengalami bercak darah selama ovulasi yang dapat muncul sebagai cairan vagina berwarna cokelat.

Selain itu, munculnya flek cokelat jika Bunda menggunakan kontrasepsi hormonal, sekitar masa perimenopause atau pada awal kehamilan seperti dikutip dari laman Flohealth.

Jika Bunda mengalami flek cokelat yang tampak tidak biasa bagi Bunda atau disertai dengan gejala seperti nyeri, gatal, bau, atau demam, ada baiknya segera menemui dokter ya, Bunda.

Intinya, ketika Bunda mengalami keputihan ataupun flek cokelat yang belum pernah Bunda alami sebelumnya, sudah saatnya untuk memeriksakan diri ke dokter. Terutama jika Bunda sering mengalami bercak darah di antara periode menstruasi atau bercak darah dengan frekuensi dan jumlah yang tidak biasa bagi Bunda.

Atau, Bunda melihat bahwa bercak darah berubah menjadi perdarahan hebat terutama jika disertai nyeri panggul. Selain itu, Bunda mulai memperhatikan perubahan warna, tekstur, atau bau keputihan. Serta, adanya perubahan pada keputihan disertai gejala lain seperti nyeri atau gatal.

Demikian penjabaran tentang flek cokelat setelah haid. Semoga informasinya membantu ya, Bunda.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

 

(pri/pri)

TOPIK TERKAIT

HIGHLIGHT

Temukan lebih banyak tentang
Fase Bunda