kehamilan
Hamil Anak Pertama, Shenina Cinnamon Sempat Masuk RS karena Hiperemesis Gravidarum
HaiBunda
Kamis, 16 Apr 2026 17:50 WIB
Daftar Isi
Artis Shenina Cinnamon saat ini tengah menjalani kehamilan pertamanya, Bunda. Baru-baru ini, Shenina membagikan pengalamannya yang sempat keluar-masuk rumah sakit lantaran mengalami hiperemesis gravidarum.
Melalui unggahan di Instagram, istri Angga Yunanda ini mem-posting foto saat pamer baby bump kehamilan. Di caption foto, Shenina menceritakan kondisinya yang sempat menurun karena mual parah akibat hiperemesis gravidarum.
Saat ini, kondisinya sudah mulai membaik. Shenina bahkan sudah bisa melakukan aktivitas normal, termasuk konsumsi makanan dengan baik.
"Setelah beberapa bulan gallery aku isinya foto (emoticon mual, muntah, hingga sedih) dan keluar masuk RS sampai di opname beberapa kali karena hyperemesis gravidarum," tulis Shenina di Instagram @sheninacinnamon, Rabu (15/4/26).
"Sekarang seneng banget udah mulai bisa jalan, makan makanan enak dan semoga bisa kembali beraktivitas normal! Bismillah dede bayi sehat terus yaaa," sambungnya.
Unggahan Shenina ini turut dikomentari sang suami. Angga Yunanda menuliskan pesan manis untuk menyemangati istrinya yang telah melewati masa-masa sulit karena hiperemesis gravidarum.
"Sehat selalu istri cantik dan bayi ganteng," ungkap Angga.
Apa itu hiperemesis gravidarum?
Hiperemesis gravidarum dapat dialami siapa saja selama kehamilan. Ini adalah kondisi mual dan muntah berlebihan selama hamil, yang bikin calon Bunda umumnya tidak bisa melakukan aktivitas harian.
Menurut American College of Obstetricians and Gynecologists (ACOG), hiperemesis gravidarum terjadi pada 3 persen kehamilan. Kondisi ini dapat didiagnosis ketika ibu hamil kehilangan lebih 5 persen dari berat badannya, disertai dengan masalah lain yang berkaitan dengan dehidrasi dan kehilangan cairan tubuh, hingga mengakibatkan ketosis urine.
Ibu hamil yang mengalami hiperemesis gravidarum membutuhkan perawatan medis, bahkan harus sampai dirawat di rumah sakit. Perawatan bertujuan untuk menghentikan muntah dan mengembalikan cairan tubuh yang hilang.
Menurut Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan, Prof. Dr. dr. Andon Hestiantoro, Sp.OG-KFer, hiperemesis gravidarum yang terjadi di trimester pertama umumnya hanya berlangsung sampai usia kehamilan 12 minggu. Bila tidak hilang, dokter akan melakukan pemeriksaan lebih lanjut untuk mengetahui penyebab lain, seperti kemungkinan mengalami masalah tiroid, pankreas, lambung, kehamilan mola, atau hamil anak kembar.
Penyebab dan diagnosis hiperemesis gravidarum
Sampai saat ini belum diketahui secara pasti penyebab hiperemesis gravidarum pada ibu hamil. Namun, beberapa orang mengaitkannya dengan perubahan hormon hingga defisiensi vitamin B6.
"Penyebab paling dekat dari penelitian berhubungan dengan faktor hormonal, yakni meningkatnya hormon hCG (human chorionic gonadotropin) di awal kehamilan," kata Andon kepada HaiBunda, beberapa waktu lalu.
"Hormon hCG akan naik di trimester awal kehamilan, namun hormon ini akan menurun. Seiring penurunan hCG, biasanya keluhan mual dan muntah juga akan menghilang dengan sendirinya."
Nah, diagnosis hiperemesis gravidarum umumnya mengacu pada spektrum yang parah terkait mual dan muntah pada kehamilan. Diagnosis bisa ditarik dari hasil pengukuran tingkat keparahan mual dan muntah dengan skor PUQE (Pregnancy Unique Quantification of Emesis and Nausea).
"PUQE merupakan sistem skoring yang digunakan untuk menilai berat atau tidaknya mual dan muntah yang dialami seseorang saat hamil," ungkap Andon.
Gejala hiperemesis gravidarum
Ada beberapa gejala yang cukup khas saat seorang Bunda mengalami hiperemesis gravidarum. Berikut gejalanya seperti melansir dari beberapa sumber:
- Mual yang parah
- Muntah lebih dari tiga kali sehari
- Kehilangan berat badan lebih 5 persen
- Dehidrasi atau kekurangan cairan
- Sering merasa pusing
- Volume urine berkurang atau menjadi kental
- Kelelahan yang ekstrem
- Pingsan
- Tekanan darah rendah
- Detak jantung menjadi cepat
- Kulit kering
- Kehilangan fokus atau seperti kebingungan
- Suhu tubuh naik
- Tidak bisa tidur
- Kesulitan makan
- Muntah darah
Penanganan hiperemesis gravidarum
Penanganan hiperemesis gravidarum akan tergantung dari keparahan gejalanya, Bunda. Berikut beberapa tata laksana pada hiperemesis gravidarum:
- Pemberian obat-obatan untuk meredakan mual
- Pemberian cairan infus menyesuaikan kebutuhan
- Penggunaan selang di hidung atau perut untuk mendapatkan nutrisi
- Total Parenteral Intravenous Nutrition (TPN) atau pemberian nutrisi melalui infus yang melewati sistem pencernaan.
Demikian cerita Shenina Cinnamon yang mengaku pernah mengalami hiperemesis gravidarum hingga dirawat di rumah sakit, serta penjelasan terkait kondisi medis ini. Semoga informasi ini bermanfaat ya, Bunda.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(ank/pri)TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
Kehamilan
Angga Yunanda Ungkap Rasanya Nantikan Kelahiran Anak Pertama dengan Shenina Cinnamon
Kehamilan
Keluhan Hipermesis Gravidarum Terjadi di Usia Kehamilan Berapa Minggu? Simak Cara Mengatasinya
Kehamilan
Penyebab & Bahaya Hiperemesis Gravidarum (HeG), Mual Muntah Berlebihan pada Ibu Hamil
Kehamilan
Kate Middleton Akui Melahirkan Lebih Mudah daripada Hamil berkat Hypnobirthing
Kehamilan
Cara Mengatasi Hiperemesis Gravidarum, Mual & Muntah Hebat Saat Hamil
7 Foto
Kehamilan
7 Potret Babymoon Shenina & Angga Yunanda di Jepang, Nikmati Quality Time sebelum Jadi Orang Tua
HIGHLIGHT
REKOMENDASI PRODUK
INFOGRAFIS
KOMIK BUNDA
FOTO
Fase Bunda
3 Tingkatan Hiperemesis Gravidarum pada Ibu Hamil, Penyebab & Cara Mengatasinya
Pada Usia Kehamilan Berapakah Bumil Rentan Alami Muntah Berlebih atau Hiperemesis Gravidarum?
Deretan Bunda Alami Hiperemesis Gravidarum, Muntah 40 Kali Sehari hingg Turun BB 20 Kg